Kubu Raya    

Betadine dan PMI Kalbar Soroti Kesehatan Relawan Karhutla di Kubu Raya

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 01 October 2026
Betadine dan PMI Kalbar Soroti Kesehatan Relawan Karhutla di Kubu Raya
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Paparan asap, hawa panas hingga risiko gangguan pernapasan menjadi tantangan yang harus dihadapi relawan saat berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat. Setelah menggelar edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi relawan di Kantor PMI Kalbar, rombongan turun ke Kabupaten Kubu Raya untuk melihat sisa lahan terbakar dan bertemu langsung dengan relawan karhutla.

Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan beratnya tantangan yang dihadapi para relawan.

“Kalau kita melihat kondisi di lapangan, penggunaan alat pelindung diri (APD) saja tidak selalu mudah saat melakukan pemadaman. Ada tantangan pernapasan dan hawa panas yang harus dihadapi. Karena itu, saya sangat salut kepada para relawan yang tetap berdedikasi membantu masyarakat,” ujarnya.

Menurut Benyamin, kesehatan relawan perlu menjadi perhatian karena mereka berpotensi mengabaikan kondisi tubuh ketika fokus melakukan pemadaman.

Ia mengungkapkan, bahkan ada relawan yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun kembali bertugas setelah kondisinya membaik.

“Di sinilah kita perlu memikirkan keselamatan relawan. Mereka membutuhkan dukungan bersama, termasuk kesiapsiagaan untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi darurat,” katanya.

Benyamin menilai pemeriksaan kesehatan berkala, kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis diperlukan untuk mengantisipasi risiko yang dihadapi relawan selama penanganan karhutla.

Ia juga mendorong pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis hingga sektor swasta untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada relawan.

“Kita harus proaktif. Jangan sampai karena terlalu fokus membantu masyarakat, para relawan justru mengabaikan kesehatan mereka sendiri. Kita perlu memastikan kondisi mereka tetap terjaga agar bisa menjalankan tugas di lapangan,” tuturnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanganan karhutla, tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan bagi para relawan yang berada di garis depan penanganan bencana. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Diskon Tagihan Air Tirta Khatulistiwa Mulai Dirasakan Pelanggan Pontianak
Thursday, 01 October 2026
Artikel Sebelumnya
Diskon Tagihan Air Tirta Khatulistiwa Mulai Dirasakan Pelanggan Pontianak
Thursday, 01 October 2026

Berita terkait