Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 07 July 2026 |
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat akhirnya membeberkan penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat sejak 2 Juli 2026. PLN menegaskan gangguan tersebut murni disebabkan persoalan teknis pada pembangkit, bukan akibat kekurangan pasokan batu bara maupun energi primer.
Penjelasan itu disampaikan langsung General Manager PLN UID Kalbar, Maria G. I. Gunawan, saat bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Kantor PLN UP3 Pontianak, Selasa (7/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Maria juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak pemadaman listrik selama beberapa hari terakhir.
"Kami mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat yang terdampak pemadaman listrik sejak Kamis, 2 Juli lalu," katanya.
Maria menjelaskan, gangguan bermula ketika salah satu unit pembangkit berkapasitas 100 megawatt (MW), yang merupakan pembangkit terbesar di Kalimantan Barat, mengalami kebocoran pada pipa boiler.
Berdasarkan hasil investigasi awal, unit tersebut harus dihentikan operasinya atau forced outage agar kerusakan tidak semakin parah.
"Kalau tidak segera diperbaiki, dampaknya bisa jauh lebih besar dan pemadaman dapat berlangsung lebih lama," ujarnya.
Kondisi itu, lanjut Maria, diperberat karena pada saat yang sama beberapa unit pembangkit lainnya sedang menjalani pemeliharaan terencana sehingga belum dapat menggantikan pasokan daya yang hilang.
Akibatnya, PLN menerapkan manajemen beban atau pemadaman bergilir guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan di Kalimantan Barat.
Maria juga meluruskan isu yang sempat beredar di masyarakat terkait dugaan krisis batu bara sebagai penyebab pemadaman.
"Yang terjadi di Kalimantan Barat murni gangguan teknis. Tidak ada hubungannya dengan pasokan batu bara maupun energi primer lainnya. Kondisi stok kami aman," tegasnya.
Sejak gangguan terjadi, kata Maria, seluruh personel PLN terus bekerja mempercepat proses pemulihan, termasuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan sejumlah pembangkit lain agar segera kembali beroperasi dan menambah pasokan listrik ke sistem.
Ia menyebut kondisi kelistrikan mulai menunjukkan perbaikan. Durasi maupun cakupan pemadaman dalam beberapa hari terakhir disebut semakin berkurang dibandingkan saat awal gangguan terjadi.
Maria mengungkapkan progres perbaikan pembangkit yang mengalami kerusakan telah mencapai sekitar 55 persen.
PLN menargetkan unit pembangkit tersebut kembali beroperasi pada 11 Juli 2026 sehingga sistem kelistrikan di Kalimantan Barat dapat pulih sepenuhnya.
"Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses perbaikan berjalan lancar sehingga sistem kelistrikan bisa segera kembali normal," tutup Maria. (Lid)
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat akhirnya membeberkan penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat sejak 2 Juli 2026. PLN menegaskan gangguan tersebut murni disebabkan persoalan teknis pada pembangkit, bukan akibat kekurangan pasokan batu bara maupun energi primer.
Penjelasan itu disampaikan langsung General Manager PLN UID Kalbar, Maria G. I. Gunawan, saat bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Kantor PLN UP3 Pontianak, Selasa (7/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Maria juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak pemadaman listrik selama beberapa hari terakhir.
"Kami mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat yang terdampak pemadaman listrik sejak Kamis, 2 Juli lalu," katanya.
Maria menjelaskan, gangguan bermula ketika salah satu unit pembangkit berkapasitas 100 megawatt (MW), yang merupakan pembangkit terbesar di Kalimantan Barat, mengalami kebocoran pada pipa boiler.
Berdasarkan hasil investigasi awal, unit tersebut harus dihentikan operasinya atau forced outage agar kerusakan tidak semakin parah.
"Kalau tidak segera diperbaiki, dampaknya bisa jauh lebih besar dan pemadaman dapat berlangsung lebih lama," ujarnya.
Kondisi itu, lanjut Maria, diperberat karena pada saat yang sama beberapa unit pembangkit lainnya sedang menjalani pemeliharaan terencana sehingga belum dapat menggantikan pasokan daya yang hilang.
Akibatnya, PLN menerapkan manajemen beban atau pemadaman bergilir guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan di Kalimantan Barat.
Maria juga meluruskan isu yang sempat beredar di masyarakat terkait dugaan krisis batu bara sebagai penyebab pemadaman.
"Yang terjadi di Kalimantan Barat murni gangguan teknis. Tidak ada hubungannya dengan pasokan batu bara maupun energi primer lainnya. Kondisi stok kami aman," tegasnya.
Sejak gangguan terjadi, kata Maria, seluruh personel PLN terus bekerja mempercepat proses pemulihan, termasuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan sejumlah pembangkit lain agar segera kembali beroperasi dan menambah pasokan listrik ke sistem.
Ia menyebut kondisi kelistrikan mulai menunjukkan perbaikan. Durasi maupun cakupan pemadaman dalam beberapa hari terakhir disebut semakin berkurang dibandingkan saat awal gangguan terjadi.
Maria mengungkapkan progres perbaikan pembangkit yang mengalami kerusakan telah mencapai sekitar 55 persen.
PLN menargetkan unit pembangkit tersebut kembali beroperasi pada 11 Juli 2026 sehingga sistem kelistrikan di Kalimantan Barat dapat pulih sepenuhnya.
"Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses perbaikan berjalan lancar sehingga sistem kelistrikan bisa segera kembali normal," tutup Maria. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini