Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 20 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), terutama menjelang arus mudik lebaran.
Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di Pontianak dan wilayah Kalbar lainnya dalam kondisi aman. Antrean panjang disebut bukan disebabkan kelangkaan, melainkan lonjakan konsumsi yang signifikan.
Executive General Manager Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Isf Ahani, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan BBM terjadi sejak dimulainya masa Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri 2026.
“Kami telah memantau saat ini terjadi kenaikan rata-rataan 16 persen seluruh wilayah Kalimantan Barat. Dan tertinggi memang di Pontianak itu mencapai 42 persen. Dan ini jauh di atas prediksi dan perkiraan secara nasional,” ujarnya, Jumat (20/3/26)
Mengatasi lonjakan tersebut, Isfahani mengatakan pihaknha telah menyiapkan persediaan di terminal Pertamina Pontianak.
“Terminal BBM Pontianak beroperasi 24 jam dan distribusi ke seluruh SPBU terus dimaksimalkan. Kami juga menambah frekuensi pengiriman ke SPBU menyesuaikan dengan peningkatan kebutuhan,” jelasnya.
Pertamina juga mendorong SPBU untuk memperpanjang jam operasional, bahkan hingga 24 jam, guna mengurai antrean yang terjadi di sejumlah titik.
“SPBU kita dorong untuk mempertanjang pelayanannya. Beberapa SPBU yang sudah 24 jam kita pertahankan, dan kita nanti coba dorong lagi beberapa SPBU yang bisa melayani lebih lama. Dan juga tentu menyiapkan pelayanan seperti operator, pengawas-pengawas di SPBU untuk bisa melayani masyarakat di masa jam pelayanan yang dijanjikan,” sebutnya.
Isf Ahani mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Masyarakat tidak perlu khawatir tentang ketersediaan. Belilah pada saat membutuhkan dan di semua SPBU kita akan masuk semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), terutama menjelang arus mudik lebaran.
Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di Pontianak dan wilayah Kalbar lainnya dalam kondisi aman. Antrean panjang disebut bukan disebabkan kelangkaan, melainkan lonjakan konsumsi yang signifikan.
Executive General Manager Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Isf Ahani, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan BBM terjadi sejak dimulainya masa Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri 2026.
“Kami telah memantau saat ini terjadi kenaikan rata-rataan 16 persen seluruh wilayah Kalimantan Barat. Dan tertinggi memang di Pontianak itu mencapai 42 persen. Dan ini jauh di atas prediksi dan perkiraan secara nasional,” ujarnya, Jumat (20/3/26)
Mengatasi lonjakan tersebut, Isfahani mengatakan pihaknha telah menyiapkan persediaan di terminal Pertamina Pontianak.
“Terminal BBM Pontianak beroperasi 24 jam dan distribusi ke seluruh SPBU terus dimaksimalkan. Kami juga menambah frekuensi pengiriman ke SPBU menyesuaikan dengan peningkatan kebutuhan,” jelasnya.
Pertamina juga mendorong SPBU untuk memperpanjang jam operasional, bahkan hingga 24 jam, guna mengurai antrean yang terjadi di sejumlah titik.
“SPBU kita dorong untuk mempertanjang pelayanannya. Beberapa SPBU yang sudah 24 jam kita pertahankan, dan kita nanti coba dorong lagi beberapa SPBU yang bisa melayani lebih lama. Dan juga tentu menyiapkan pelayanan seperti operator, pengawas-pengawas di SPBU untuk bisa melayani masyarakat di masa jam pelayanan yang dijanjikan,” sebutnya.
Isf Ahani mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Masyarakat tidak perlu khawatir tentang ketersediaan. Belilah pada saat membutuhkan dan di semua SPBU kita akan masuk semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini