Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 07 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Tim Penggerak PKK Kota Pontianak mulai mendorong transformasi digital dalam menjalankan program organisasi. Pendataan yang selama ini dilakukan secara manual kini diarahkan beralih ke sistem digital agar lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Semangat perubahan itu tergambar dalam kegiatan bertema "Mewujudkan PKK Mandiri melalui Transformasi Digital untuk Menyinergikan Ekonomi dan Kesehatan Keluarga" yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti kader PKK dari 29 kelurahan dan enam kecamatan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menegaskan bahwa kader PKK tidak hanya bertugas menjalankan 10 program pokok PKK, tetapi juga harus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
"Menjadi kader PKK itu bukan sekadar menjalankan program saja. Tetapi kita juga harus menjadi agen dan penggerak perubahan di tengah keluarga dan di tengah lingkungan masyarakat," tegasnya.
Yanieta memberikan apresiasi kepada seluruh kader PKK di tingkat kelurahan dan kecamatan yang selama ini telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan dedikasi dalam menjalankan berbagai program. Namun menurutnya, perkembangan zaman menuntut PKK ikut beradaptasi, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah pembaruan sistem pendataan. Selama ini berbagai data, mulai dari dasawisma, stunting, hingga UMKM binaan PKK masih banyak dicatat secara manual.
"Saya berharap kecamatan dan kelurahan segera melakukan pembaharuan data pengurus secara lengkap dan tepat menggunakan teknologi digital mulai dari sekarang," katanya.
Menurut Yanieta, digitalisasi data menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efektivitas program PKK. Dengan sistem pendataan yang terintegrasi dari tingkat kelurahan hingga kota, berbagai persoalan di lapangan dapat dipetakan lebih cepat, mulai dari gizi buruk, kesehatan ibu dan anak, hingga potensi ekonomi keluarga.
"Data yang valid adalah kompas dalam menentukan arah program 10 pokok PKK. Agar bantuan dan intervensi yang dilakukan di masyarakat tepat sasaran," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk tidak ragu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dalam mendukung pekerjaan administrasi.
"Jangan takut menggunakan teknologi. Teknologi akan membantu kita. Dulu data diolah manual, sekarang dengan AI proses menyimpan, memperbaiki, meringkas jadi mudah dan cepat," ungkap Yanieta.
Meski mendorong digitalisasi, Yanieta menegaskan pemanfaatan media sosial bukan sekadar untuk menunjukkan aktivitas organisasi, tetapi sebagai sarana menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
"Saya selalu memperhatikan kegiatan PKK Kecamatan dan Kelurahan di media sosial. Semua sudah menggunakan teknologi digital. Bukan untuk pamer atau menonjolkan diri, tapi inilah bentuk kegiatan di masyarakat," jelasnya.
Ia mencontohkan, pelaksanaan lomba Hari Kesatuan Gerak PKK kini juga telah mengikuti perkembangan zaman. Peserta tidak hanya membuat karya seperti eco print, tetapi juga dituntut mampu mempublikasikannya melalui vlog, video konten, hingga desain grafis.
Bagi kader yang belum menguasai teknologi digital, Yanieta mendorong adanya kolaborasi dengan aparatur yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi.
"Tim penggerak PKK baik di kecamatan maupun kelurahan kerjasamakan dengan IT yang ada di kantor camat atau kelurahan. Buat pelatihan. Gimana cara membuat vlog, mengedit video, membuat konten. Ini perlu kreativitas," pesannya.
Ia menegaskan, semangat gotong royong harus tetap menjadi kekuatan utama PKK dalam menjalankan transformasi digital.
"PKK ini organisasi yang tumbuh dari semangat gotong royong. Jadi PKK kecamatan atau kelurahan tidak bergerak sendiri. Kita merupakan bagian dari PKK Kota Pontianak sehingga semua harus berkolaborasi," tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Tim Penggerak PKK Kota Pontianak mulai mendorong transformasi digital dalam menjalankan program organisasi. Pendataan yang selama ini dilakukan secara manual kini diarahkan beralih ke sistem digital agar lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Semangat perubahan itu tergambar dalam kegiatan bertema "Mewujudkan PKK Mandiri melalui Transformasi Digital untuk Menyinergikan Ekonomi dan Kesehatan Keluarga" yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti kader PKK dari 29 kelurahan dan enam kecamatan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menegaskan bahwa kader PKK tidak hanya bertugas menjalankan 10 program pokok PKK, tetapi juga harus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
"Menjadi kader PKK itu bukan sekadar menjalankan program saja. Tetapi kita juga harus menjadi agen dan penggerak perubahan di tengah keluarga dan di tengah lingkungan masyarakat," tegasnya.
Yanieta memberikan apresiasi kepada seluruh kader PKK di tingkat kelurahan dan kecamatan yang selama ini telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan dedikasi dalam menjalankan berbagai program. Namun menurutnya, perkembangan zaman menuntut PKK ikut beradaptasi, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah pembaruan sistem pendataan. Selama ini berbagai data, mulai dari dasawisma, stunting, hingga UMKM binaan PKK masih banyak dicatat secara manual.
"Saya berharap kecamatan dan kelurahan segera melakukan pembaharuan data pengurus secara lengkap dan tepat menggunakan teknologi digital mulai dari sekarang," katanya.
Menurut Yanieta, digitalisasi data menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efektivitas program PKK. Dengan sistem pendataan yang terintegrasi dari tingkat kelurahan hingga kota, berbagai persoalan di lapangan dapat dipetakan lebih cepat, mulai dari gizi buruk, kesehatan ibu dan anak, hingga potensi ekonomi keluarga.
"Data yang valid adalah kompas dalam menentukan arah program 10 pokok PKK. Agar bantuan dan intervensi yang dilakukan di masyarakat tepat sasaran," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk tidak ragu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dalam mendukung pekerjaan administrasi.
"Jangan takut menggunakan teknologi. Teknologi akan membantu kita. Dulu data diolah manual, sekarang dengan AI proses menyimpan, memperbaiki, meringkas jadi mudah dan cepat," ungkap Yanieta.
Meski mendorong digitalisasi, Yanieta menegaskan pemanfaatan media sosial bukan sekadar untuk menunjukkan aktivitas organisasi, tetapi sebagai sarana menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
"Saya selalu memperhatikan kegiatan PKK Kecamatan dan Kelurahan di media sosial. Semua sudah menggunakan teknologi digital. Bukan untuk pamer atau menonjolkan diri, tapi inilah bentuk kegiatan di masyarakat," jelasnya.
Ia mencontohkan, pelaksanaan lomba Hari Kesatuan Gerak PKK kini juga telah mengikuti perkembangan zaman. Peserta tidak hanya membuat karya seperti eco print, tetapi juga dituntut mampu mempublikasikannya melalui vlog, video konten, hingga desain grafis.
Bagi kader yang belum menguasai teknologi digital, Yanieta mendorong adanya kolaborasi dengan aparatur yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi.
"Tim penggerak PKK baik di kecamatan maupun kelurahan kerjasamakan dengan IT yang ada di kantor camat atau kelurahan. Buat pelatihan. Gimana cara membuat vlog, mengedit video, membuat konten. Ini perlu kreativitas," pesannya.
Ia menegaskan, semangat gotong royong harus tetap menjadi kekuatan utama PKK dalam menjalankan transformasi digital.
"PKK ini organisasi yang tumbuh dari semangat gotong royong. Jadi PKK kecamatan atau kelurahan tidak bergerak sendiri. Kita merupakan bagian dari PKK Kota Pontianak sehingga semua harus berkolaborasi," tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini