Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 01 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Paparan asap, hawa panas hingga risiko gangguan pernapasan menjadi tantangan yang harus dihadapi relawan saat berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat. Setelah menggelar edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi relawan di Kantor PMI Kalbar, rombongan turun ke Kabupaten Kubu Raya untuk melihat sisa lahan terbakar dan bertemu langsung dengan relawan karhutla.
Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan beratnya tantangan yang dihadapi para relawan.
“Kalau kita melihat kondisi di lapangan, penggunaan alat pelindung diri (APD) saja tidak selalu mudah saat melakukan pemadaman. Ada tantangan pernapasan dan hawa panas yang harus dihadapi. Karena itu, saya sangat salut kepada para relawan yang tetap berdedikasi membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurut Benyamin, kesehatan relawan perlu menjadi perhatian karena mereka berpotensi mengabaikan kondisi tubuh ketika fokus melakukan pemadaman.
Ia mengungkapkan, bahkan ada relawan yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun kembali bertugas setelah kondisinya membaik.
“Di sinilah kita perlu memikirkan keselamatan relawan. Mereka membutuhkan dukungan bersama, termasuk kesiapsiagaan untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi darurat,” katanya.
Benyamin menilai pemeriksaan kesehatan berkala, kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis diperlukan untuk mengantisipasi risiko yang dihadapi relawan selama penanganan karhutla.
Ia juga mendorong pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis hingga sektor swasta untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada relawan.
“Kita harus proaktif. Jangan sampai karena terlalu fokus membantu masyarakat, para relawan justru mengabaikan kesehatan mereka sendiri. Kita perlu memastikan kondisi mereka tetap terjaga agar bisa menjalankan tugas di lapangan,” tuturnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanganan karhutla, tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan bagi para relawan yang berada di garis depan penanganan bencana. (Lid)
KALBARONLINE.com – Paparan asap, hawa panas hingga risiko gangguan pernapasan menjadi tantangan yang harus dihadapi relawan saat berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat. Setelah menggelar edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi relawan di Kantor PMI Kalbar, rombongan turun ke Kabupaten Kubu Raya untuk melihat sisa lahan terbakar dan bertemu langsung dengan relawan karhutla.
Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan beratnya tantangan yang dihadapi para relawan.
“Kalau kita melihat kondisi di lapangan, penggunaan alat pelindung diri (APD) saja tidak selalu mudah saat melakukan pemadaman. Ada tantangan pernapasan dan hawa panas yang harus dihadapi. Karena itu, saya sangat salut kepada para relawan yang tetap berdedikasi membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurut Benyamin, kesehatan relawan perlu menjadi perhatian karena mereka berpotensi mengabaikan kondisi tubuh ketika fokus melakukan pemadaman.
Ia mengungkapkan, bahkan ada relawan yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun kembali bertugas setelah kondisinya membaik.
“Di sinilah kita perlu memikirkan keselamatan relawan. Mereka membutuhkan dukungan bersama, termasuk kesiapsiagaan untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi darurat,” katanya.
Benyamin menilai pemeriksaan kesehatan berkala, kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis diperlukan untuk mengantisipasi risiko yang dihadapi relawan selama penanganan karhutla.
Ia juga mendorong pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis hingga sektor swasta untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada relawan.
“Kita harus proaktif. Jangan sampai karena terlalu fokus membantu masyarakat, para relawan justru mengabaikan kesehatan mereka sendiri. Kita perlu memastikan kondisi mereka tetap terjaga agar bisa menjalankan tugas di lapangan,” tuturnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanganan karhutla, tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan bagi para relawan yang berada di garis depan penanganan bencana. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini