Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 07 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Musibah menimpa Ani (57), warga Gang Alpokat Indah Jalur 5, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Rumah yang ditempatinya di tepian Sungai Kapuas roboh pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung, perempuan yang tinggal seorang diri itu selamat tanpa mengalami cedera.
Dengan mata berkaca-kaca, Ani menceritakan detik-detik rumahnya ambruk. Saat itu, ia baru selesai memasak dan sedang beristirahat sambil mendengarkan radio.
"Saya habis masak, lalu duduk sambil mendengarkan radio. Tiba-tiba terdengar bunyi seperti kayu berderak. Awalnya saya kira anak-anak sedang bermain layang-layang. Tetapi bunyinya semakin keras dan bangunan turun (ambruk). Saat itu posisi saya masih dalam keadaan duduk di lantai,” ceritanya usai menerima bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak yang diserahkan Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, Selasa (7/7/2026).
Ani mengaku sempat terpaku karena terkejut melihat rumahnya mulai roboh. Meski demikian, ia bersyukur dapat menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.
"Alhamdulillah saya selamat. Saya tinggal sendirian di rumah," katanya.
Perempuan yang telah menempati rumah tersebut sejak 2020 itu mengaku sehari-hari bekerja serabutan dengan membantu warga berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pascakejadian, Pemerintah Kota Pontianak telah menyalurkan bantuan dan memastikan rumah Ani akan segera diperbaiki.
Atas perhatian tersebut, Ani menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak. Ia berharap rumahnya bisa kembali berdiri meski dengan ukuran sederhana.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota. Mudah-mudahan selalu diberi kemudahan. Saya berharap rumah saya bisa diperbaiki. Walaupun kecil, yang penting kuat dan aman untuk ditempati," lirihnya.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, turun langsung meninjau lokasi bersama jajaran perangkat daerah untuk memastikan penanganan terhadap korban berjalan optimal.
Bahasan menjelaskan, peninjauan dilakukan bersama camat, lurah, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Insyaallah rumah ini akan segera diperbaiki melalui Dinas Perkim. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah juga telah menawarkan tempat tinggal sementara di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Namun, Ani memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi.
Menurut Bahasan, proses penanganan akan dipercepat mengingat kondisi rumah sudah tidak layak dihuni. Selain itu, Pemkot Pontianak juga akan meningkatkan pengawasan terhadap rumah-rumah yang berada di kawasan rawan, khususnya di bantaran sungai.
Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan rumah yang kondisinya sudah lapuk, miring, atau mengalami kerusakan pada fondasi. Laporan dapat disampaikan kepada ketua RT, lurah, maupun Dinas Perkim agar segera ditindaklanjuti.
"Kami mengharapkan kerja sama masyarakat. Jangan menunggu sampai terjadi musibah. Jika kondisi rumah sudah mengkhawatirkan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti," katanya.
Bahasan menilai peristiwa rumah roboh seperti ini perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila tidak diantisipasi sejak dini. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban.
Ia juga meminta para lurah mendata rumah-rumah di kawasan bantaran sungai yang kondisinya sudah miring atau berpotensi roboh sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kota Pontianak. (*)
KALBARONLINE.com – Musibah menimpa Ani (57), warga Gang Alpokat Indah Jalur 5, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Rumah yang ditempatinya di tepian Sungai Kapuas roboh pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung, perempuan yang tinggal seorang diri itu selamat tanpa mengalami cedera.
Dengan mata berkaca-kaca, Ani menceritakan detik-detik rumahnya ambruk. Saat itu, ia baru selesai memasak dan sedang beristirahat sambil mendengarkan radio.
"Saya habis masak, lalu duduk sambil mendengarkan radio. Tiba-tiba terdengar bunyi seperti kayu berderak. Awalnya saya kira anak-anak sedang bermain layang-layang. Tetapi bunyinya semakin keras dan bangunan turun (ambruk). Saat itu posisi saya masih dalam keadaan duduk di lantai,” ceritanya usai menerima bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak yang diserahkan Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, Selasa (7/7/2026).
Ani mengaku sempat terpaku karena terkejut melihat rumahnya mulai roboh. Meski demikian, ia bersyukur dapat menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.
"Alhamdulillah saya selamat. Saya tinggal sendirian di rumah," katanya.
Perempuan yang telah menempati rumah tersebut sejak 2020 itu mengaku sehari-hari bekerja serabutan dengan membantu warga berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pascakejadian, Pemerintah Kota Pontianak telah menyalurkan bantuan dan memastikan rumah Ani akan segera diperbaiki.
Atas perhatian tersebut, Ani menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak. Ia berharap rumahnya bisa kembali berdiri meski dengan ukuran sederhana.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota. Mudah-mudahan selalu diberi kemudahan. Saya berharap rumah saya bisa diperbaiki. Walaupun kecil, yang penting kuat dan aman untuk ditempati," lirihnya.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, turun langsung meninjau lokasi bersama jajaran perangkat daerah untuk memastikan penanganan terhadap korban berjalan optimal.
Bahasan menjelaskan, peninjauan dilakukan bersama camat, lurah, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Insyaallah rumah ini akan segera diperbaiki melalui Dinas Perkim. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah juga telah menawarkan tempat tinggal sementara di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Namun, Ani memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi.
Menurut Bahasan, proses penanganan akan dipercepat mengingat kondisi rumah sudah tidak layak dihuni. Selain itu, Pemkot Pontianak juga akan meningkatkan pengawasan terhadap rumah-rumah yang berada di kawasan rawan, khususnya di bantaran sungai.
Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan rumah yang kondisinya sudah lapuk, miring, atau mengalami kerusakan pada fondasi. Laporan dapat disampaikan kepada ketua RT, lurah, maupun Dinas Perkim agar segera ditindaklanjuti.
"Kami mengharapkan kerja sama masyarakat. Jangan menunggu sampai terjadi musibah. Jika kondisi rumah sudah mengkhawatirkan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti," katanya.
Bahasan menilai peristiwa rumah roboh seperti ini perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila tidak diantisipasi sejak dini. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban.
Ia juga meminta para lurah mendata rumah-rumah di kawasan bantaran sungai yang kondisinya sudah miring atau berpotensi roboh sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kota Pontianak. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini