Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 11 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Pontianak. Namun, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan, bahwa stok BBM aman dan tidak mengalami kekosongan.
Hal itu disampaikan Edi usai meninjau sejumlah SPBU bersama unsur forkopimda, Kapolresta Pontianak, dandim, serta General Manager Pertamina area Kalbar, pada Rabu (11/03/2026).
Menurutnya, antrean yang terjadi lebih disebabkan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang lebaran, bukan karena kekurangan stok BBM.
“Isu tentang adanya panic buying atau penimbunan sedang kita selidiki apakah benar terjadi. Namun yang jelas, menjelang Idulfitri aktivitas masyarakat memang meningkat sehingga terjadi antrean,” ujar Edi.
Ia menegaskan, secara umum stok BBM di Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak, dalam kondisi aman. Bahkan, Pertamina telah menambah pasokan sekitar 1.000 liter per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Sebenarnya ini hanya isu saja. Pertamina sudah menjamin stok tersedia. Bahkan sekarang ada penambahan sekitar 1.000 liter setiap hari, jadi tidak ada kekosongan di SPBU,” jelasnya.
Edi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Warga dipersilakan mengisi BBM di SPBU seperti biasa sesuai kebutuhan.
Selain itu, pemerintah bersama Forkopimda akan terus melakukan pengawasan untuk mencegah adanya pihak yang memanfaatkan situasi dengan menimbun atau membeli BBM dalam jumlah besar untuk dijual kembali di luar kota.
“Kami berharap tidak ada yang mengambil kesempatan dengan memborong BBM untuk dijual ke luar Pontianak. Ini akan terus kami kawal bersama Forkopimda dan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Pontianak. Namun, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan, bahwa stok BBM aman dan tidak mengalami kekosongan.
Hal itu disampaikan Edi usai meninjau sejumlah SPBU bersama unsur forkopimda, Kapolresta Pontianak, dandim, serta General Manager Pertamina area Kalbar, pada Rabu (11/03/2026).
Menurutnya, antrean yang terjadi lebih disebabkan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang lebaran, bukan karena kekurangan stok BBM.
“Isu tentang adanya panic buying atau penimbunan sedang kita selidiki apakah benar terjadi. Namun yang jelas, menjelang Idulfitri aktivitas masyarakat memang meningkat sehingga terjadi antrean,” ujar Edi.
Ia menegaskan, secara umum stok BBM di Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak, dalam kondisi aman. Bahkan, Pertamina telah menambah pasokan sekitar 1.000 liter per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Sebenarnya ini hanya isu saja. Pertamina sudah menjamin stok tersedia. Bahkan sekarang ada penambahan sekitar 1.000 liter setiap hari, jadi tidak ada kekosongan di SPBU,” jelasnya.
Edi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Warga dipersilakan mengisi BBM di SPBU seperti biasa sesuai kebutuhan.
Selain itu, pemerintah bersama Forkopimda akan terus melakukan pengawasan untuk mencegah adanya pihak yang memanfaatkan situasi dengan menimbun atau membeli BBM dalam jumlah besar untuk dijual kembali di luar kota.
“Kami berharap tidak ada yang mengambil kesempatan dengan memborong BBM untuk dijual ke luar Pontianak. Ini akan terus kami kawal bersama Forkopimda dan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini