Pontianak    

9 Arwana Mati Akibat Pemadaman Listrik, Warga Pontianak Klaim Rugi Rp90 Juta

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 08 July 2026
9 Arwana Mati Akibat Pemadaman Listrik, Warga Pontianak Klaim Rugi Rp90 Juta
Pemadaman listrik di Kalbar membuat sembilan ikan arwana milik warga Pontianak mati. Kerugian ditaksir mencapai Rp90 juta (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian materi. Salah satunya dialami Hendry Pangestu Lim, warga Kota Pontianak, yang mengaku kehilangan sembilan ekor ikan arwana akibat padamnya aliran listrik.

Hendry mengatakan seluruh ikan arwana miliknya mati karena sistem pendukung akuarium berhenti berfungsi saat listrik padam.

"Sembilan ekor arwana mati. Kami sudah menyiapkan kuasa hukum untuk melayangkan surat kepada PLN. Mudah-mudahan ada kompensasi juga," kata Hendry usai mengikuti pertemuan dengan manajemen PLN UID Kalbar bersama lintas organisasi masyarakat (ormas) di Pontianak, Selasa (7/7/2026).

Ia memperkirakan total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp90 juta. Menurutnya, satu ekor ikan arwana yang mati memiliki nilai sekitar Rp10 juta.

"Kerugiannya satu ekor sekitar Rp10 juta," ujarnya.

Tak hanya mengalami kerugian materi, Hendry juga mengungkapkan keluarganya terpaksa mengungsi ke hotel karena memiliki cucu yang baru berusia tiga hari. Menurutnya, bayi tersebut tidak memungkinkan bertahan di rumah tanpa aliran listrik.

"Belum lagi cucu saya baru tiga hari lahir. Karena pemadaman kami harus mengungsi dan menginap di hotel dari Jumat sampai Sabtu. Bayangkan bayi tiga hari tentu tidak tahan dengan kondisi panas," katanya.

Hendry mengaku kecewa karena masyarakat tidak memperoleh informasi yang memadai terkait penyebab maupun durasi pemadaman listrik yang terjadi.

"Alasan listrik padam itu tidak jelas. Hanya PLN yang tahu. Kami sebagai masyarakat hanya merasakan dampaknya," ucapnya.

Menurutnya, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat secara umum.

"Yang jelas pemadaman listrik ini sangat merugikan. Jangankan pengusaha, masyarakat biasa saja saya yakin semuanya dirugikan," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Hendry juga meminta PLN menepati target pemulihan sistem kelistrikan yang dijadwalkan selesai pada 11 Juli 2026.

"Tadi Bu GM sudah menyampaikan insyaallah tanggal 11 Juli normal kembali. Mudah-mudahan jangan meleset. Kalau meleset, kami akan mengajak warga Kota Pontianak datang dan menginap di kantor PLN," ujarnya.

Selain itu, ia mendesak PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kompensasi sudah saya sampaikan. PLN harus memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak pemadaman sesuai aturan. Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan bersama teman-teman bisa direalisasikan," tutup Hendry. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Ledakan Tabung Gas Diduga Picu Kebakaran Kafe di Pontianak, Empat Karyawan Terluka
Tuesday, 07 July 2026
Artikel Sebelumnya
PKK Pontianak Tinggalkan Cara Manual, Yanieta Dorong Transformasi Digital Kader
Tuesday, 07 July 2026

Berita terkait