Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 07 July 2026 |
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) terus mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat setelah gangguan pada boiler PLTU memicu pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah. Estimasi pemulihan yang semula ditargetkan pada 11 hingga 12 Juli 2026 diupayakan dapat selesai lebih cepat.
Kepastian itu disampaikan Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi, saat menerima kunjungan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di PLTD Siantan, Selasa (7/7/2026).
Shofwan menjelaskan, gangguan pada boiler PLTU yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan Barat berdampak pada pasokan listrik di berbagai daerah, termasuk Kota Pontianak. Meski target pemulihan berada pada 11 hingga 12 Juli, PLN terus melakukan percepatan agar layanan kembali normal secepat mungkin.
"Kami tetap berupaya melakukan percepatan pemulihan. Durasi pemadaman sudah semakin singkat. Yang tadinya enam jam menjadi sekitar empat jam, kemudian sesi pemadaman yang sebelumnya tiga kali kini menjadi dua kali. Untuk pagi hari juga sudah berhasil kami amankan sehingga tidak ada pemadaman," ujarnya.
Terkait kompensasi bagi pelanggan terdampak, Shofwan menjelaskan mekanismenya telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku dan akan diproses melalui sistem yang dimiliki PLN.
Menanggapi penjelasan tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meminta PLN mengerahkan seluruh sumber daya agar proses pemulihan sistem kelistrikan bisa selesai lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.
"Kita minta dipercepat karena pemadaman ini sangat meresahkan masyarakat. Informasi yang kami terima, perbaikan ditargetkan selesai pada 11 sampai 12 Juli. Harapan kita tentu bisa lebih cepat sehingga pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal," katanya.
Edi mengungkapkan, selama beberapa hari terakhir dirinya menerima banyak keluhan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM yang mengalami kerugian, bahan makanan yang rusak akibat listrik padam, hingga aktivitas warga yang terganggu.
Karena itu, ia meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh agar gangguan serupa tidak kembali terulang.
"Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. PLN perlu memperkuat mitigasi terhadap potensi gangguan sehingga masyarakat tidak kembali dirugikan akibat pemadaman berkepanjangan," tegasnya.
Selain meminta percepatan pemulihan, Edi juga mengimbau masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi tetap menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum maupun aset negara.
"Silakan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai merusak fasilitas atau aset negara. Yang terpenting, aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dengan baik," pesannya.
Kunjungan ke PLTD Siantan dilakukan untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai penyebab gangguan kelistrikan sekaligus memastikan langkah-langkah percepatan pemulihan yang dilakukan PLN bagi masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya. (*)
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) terus mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat setelah gangguan pada boiler PLTU memicu pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah. Estimasi pemulihan yang semula ditargetkan pada 11 hingga 12 Juli 2026 diupayakan dapat selesai lebih cepat.
Kepastian itu disampaikan Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi, saat menerima kunjungan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di PLTD Siantan, Selasa (7/7/2026).
Shofwan menjelaskan, gangguan pada boiler PLTU yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan Barat berdampak pada pasokan listrik di berbagai daerah, termasuk Kota Pontianak. Meski target pemulihan berada pada 11 hingga 12 Juli, PLN terus melakukan percepatan agar layanan kembali normal secepat mungkin.
"Kami tetap berupaya melakukan percepatan pemulihan. Durasi pemadaman sudah semakin singkat. Yang tadinya enam jam menjadi sekitar empat jam, kemudian sesi pemadaman yang sebelumnya tiga kali kini menjadi dua kali. Untuk pagi hari juga sudah berhasil kami amankan sehingga tidak ada pemadaman," ujarnya.
Terkait kompensasi bagi pelanggan terdampak, Shofwan menjelaskan mekanismenya telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku dan akan diproses melalui sistem yang dimiliki PLN.
Menanggapi penjelasan tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meminta PLN mengerahkan seluruh sumber daya agar proses pemulihan sistem kelistrikan bisa selesai lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.
"Kita minta dipercepat karena pemadaman ini sangat meresahkan masyarakat. Informasi yang kami terima, perbaikan ditargetkan selesai pada 11 sampai 12 Juli. Harapan kita tentu bisa lebih cepat sehingga pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal," katanya.
Edi mengungkapkan, selama beberapa hari terakhir dirinya menerima banyak keluhan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM yang mengalami kerugian, bahan makanan yang rusak akibat listrik padam, hingga aktivitas warga yang terganggu.
Karena itu, ia meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh agar gangguan serupa tidak kembali terulang.
"Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. PLN perlu memperkuat mitigasi terhadap potensi gangguan sehingga masyarakat tidak kembali dirugikan akibat pemadaman berkepanjangan," tegasnya.
Selain meminta percepatan pemulihan, Edi juga mengimbau masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi tetap menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum maupun aset negara.
"Silakan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai merusak fasilitas atau aset negara. Yang terpenting, aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dengan baik," pesannya.
Kunjungan ke PLTD Siantan dilakukan untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai penyebab gangguan kelistrikan sekaligus memastikan langkah-langkah percepatan pemulihan yang dilakukan PLN bagi masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini