Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 06 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus nipah di wilayah Kota Pontianak.
“Informasi virus Nipah yang saya dapatkan dari Dinas Kesehatan, sampai sekarang belum terdapat kasusnya,” ungkap Edi Rusdi Kamtono, Jumat (06/02/2026).
Meski belum ada temuan kasus, Edi telah mengintruksikan dinas kesehatan, seluruh rumah sakit di Kota Pontianak untuk tetap salam kondisi siaga dan meningkatkan kewaspadaan. Terutama dalam mengantisipasi gejala-gejala yang menyerupai penyakit tersebut.
“Jajaran dinas kesehatan dan rumah sakit termasuk puskesmas kita minta tetap siaga. Terutama terhadap gejala-gejala virus tersebut sebagaimana yang kita ketahui semacam flu,” tambah Edi.
Edi juga mengimbau warga untuk tidak mengabaikan gejala penyakit yang dirasakan. Jika mengalami keluhan kesehatan yang mencurigakan diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kita juga minta warga tetap waspada, kalau ada keluargaa atau mereka sendiri yang mengalami gejala-gejala seperti itu segera datang ke pusat kesehatan mulai dari puskesmas, rumah sakit dan mungkin dokter terdekat untuk dilakukan pengobatan,” ujarnya.
Terkait jalur penularan virus Nipah yang diketahui berasal dari kelelawar buah, kemudian menular ke babi dan manusia, Edi menyebut konsumsi kelelawar di Kota Pontianak tergolong sangat minim. Oleh karena itu, pengawasan lebih difokuskan pada komoditas daging babi yang tingkat konsumsinya cukup tinggi.
“Kalau penularannya melalui daging babi dan kelelawar, sepertinya (konsumsi) kelelawar di Kota Pontianak tidak ada. Tapi kalau daging babi kan cukup banyak,” jelas Edi.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota melalui Dinas Pertanian telah melakukan pemeriksaan ketat untuk memastikan keamanan daging yang beredar di masyarakat.
“Jajaran Dinas Pertanian kita juga sudah melakukan upaya untuk memastikan daging ini sehat, terutama di tempat pemotongan hewan dan di pasar-pasar. Warga juga harus waspada,” pungkasnya.
Sebagai informasi virus Nipah (NiV) merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alami. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, maupun kontak erat antarmanusia.
Hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk virus nipah sehingga pencegahan dan kewaspadaan dini menjadi langkah utama. (Lid)
KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus nipah di wilayah Kota Pontianak.
“Informasi virus Nipah yang saya dapatkan dari Dinas Kesehatan, sampai sekarang belum terdapat kasusnya,” ungkap Edi Rusdi Kamtono, Jumat (06/02/2026).
Meski belum ada temuan kasus, Edi telah mengintruksikan dinas kesehatan, seluruh rumah sakit di Kota Pontianak untuk tetap salam kondisi siaga dan meningkatkan kewaspadaan. Terutama dalam mengantisipasi gejala-gejala yang menyerupai penyakit tersebut.
“Jajaran dinas kesehatan dan rumah sakit termasuk puskesmas kita minta tetap siaga. Terutama terhadap gejala-gejala virus tersebut sebagaimana yang kita ketahui semacam flu,” tambah Edi.
Edi juga mengimbau warga untuk tidak mengabaikan gejala penyakit yang dirasakan. Jika mengalami keluhan kesehatan yang mencurigakan diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kita juga minta warga tetap waspada, kalau ada keluargaa atau mereka sendiri yang mengalami gejala-gejala seperti itu segera datang ke pusat kesehatan mulai dari puskesmas, rumah sakit dan mungkin dokter terdekat untuk dilakukan pengobatan,” ujarnya.
Terkait jalur penularan virus Nipah yang diketahui berasal dari kelelawar buah, kemudian menular ke babi dan manusia, Edi menyebut konsumsi kelelawar di Kota Pontianak tergolong sangat minim. Oleh karena itu, pengawasan lebih difokuskan pada komoditas daging babi yang tingkat konsumsinya cukup tinggi.
“Kalau penularannya melalui daging babi dan kelelawar, sepertinya (konsumsi) kelelawar di Kota Pontianak tidak ada. Tapi kalau daging babi kan cukup banyak,” jelas Edi.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota melalui Dinas Pertanian telah melakukan pemeriksaan ketat untuk memastikan keamanan daging yang beredar di masyarakat.
“Jajaran Dinas Pertanian kita juga sudah melakukan upaya untuk memastikan daging ini sehat, terutama di tempat pemotongan hewan dan di pasar-pasar. Warga juga harus waspada,” pungkasnya.
Sebagai informasi virus Nipah (NiV) merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alami. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, maupun kontak erat antarmanusia.
Hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk virus nipah sehingga pencegahan dan kewaspadaan dini menjadi langkah utama. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini