Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 20 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan. Bahkan sebagian warga rela mengantre dari pagi hingga malam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Merespons situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga langsung mengambil langkah cepat dengan mendorong SPBU memperpanjang jam operasional, termasuk membuka layanan hingga 24 jam.
Executive General Manager Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Isf Ahani menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan pengelola SPBU untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
“SPBU kita dorong untuk memperpanjang pelayanannya. Beberapa SPBU yang sudah 24 jam kita pertahankan, dan akan kita dorong lagi SPBU lain agar bisa melayani lebih lama,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pertamina juga memperkuat kesiapan di lapangan dengan menambah petugas, mulai dari operator hingga pengawas, guna memastikan pelayanan tetap optimal di tengah lonjakan konsumsi.
Di sisi distribusi, Pertamina meningkatkan frekuensi pengiriman BBM ke SPBU. Jika sebelumnya distribusi dilakukan dua kali sehari, kini ditingkatkan menjadi tiga hingga empat kali untuk mengejar kebutuhan.
“Dengan peningkatan hampir 40 persen, suplai ke SPBU memang harus kita tambah. Ini terus kita koordinasikan dan maksimalkan,” jelasnya.
Meski antrean masih terjadi, Pertamina memastikan stok BBM di Kalimantan Barat dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap merata.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Belilah sesuai kebutuhan, karena semua SPBU akan terus kita suplai semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan. Bahkan sebagian warga rela mengantre dari pagi hingga malam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Merespons situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga langsung mengambil langkah cepat dengan mendorong SPBU memperpanjang jam operasional, termasuk membuka layanan hingga 24 jam.
Executive General Manager Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Isf Ahani menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan pengelola SPBU untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
“SPBU kita dorong untuk memperpanjang pelayanannya. Beberapa SPBU yang sudah 24 jam kita pertahankan, dan akan kita dorong lagi SPBU lain agar bisa melayani lebih lama,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pertamina juga memperkuat kesiapan di lapangan dengan menambah petugas, mulai dari operator hingga pengawas, guna memastikan pelayanan tetap optimal di tengah lonjakan konsumsi.
Di sisi distribusi, Pertamina meningkatkan frekuensi pengiriman BBM ke SPBU. Jika sebelumnya distribusi dilakukan dua kali sehari, kini ditingkatkan menjadi tiga hingga empat kali untuk mengejar kebutuhan.
“Dengan peningkatan hampir 40 persen, suplai ke SPBU memang harus kita tambah. Ini terus kita koordinasikan dan maksimalkan,” jelasnya.
Meski antrean masih terjadi, Pertamina memastikan stok BBM di Kalimantan Barat dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap merata.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Belilah sesuai kebutuhan, karena semua SPBU akan terus kita suplai semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini