Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 26 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Menjelang perayaan Imlek, harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga ayam potong bahkan menembus Rp 45 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut salah satunya terjadi di Pasar Flamboyan Pontianak. Penjual ayam potong, Mael, mengatakan kenaikan harga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok ayam di kandang.
“Pasti naik harganya. Kenaikan juga tergantung stok. Kalau stok banyak biasanya harga turun walaupun jelang hari besar keagamaan. Tapi kalau stok kosong, hari biasa pun bisa naik,” ujarnya, Senin (26/01/2026).
Mael menjelaskan, meski perayaan Imlek masih cukup lama, terbatasnya stok ayam di kandang membuat harga sudah lebih dulu mengalami kenaikan. Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi pasokan dari peternak.
“Sekarang Imlek masih lama, tapi stok sedikit jadi naik harganya. Dipengaruhi stok di kandang juga,” jelasnya.
Ia menjelaskan, per 26 Januari 2026, harga ayam di kandang mencapai Rp34 ribu per kilogram. Setelah dipotong dan dibersihkan, harga jual ke konsumen berada di kisaran Rp 42 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, ayam bersih dijual Rp 38 ribu per kilogram dan ayam hidup sekitar Rp 30 ribu per kilogram.
“Dalam dua minggu terakhir ini sudah naik sekitar Rp 4 ribu. Biasanya mau puasa harga turun, tapi dua minggu Ramadhan biasanya naik lagi. Tahun ini saya perkirakan bisa tembus Rp 50 ribuan,” katanya.
Meski harga mengalami kenaikan, Mael menyebut, pembeli sejauh ini masih tidak mempermasalahkan, asalkan stok ayam tetap tersedia. Pasokan ayam sendiri didatangkan dari sejumlah daerah seperti Rasau dan Singkawang melalui agen maupun perusahaan.
Hal senada juga diungkapkan Mustafa, penjual ayam potong di Pasar Dahlia Pontianak. Ia mengatakan harga ayam saat ini berada di kisaran Rp 34 ribu per kilogram untuk ayam hidup dan berpotensi naik hingga Rp 40 ribu.
“Sekarang masih Rp 34 ribu, biasanya cuma Rp 28 ribu,” ungkapnya.
Namun demikian, Mustafa mengakui kenaikan harga tersebut berdampak pada jumlah pembeli yang mulai mengalami penurunan.
“Pembeli memang agak berkurang,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Menjelang perayaan Imlek, harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga ayam potong bahkan menembus Rp 45 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut salah satunya terjadi di Pasar Flamboyan Pontianak. Penjual ayam potong, Mael, mengatakan kenaikan harga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok ayam di kandang.
“Pasti naik harganya. Kenaikan juga tergantung stok. Kalau stok banyak biasanya harga turun walaupun jelang hari besar keagamaan. Tapi kalau stok kosong, hari biasa pun bisa naik,” ujarnya, Senin (26/01/2026).
Mael menjelaskan, meski perayaan Imlek masih cukup lama, terbatasnya stok ayam di kandang membuat harga sudah lebih dulu mengalami kenaikan. Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi pasokan dari peternak.
“Sekarang Imlek masih lama, tapi stok sedikit jadi naik harganya. Dipengaruhi stok di kandang juga,” jelasnya.
Ia menjelaskan, per 26 Januari 2026, harga ayam di kandang mencapai Rp34 ribu per kilogram. Setelah dipotong dan dibersihkan, harga jual ke konsumen berada di kisaran Rp 42 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, ayam bersih dijual Rp 38 ribu per kilogram dan ayam hidup sekitar Rp 30 ribu per kilogram.
“Dalam dua minggu terakhir ini sudah naik sekitar Rp 4 ribu. Biasanya mau puasa harga turun, tapi dua minggu Ramadhan biasanya naik lagi. Tahun ini saya perkirakan bisa tembus Rp 50 ribuan,” katanya.
Meski harga mengalami kenaikan, Mael menyebut, pembeli sejauh ini masih tidak mempermasalahkan, asalkan stok ayam tetap tersedia. Pasokan ayam sendiri didatangkan dari sejumlah daerah seperti Rasau dan Singkawang melalui agen maupun perusahaan.
Hal senada juga diungkapkan Mustafa, penjual ayam potong di Pasar Dahlia Pontianak. Ia mengatakan harga ayam saat ini berada di kisaran Rp 34 ribu per kilogram untuk ayam hidup dan berpotensi naik hingga Rp 40 ribu.
“Sekarang masih Rp 34 ribu, biasanya cuma Rp 28 ribu,” ungkapnya.
Namun demikian, Mustafa mengakui kenaikan harga tersebut berdampak pada jumlah pembeli yang mulai mengalami penurunan.
“Pembeli memang agak berkurang,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini