Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 03 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Banyaknya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Menindaklanjuti berbagai aduan tersebut, Edi segera berkoordinasi dengan PT PLN untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong percepatan pemulihan pasokan listrik.
Menurut Edi, pemadaman listrik telah berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, usaha kecil, hingga pelayanan publik. Karena itu, Pemerintah Kota Pontianak merasa perlu menyampaikan langsung aspirasi dan keresahan warga kepada pihak PLN.
"Saya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir ini. Sebagai kepala daerah, saya berkewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat dan meminta agar PLN segera mengambil langkah-langkah percepatan pemulihan," ujar Edi, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan hasil koordinasi dengan PLN, pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan teknis pada sejumlah unit pembangkit serta berkurangnya pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan sekaligus menghindari terjadinya pemadaman total (blackout).
Meski memahami kondisi teknis yang dihadapi, Edi menegaskan masyarakat tetap membutuhkan kepastian informasi dan penanganan yang cepat. Oleh karena itu, ia meminta PLN bekerja secara maksimal, transparan, dan komunikatif dalam menyampaikan perkembangan proses pemulihan kepada masyarakat.
"Kami memahami kondisi teknis yang terjadi. Namun di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan kepastian. Listrik adalah kebutuhan dasar yang menyangkut aktivitas sehari-hari. Karena itu, saya meminta PLN agar penanganan dilakukan secepat-cepatnya dan informasi kepada masyarakat terus diperbarui," tegasnya.
Edi juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif selama proses pemulihan berlangsung.
Ia memastikan Pemerintah Kota Pontianak akan terus memantau perkembangan penanganan gangguan kelistrikan hingga pasokan listrik di wilayah Kota Pontianak kembali normal. (*)
KALBARONLINE.com – Banyaknya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Menindaklanjuti berbagai aduan tersebut, Edi segera berkoordinasi dengan PT PLN untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong percepatan pemulihan pasokan listrik.
Menurut Edi, pemadaman listrik telah berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, usaha kecil, hingga pelayanan publik. Karena itu, Pemerintah Kota Pontianak merasa perlu menyampaikan langsung aspirasi dan keresahan warga kepada pihak PLN.
"Saya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir ini. Sebagai kepala daerah, saya berkewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat dan meminta agar PLN segera mengambil langkah-langkah percepatan pemulihan," ujar Edi, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan hasil koordinasi dengan PLN, pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan teknis pada sejumlah unit pembangkit serta berkurangnya pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan sekaligus menghindari terjadinya pemadaman total (blackout).
Meski memahami kondisi teknis yang dihadapi, Edi menegaskan masyarakat tetap membutuhkan kepastian informasi dan penanganan yang cepat. Oleh karena itu, ia meminta PLN bekerja secara maksimal, transparan, dan komunikatif dalam menyampaikan perkembangan proses pemulihan kepada masyarakat.
"Kami memahami kondisi teknis yang terjadi. Namun di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan kepastian. Listrik adalah kebutuhan dasar yang menyangkut aktivitas sehari-hari. Karena itu, saya meminta PLN agar penanganan dilakukan secepat-cepatnya dan informasi kepada masyarakat terus diperbarui," tegasnya.
Edi juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif selama proses pemulihan berlangsung.
Ia memastikan Pemerintah Kota Pontianak akan terus memantau perkembangan penanganan gangguan kelistrikan hingga pasokan listrik di wilayah Kota Pontianak kembali normal. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini