Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 01 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Pengabdian tenaga kesehatan di wilayah pedalaman Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan setempat.
Di tengah keterbatasan akses dan kondisi geografis yang sulit, para tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melakukan rujukan pasien yang harus ditempuh melalui jalur sungai.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang bertugas di desa-desa dan wilayah perhuluan.
Menurutnya, kehadiran tenaga kesehatan di daerah yang sulit dijangkau menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh hak atas pelayanan kesehatan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di daerah pedalaman atau yang bertugas di desa-desa. Di tengah keterbatasan akses dan berbagai tantangan di lapangan, mereka tetap hadir memberikan pelayanan dan memastikan masyarakat mendapatkan haknya atas pelayanan kesehatan,” kata dr. Feria, Kamis (30/9/2026).
Ia menilai tugas tenaga kesehatan di wilayah pedalaman tidak mudah. Kondisi geografis serta keterbatasan akses transportasi menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan.
“Pengabdian para tenaga kesehatan di pedalaman tentu tidak mudah. Karena itu, kami berharap semangat dan dedikasi mereka terus terjaga, sebab kehadiran mereka sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau,” tuturnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang saat ini tengah melakukan seleksi tenaga kesehatan yang dinilai memiliki pengabdian di wilayah pedalaman.
Feria menjelaskan, penghargaan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di desa-desa dan daerah perhuluan.
“Untuk nakes-nakes hebat yang bertugas di desa-desa dan daerah perhuluan, saat ini kami juga sedang melakukan seleksi untuk memberikan penghargaan. Penghargaan ini khusus bagi nakes yang bertugas di desa-desa, bukan di wilayah perkotaan,” katanya.
Gambaran mengenai beratnya akses pelayanan kesehatan dapat ditemukan di Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang.
Bagian Pelayanan Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Evi Yuspitasari, mengatakan sejumlah wilayah di kecamatan tersebut masih mengandalkan jalur sungai untuk proses rujukan pasien.
“Wilayah tersebut cukup istimewa, sampai saat ini untuk membawa pasien rujukan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) ke puskesmas induk memang kebanyakan harus menggunakan jalur sungai,” ujar Evi.
Menurutnya, tenaga kesehatan biasanya memanfaatkan perahu bermesin milik warga maupun desa untuk membawa pasien dari Pustu menuju puskesmas induk.
“Biasanya untuk rujukan menggunakan perahu mesin milik warga atau desa,” katanya.
Evi menjelaskan, pasien yang membutuhkan rujukan dari Pustu menuju puskesmas induk di Desa Menyumbung, Kecamatan Hulu Sungai, harus menempuh perjalanan melalui jalur sungai.
Jika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut yang tidak dapat dilakukan di puskesmas induk, proses rujukan dilanjutkan menuju RS Sandai di Kecamatan Sandai melalui jalur darat.
“Untuk rujukan dari pustu menuju puskesmas induk yang ada di Desa Menyumbung menggunakan jalur sungai, dan apabila di puskesmas induk tidak dapat menangani maka rujukan selanjutnya ke RS Sandai yang berada di Kecamatan Sandai dengan menggunakan jalur darat,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran tantangan pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Ketapang.
Meski harus menghadapi keterbatasan akses dan medan yang tidak mudah, para tenaga kesehatan tetap berupaya hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang berharap dedikasi tersebut terus terjaga sehingga masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Sebagai informasi, sebelumnya juga diberitakan seorang ibu hamil di wilayah pedalaman Ketapang terpaksa melahirkan di atas perahu saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Hulu Sungai. Pasien tersebut dirujuk menggunakan perahu dari Pustu karena keterbatasan fasilitas dan sulitnya akses darat. Beruntung, ibu dan bayinya selamat hingga tiba di fasilitas kesehatan. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Pengabdian tenaga kesehatan di wilayah pedalaman Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan setempat.
Di tengah keterbatasan akses dan kondisi geografis yang sulit, para tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melakukan rujukan pasien yang harus ditempuh melalui jalur sungai.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang bertugas di desa-desa dan wilayah perhuluan.
Menurutnya, kehadiran tenaga kesehatan di daerah yang sulit dijangkau menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh hak atas pelayanan kesehatan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di daerah pedalaman atau yang bertugas di desa-desa. Di tengah keterbatasan akses dan berbagai tantangan di lapangan, mereka tetap hadir memberikan pelayanan dan memastikan masyarakat mendapatkan haknya atas pelayanan kesehatan,” kata dr. Feria, Kamis (30/9/2026).
Ia menilai tugas tenaga kesehatan di wilayah pedalaman tidak mudah. Kondisi geografis serta keterbatasan akses transportasi menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan.
“Pengabdian para tenaga kesehatan di pedalaman tentu tidak mudah. Karena itu, kami berharap semangat dan dedikasi mereka terus terjaga, sebab kehadiran mereka sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau,” tuturnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang saat ini tengah melakukan seleksi tenaga kesehatan yang dinilai memiliki pengabdian di wilayah pedalaman.
Feria menjelaskan, penghargaan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di desa-desa dan daerah perhuluan.
“Untuk nakes-nakes hebat yang bertugas di desa-desa dan daerah perhuluan, saat ini kami juga sedang melakukan seleksi untuk memberikan penghargaan. Penghargaan ini khusus bagi nakes yang bertugas di desa-desa, bukan di wilayah perkotaan,” katanya.
Gambaran mengenai beratnya akses pelayanan kesehatan dapat ditemukan di Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang.
Bagian Pelayanan Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Evi Yuspitasari, mengatakan sejumlah wilayah di kecamatan tersebut masih mengandalkan jalur sungai untuk proses rujukan pasien.
“Wilayah tersebut cukup istimewa, sampai saat ini untuk membawa pasien rujukan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) ke puskesmas induk memang kebanyakan harus menggunakan jalur sungai,” ujar Evi.
Menurutnya, tenaga kesehatan biasanya memanfaatkan perahu bermesin milik warga maupun desa untuk membawa pasien dari Pustu menuju puskesmas induk.
“Biasanya untuk rujukan menggunakan perahu mesin milik warga atau desa,” katanya.
Evi menjelaskan, pasien yang membutuhkan rujukan dari Pustu menuju puskesmas induk di Desa Menyumbung, Kecamatan Hulu Sungai, harus menempuh perjalanan melalui jalur sungai.
Jika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut yang tidak dapat dilakukan di puskesmas induk, proses rujukan dilanjutkan menuju RS Sandai di Kecamatan Sandai melalui jalur darat.
“Untuk rujukan dari pustu menuju puskesmas induk yang ada di Desa Menyumbung menggunakan jalur sungai, dan apabila di puskesmas induk tidak dapat menangani maka rujukan selanjutnya ke RS Sandai yang berada di Kecamatan Sandai dengan menggunakan jalur darat,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran tantangan pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Ketapang.
Meski harus menghadapi keterbatasan akses dan medan yang tidak mudah, para tenaga kesehatan tetap berupaya hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang berharap dedikasi tersebut terus terjaga sehingga masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Sebagai informasi, sebelumnya juga diberitakan seorang ibu hamil di wilayah pedalaman Ketapang terpaksa melahirkan di atas perahu saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Hulu Sungai. Pasien tersebut dirujuk menggunakan perahu dari Pustu karena keterbatasan fasilitas dan sulitnya akses darat. Beruntung, ibu dan bayinya selamat hingga tiba di fasilitas kesehatan. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini