Ketapang    

Wabup Jamhuri Tutup PSBM Desa Mensubang, Dorong Seni Budaya Melayu Jadi Agenda Tahunan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 07 July 2026
Wabup Jamhuri Tutup PSBM Desa Mensubang, Dorong Seni Budaya Melayu Jadi Agenda Tahunan
Wabup Ketapang Jamhuri Amir mendorong PSBM Desa Mensubang menjadi agenda tahunan demi melestarikan budaya Melayu (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, resmi ditutup pada Sabtu (4/7/2026) malam. Penutupan berlangsung meriah dan menjadi puncak perayaan budaya yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Prosesi penutupan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, didampingi Camat Nanga Tayap, Kepala Desa Mensubang, panitia penyelenggara, serta tamu undangan lainnya.

Kedatangan Wakil Bupati disambut melalui prosesi adat tepung tawar Melayu, atraksi pencak silat, hingga tradisi pemancungan sebatang tebu sebagai simbol penghormatan kepada tamu kehormatan sekaligus bentuk pelestarian adat istiadat Melayu.

Dalam sambutannya, Jamhuri Amir menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, khususnya Camat Nanga Tayap, yang dinilai berhasil menginisiasi Pagelaran Seni Budaya Melayu hingga berjalan sukses.

“Terima kasih kepada Pak Camat beserta seluruh panitia yang telah menjaga marwah Melayu. Sesuai falsafah tak lekang Melayu dimakan zaman, warisan budaya yang ditinggalkan para leluhur jangan sampai hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurut Jamhuri, PSBM bukan sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangkitkan kembali ingatan kolektif terhadap permainan dan tradisi Melayu yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

“Dengan adanya pagelaran seni budaya ini, kenangan masa kecil kita muncul kembali. Saya berharap kearifan lokal seperti ini dapat didorong menjadi bagian dari muatan lokal di sekolah sehingga anak-anak kita tetap mengenal budaya daerahnya,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya. Bahkan, ia berharap PSBM Desa Mensubang dapat menjadi agenda rutin tahunan sekaligus menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Ketapang.

“Saya berharap ke depan tidak hanya Kecamatan Nanga Tayap, tetapi kecamatan lainnya juga menggelar kegiatan seperti ini. PSBM menjadi role model bagi tumbuh dan berkembangnya khazanah budaya Melayu di Kabupaten Ketapang. Mari bersama-sama kita lestarikan kekayaan budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mensubang, Ria Andriawan, berharap PSBM menjadi tonggak awal dalam memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk membangun, membangkitkan, dan melestarikan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang.

“Mudah-mudahan apa yang dimulai dari Desa Mensubang ini menjadi titik awal sekaligus tolok ukur kemajuan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ria Andriawan menyampaikan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

“Bagaimana membelah pinang. Ambillah kacip parang untuk membelah. Bagaimana hati tak senang. Penyelenggaraan PSBM begitu meriah.”

Kemeriahan penutupan semakin terasa dengan penampilan tari khas Melayu Tajuk Rindu yang dibawakan para penari asal Desa Mensubang.

Malam puncak PSBM juga dihibur penampilan grup musik legendaris Kalimantan Barat, Arwana Band, yang sukses menghibur ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Usai acara, Wakil Bupati Ketapang turut mengunjungi sejumlah stan pameran yang menampilkan produk UMKM lokal, hasil kerajinan, serta berbagai potensi unggulan yang dipamerkan dalam kawasan Pagelaran Seni Budaya Melayu Desa Mensubang. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Ketua DPRD Ketapang Desak PLN Transparan soal Pemadaman Bergilir yang Bikin Warga Resah
Tuesday, 07 July 2026
Artikel Sebelumnya
Edi Kamtono: Digitalisasi Peradilan Harus Tetap Humanis
Tuesday, 07 July 2026

Berita terkait