Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 03 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit yang disebabkan oleh virus nipah, Selasa (03/02/2026).
Virus ini merupakan jenis virus zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia.
Gita Risti Novianti, selaku Dokter Umum RSUD SSMA Pontianak mengatakan, virus nipah dibawa oleh kelelawar buah, yang memang sebagai reserver alami atau zoonotic emerging. Kelelawar buah ini dia biasanya bisa langsung menularkan ke manusia dan juga ke buah-buahan, salah satunya adalah buah nira atau buah aren.
Ia menyebut, orang yang terkena virus ini memiliki gejala awal yang mirip dengan flu biasa, sehingga masyarakat seringkali sulit membedakan infeksi virus nipah dengan penyakit umum lainnya. Namun demikian, virus ini tidak boleh dianggap sepele, pasalnya berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
“Demam, nyeri otot, kemudian ada batuk, ada pilek, dan yang lebih parahnya lagi mungkin bisa saja terjadi kejang merupakan gejala adanya infeksi virus Nipah,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pencegahan merupakan langkah satu-satunya yang dapat dilakukan, mengingat belum adanya vaksin khusus untuk manusia maupun obat antivirus yang terbukti efektif membunuh virus Nipah ini.
Sebagai langkah preventif, Gita memberikan tips kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri atau tinggal di area yang dekat dengan habitat kelelawar.
“Hindari kontak langsung dengan pasien terinfeksi, gunakan masker jika harus pergi keluar negeri, lebih selektif dalam memilih buah yang akan dikonsumsi pastikan benar-benar bersih tidak ada bekas gigitan hewan yang duga adalah kelelawar,” jelasnya.
Saat ini, untuk di Pontianak sendiri belum ditemukan penyakit yang disebabkan virus nipah, bahkan di Indonesia sekalipun. Namun demikian, Gita berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga kesehatan diri dan keluarga.
“Mari jaga kesehatan mulai dari diri kita, keluarga kita, pencegahan dini lebih baik agar tidak terjadi penyakit virus Nipah di Indonesia. (Jau)
KALBARONLINE.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit yang disebabkan oleh virus nipah, Selasa (03/02/2026).
Virus ini merupakan jenis virus zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia.
Gita Risti Novianti, selaku Dokter Umum RSUD SSMA Pontianak mengatakan, virus nipah dibawa oleh kelelawar buah, yang memang sebagai reserver alami atau zoonotic emerging. Kelelawar buah ini dia biasanya bisa langsung menularkan ke manusia dan juga ke buah-buahan, salah satunya adalah buah nira atau buah aren.
Ia menyebut, orang yang terkena virus ini memiliki gejala awal yang mirip dengan flu biasa, sehingga masyarakat seringkali sulit membedakan infeksi virus nipah dengan penyakit umum lainnya. Namun demikian, virus ini tidak boleh dianggap sepele, pasalnya berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
“Demam, nyeri otot, kemudian ada batuk, ada pilek, dan yang lebih parahnya lagi mungkin bisa saja terjadi kejang merupakan gejala adanya infeksi virus Nipah,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pencegahan merupakan langkah satu-satunya yang dapat dilakukan, mengingat belum adanya vaksin khusus untuk manusia maupun obat antivirus yang terbukti efektif membunuh virus Nipah ini.
Sebagai langkah preventif, Gita memberikan tips kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri atau tinggal di area yang dekat dengan habitat kelelawar.
“Hindari kontak langsung dengan pasien terinfeksi, gunakan masker jika harus pergi keluar negeri, lebih selektif dalam memilih buah yang akan dikonsumsi pastikan benar-benar bersih tidak ada bekas gigitan hewan yang duga adalah kelelawar,” jelasnya.
Saat ini, untuk di Pontianak sendiri belum ditemukan penyakit yang disebabkan virus nipah, bahkan di Indonesia sekalipun. Namun demikian, Gita berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga kesehatan diri dan keluarga.
“Mari jaga kesehatan mulai dari diri kita, keluarga kita, pencegahan dini lebih baik agar tidak terjadi penyakit virus Nipah di Indonesia. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini