Pontianak    

Jelajahi Kekayaan Flora dan Fauna Kalbar di Pameran Flona Bumi Khatulistiwa Pontianak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 15 July 2026
Jelajahi Kekayaan Flora dan Fauna Kalbar di Pameran Flona Bumi Khatulistiwa Pontianak
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Warga Pontianak kini bisa menikmati "miniatur" kekayaan hayati Kalimantan Barat dalam satu lokasi. Tak hanya menyuguhkan beragam tanaman hias, Pameran Flora dan Fauna (Flona) Bumi Khatulistiwa juga menghadirkan koleksi satwa eksotis, bazar durian, hingga berbagai kegiatan edukatif yang berlangsung di Halaman Kolam Renang Ampera, 15–19 Juli 2026.

Ketua Panitia, Misriwanto, mengatakan penyelenggaraan pameran ini bertujuan memperkenalkan kekayaan flora dan fauna Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

"Harapan kami, pemerintah dan instansi terkait terus mendukung kegiatan seperti ini karena juga berkaitan dengan pengembangan pariwisata. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi agenda rutin sehingga masyarakat semakin mengetahui potensi yang harus dikembangkan dan dilestarikan di Kalimantan Barat," ujarnya.

Menurut Misriwanto, pada penyelenggaraan perdana ini panitia lebih banyak menampilkan koleksi tanaman karena komunitas pecinta tanaman di Kalimantan Barat sudah berkembang cukup pesat. Sementara itu, kehadiran koleksi reptil dan satwa menjadi sarana memperkenalkan komunitas pencinta fauna yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas flora dan fauna di Kalimantan Barat juga tidak kalah dengan daerah lain. Harapannya semakin banyak penghobi yang ikut melestarikan tanaman maupun satwa," katanya.

Dalam Pameran Flona Bumi Khatulistiwa, pengunjung dapat melihat berbagai jenis tanaman hias seperti aglaonema, bougenville, dan sansevieria. Selain itu, tersedia pula koleksi tanaman buah seperti durian, alpukat, dan belimbing.

Tak hanya itu, sejumlah satwa juga dipamerkan, mulai dari kelinci, ayam serama, hingga burung cenderawasih yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Meski demikian, Misriwanto menjelaskan tanaman langka belum dapat ditampilkan karena masih harus memenuhi persyaratan perizinan dan belum dapat diikutsertakan dalam kontes.

"Tanaman langka sementara belum bisa kami tampilkan karena harus memenuhi berbagai persyaratan perizinan. Selain itu, tanaman tersebut masih dalam tahap pengembangbiakan," jelasnya.

Selama lima hari penyelenggaraan, masyarakat juga dapat menikmati bazar flora dan fauna, bazar durian dan produk lokal, kontes tanaman hias, pelatihan budidaya, bincang santai, hingga pembagian bibit tanaman gratis. Panitia juga menyiapkan hiburan dan doorprize untuk menambah kemeriahan acara.

Pada Sabtu (18/7), pengunjung akan disuguhkan agenda spesial berupa makan durian sepuasnya, kontes ayam serama, serta pelatihan teknik budidaya dan pembuahan durian.

Sementara itu, puncak kegiatan pada Minggu (19/7) akan diisi dengan kontes durian, sarasehan durian, penyerahan hadiah lomba, sekaligus penutupan pameran.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan kunjungan ke Sentral Kebun Durian Punggur pada Senin (20/7) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi durian unggulan Kalimantan Barat kepada masyarakat. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Jangan Sepelekan Nyeri Punggung Bawah, Ini Cara Mengatasi dan Mencegahnya Menurut Terapis
Tuesday, 14 July 2026
Artikel Sebelumnya
Ayam Brahma hingga America Silkie Ramaikan Flona Bumi Khatulistiwa, Harga Tembus Rp1 Juta per Ekor
Tuesday, 14 July 2026

Berita terkait