Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 03 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Rekaman video yang menampilkan dua pria diduga sedang mengkonsumsi narkotika jenis sabu beredar luas di media sosial dan grup percakapan wartawan di Kabupaten Ketapang, Selasa (03/02/2026).
Video tersebut memicu keresahan masyarakat dan mendapat perhatian aparat kepolisian.
Dalam video berdurasi singkat itu, dua pria yang diduga warga setempat tampak dengan santai mengisap sabu sambil merekam aksi mereka sendiri.
Terlihat kepulan asap dari alat yang diduga bong, serta plastik klip berisi serbuk putih yang diduga kuat narkotika jenis sabu.
Keberanian para pria tersebut merekam dan menyebarkan dugaan aksi penyalahgunaan narkoba menuai kecaman dari masyarakat. Video tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan.
Kasat Narkoba Polres Ketapang, AKP Dewa Made Surita membenarkan kalau pihaknya telah menerima informasi terkait video tersebut. Ia memastikan polisi akan menindaklanjuti dengan langkah penyelidikan.
“Kami akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terlebih dahulu terkait video ini. Terima kasih atas informasinya,” ujar AKP Dewa Made Surita saat dikonfirmasi wartawan di Ketapang.
Sementara itu, keprihatinan disampaikan warga Kabupaten Ketapang, Doly Irawan (57 tahun). Ia menilai aksi tersebut mencoreng citra daerah dan mencerminkan masih lemahnya efek jera terhadap penyalahgunaan narkotika.
“Sekarang orang sudah berani terang-terangan seperti itu, bahkan direkam sendiri. Ini sangat memalukan bagi Kabupaten Ketapang. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat dan tegas,” katanya.
Doly menilai, maraknya kasus narkoba yang terungkap belakangan ini menjadi sinyal serius bahwa Ketapang berada dalam kondisi darurat narkoba. Menurutnya, upaya pencegahan dan penindakan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian semata.
“Kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Ketapang darurat narkoba. Sudah saatnya dibentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Ketapang agar penanganannya lebih fokus dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan BNNK ke depan dapat memperkuat upaya pencegahan, rehabilitasi, serta penindakan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Rekaman video yang menampilkan dua pria diduga sedang mengkonsumsi narkotika jenis sabu beredar luas di media sosial dan grup percakapan wartawan di Kabupaten Ketapang, Selasa (03/02/2026).
Video tersebut memicu keresahan masyarakat dan mendapat perhatian aparat kepolisian.
Dalam video berdurasi singkat itu, dua pria yang diduga warga setempat tampak dengan santai mengisap sabu sambil merekam aksi mereka sendiri.
Terlihat kepulan asap dari alat yang diduga bong, serta plastik klip berisi serbuk putih yang diduga kuat narkotika jenis sabu.
Keberanian para pria tersebut merekam dan menyebarkan dugaan aksi penyalahgunaan narkoba menuai kecaman dari masyarakat. Video tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan.
Kasat Narkoba Polres Ketapang, AKP Dewa Made Surita membenarkan kalau pihaknya telah menerima informasi terkait video tersebut. Ia memastikan polisi akan menindaklanjuti dengan langkah penyelidikan.
“Kami akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terlebih dahulu terkait video ini. Terima kasih atas informasinya,” ujar AKP Dewa Made Surita saat dikonfirmasi wartawan di Ketapang.
Sementara itu, keprihatinan disampaikan warga Kabupaten Ketapang, Doly Irawan (57 tahun). Ia menilai aksi tersebut mencoreng citra daerah dan mencerminkan masih lemahnya efek jera terhadap penyalahgunaan narkotika.
“Sekarang orang sudah berani terang-terangan seperti itu, bahkan direkam sendiri. Ini sangat memalukan bagi Kabupaten Ketapang. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat dan tegas,” katanya.
Doly menilai, maraknya kasus narkoba yang terungkap belakangan ini menjadi sinyal serius bahwa Ketapang berada dalam kondisi darurat narkoba. Menurutnya, upaya pencegahan dan penindakan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian semata.
“Kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Ketapang darurat narkoba. Sudah saatnya dibentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Ketapang agar penanganannya lebih fokus dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan BNNK ke depan dapat memperkuat upaya pencegahan, rehabilitasi, serta penindakan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini