Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 15 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Pameran Flora dan Fauna (Flona) Bumi Khatulistiwa di Halaman Kolam Renang Ampera, Pontianak, tak hanya menyuguhkan koleksi tanaman hias dan aneka satwa. Ajang yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026 ini juga menjadi daya tarik bagi pencinta ayam hias dengan menghadirkan sedikitnya 15 jenis ayam dari berbagai negara.
Mulai dari ayam Brahma asal India hingga America Silkie yang dikenal dengan bulunya yang lembut, berbagai jenis ayam hias dipamerkan untuk memperkenalkan keunikan sekaligus mengembangkan hobi masyarakat terhadap unggas hias.
Salah seorang peserta pameran, Udin, pemilik Parma Farm, membawa koleksi ayam hias miliknya ke ajang tersebut. Selain 15 jenis ayam, ia juga menampilkan seekor Golden Pheasant dan Merak Biru India sebagai daya tarik bagi pengunjung.
"Untuk jenis ayam ada 15, kemudian ditambah satu jenis Golden Pheasant dan Merak Biru India," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Udin mengaku mulai menekuni usaha ayam hias sejak 2019. Ketertarikannya berawal dari kekaguman terhadap bentuk tubuh, karakter, hingga warna bulu setiap jenis ayam yang dinilai memiliki keunikan tersendiri.
"Melihat bentuk tubuh, karakter, dan warnanya itu menjadi hiburan tersendiri. Ada kepuasan batin saat melihat ayam-ayam ini," katanya.
Ia menceritakan, pada awalnya dirinya bersama komunitas pencinta ayam hias di Kalimantan Barat patungan membeli bibit dari Pulau Jawa. Setelah itu, ayam-ayam tersebut dikembangbiakkan di daerah masing-masing.
Kini, di penangkarannya yang berlokasi di Jalan Tanjung Raya II, Gang Nusakarya, Parit Mayor, Pontianak, Udin memelihara sekitar 20 jenis ayam hias dengan populasi hampir 200 ekor.
Menurutnya, perawatan ayam hias pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan ayam pada umumnya. Perbedaan utamanya terletak pada pemberian protein dan vitamin agar kesehatan serta kualitas bulu tetap terjaga.
"Pakan utamanya jagung halus dan beras merah. Tidak ada pakan khusus, sama seperti ayam lainnya, hanya proteinnya lebih diperhatikan," jelasnya.
Dari berbagai koleksi yang dimiliki, ayam Brahma asal India menjadi jenis yang paling banyak diburu kolektor di Pontianak. Posturnya yang besar serta corak bulunya yang beragam menjadi daya tarik utama.
Sementara itu, America Silkie juga memiliki banyak penggemar, terutama dari kalangan perempuan. Ayam ini dikenal karena tekstur bulunya yang sangat lembut hingga kerap disebut menyerupai bulu kucing anggora.
"Silkie banyak peminatnya karena bulunya lembut, katanya mirip kucing anggora. Warnanya juga ada lima varian," ujarnya.
Udin menilai minat masyarakat terhadap ayam hias di Pontianak terus mengalami peningkatan. Harga jualnya pun bervariasi, bergantung pada jenis, usia, serta kualitas ayam.
"Anakan mulai sekitar Rp100 ribu. Semakin besar usianya, harganya naik terus. Yang paling mahal rata-rata di atas Rp1 juta per ekor seperti Ayam America Silkie itu," pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pameran Flora dan Fauna (Flona) Bumi Khatulistiwa di Halaman Kolam Renang Ampera, Pontianak, tak hanya menyuguhkan koleksi tanaman hias dan aneka satwa. Ajang yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026 ini juga menjadi daya tarik bagi pencinta ayam hias dengan menghadirkan sedikitnya 15 jenis ayam dari berbagai negara.
Mulai dari ayam Brahma asal India hingga America Silkie yang dikenal dengan bulunya yang lembut, berbagai jenis ayam hias dipamerkan untuk memperkenalkan keunikan sekaligus mengembangkan hobi masyarakat terhadap unggas hias.
Salah seorang peserta pameran, Udin, pemilik Parma Farm, membawa koleksi ayam hias miliknya ke ajang tersebut. Selain 15 jenis ayam, ia juga menampilkan seekor Golden Pheasant dan Merak Biru India sebagai daya tarik bagi pengunjung.
"Untuk jenis ayam ada 15, kemudian ditambah satu jenis Golden Pheasant dan Merak Biru India," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Udin mengaku mulai menekuni usaha ayam hias sejak 2019. Ketertarikannya berawal dari kekaguman terhadap bentuk tubuh, karakter, hingga warna bulu setiap jenis ayam yang dinilai memiliki keunikan tersendiri.
"Melihat bentuk tubuh, karakter, dan warnanya itu menjadi hiburan tersendiri. Ada kepuasan batin saat melihat ayam-ayam ini," katanya.
Ia menceritakan, pada awalnya dirinya bersama komunitas pencinta ayam hias di Kalimantan Barat patungan membeli bibit dari Pulau Jawa. Setelah itu, ayam-ayam tersebut dikembangbiakkan di daerah masing-masing.
Kini, di penangkarannya yang berlokasi di Jalan Tanjung Raya II, Gang Nusakarya, Parit Mayor, Pontianak, Udin memelihara sekitar 20 jenis ayam hias dengan populasi hampir 200 ekor.
Menurutnya, perawatan ayam hias pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan ayam pada umumnya. Perbedaan utamanya terletak pada pemberian protein dan vitamin agar kesehatan serta kualitas bulu tetap terjaga.
"Pakan utamanya jagung halus dan beras merah. Tidak ada pakan khusus, sama seperti ayam lainnya, hanya proteinnya lebih diperhatikan," jelasnya.
Dari berbagai koleksi yang dimiliki, ayam Brahma asal India menjadi jenis yang paling banyak diburu kolektor di Pontianak. Posturnya yang besar serta corak bulunya yang beragam menjadi daya tarik utama.
Sementara itu, America Silkie juga memiliki banyak penggemar, terutama dari kalangan perempuan. Ayam ini dikenal karena tekstur bulunya yang sangat lembut hingga kerap disebut menyerupai bulu kucing anggora.
"Silkie banyak peminatnya karena bulunya lembut, katanya mirip kucing anggora. Warnanya juga ada lima varian," ujarnya.
Udin menilai minat masyarakat terhadap ayam hias di Pontianak terus mengalami peningkatan. Harga jualnya pun bervariasi, bergantung pada jenis, usia, serta kualitas ayam.
"Anakan mulai sekitar Rp100 ribu. Semakin besar usianya, harganya naik terus. Yang paling mahal rata-rata di atas Rp1 juta per ekor seperti Ayam America Silkie itu," pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini