Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 01 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak 100 relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta distribusi air bersih di Kalimantan Barat menjalani pemeriksaan kesehatan dan edukasi pertolongan pertama.
Kegiatan yang digelar Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat itu berlangsung di Markas PMI Kalbar, Pontianak, Kamis (1/10/2026).
Para peserta terdiri dari relawan gabungan pemadam karhutla #PrayForKalimantan dan petugas distribusi air bersih PMI Kalbar.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan para relawan yang selama penanganan karhutla banyak beraktivitas di lapangan. Mereka juga mendapatkan edukasi mengenai pertolongan pertama, mulai dari penanganan luka ringan, kebersihan kulit setelah beraktivitas dengan potensi paparan kuman tinggi, hingga langkah umum merespons keluhan tenggorokan.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Firdaus, mengatakan pemeriksaan kesehatan juga menjadi kesempatan bagi relawan untuk menyampaikan keluhan maupun kondisi yang dialami selama bertugas.
“Keluhan setiap orang berbeda, sehingga langkah pertama adalah mendengarkan dan menilai apakah mereka memerlukan tindak lanjut,” ujarnya.
Menurut Firdaus, pengetahuan mengenai penanganan awal penting dimiliki relawan maupun masyarakat, terutama ketika menghadapi luka ringan di lapangan.
“Untuk luka ringan, relawan dan warga dapat mengingat langkah sederhana: tetap tenang, bersihkan luka dengan air bersih, gunakan antiseptik yang sesuai, lalu tutup luka dengan balutan bersih,” katanya.
Ketua PMI Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji, mengatakan kesehatan dan keselamatan relawan perlu mendapat perhatian di tengah upaya penanganan karhutla.
Menurutnya, relawan gabungan bersama PMI selama ini tidak hanya terlibat dalam penanganan kebakaran, tetapi juga membantu masyarakat melalui layanan medis, dukungan logistik hingga penyediaan air bersih.
“Keselamatan serta kesehatan petugas dan relawan juga perlu menjadi perhatian. Kemanusiaan tidak pernah bisa berdiri sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan pengalaman relawan selama bertugas di lapangan akan menjadi masukan dalam pengembangan edukasi kesiapsiagaan kesehatan dan pertolongan pertama.
“Relawan hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan. Kita juga perlu memperhatikan kesehatan mereka,” katanya.
Selain pemeriksaan terhadap relawan, kegiatan serupa dijadwalkan dilanjutkan pada Jumat (2/10) terhadap sekitar 50 warga di lokasi distribusi air bersih.
Tim juga dijadwalkan meninjau lokasi karhutla atau lahan gambut sesuai arahan keselamatan PMI serta mengunjungi instalasi pengolahan air bersih Air Penawar 81 (AP81) di Kubu Raya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Sebanyak 100 relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta distribusi air bersih di Kalimantan Barat menjalani pemeriksaan kesehatan dan edukasi pertolongan pertama.
Kegiatan yang digelar Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat itu berlangsung di Markas PMI Kalbar, Pontianak, Kamis (1/10/2026).
Para peserta terdiri dari relawan gabungan pemadam karhutla #PrayForKalimantan dan petugas distribusi air bersih PMI Kalbar.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan para relawan yang selama penanganan karhutla banyak beraktivitas di lapangan. Mereka juga mendapatkan edukasi mengenai pertolongan pertama, mulai dari penanganan luka ringan, kebersihan kulit setelah beraktivitas dengan potensi paparan kuman tinggi, hingga langkah umum merespons keluhan tenggorokan.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Firdaus, mengatakan pemeriksaan kesehatan juga menjadi kesempatan bagi relawan untuk menyampaikan keluhan maupun kondisi yang dialami selama bertugas.
“Keluhan setiap orang berbeda, sehingga langkah pertama adalah mendengarkan dan menilai apakah mereka memerlukan tindak lanjut,” ujarnya.
Menurut Firdaus, pengetahuan mengenai penanganan awal penting dimiliki relawan maupun masyarakat, terutama ketika menghadapi luka ringan di lapangan.
“Untuk luka ringan, relawan dan warga dapat mengingat langkah sederhana: tetap tenang, bersihkan luka dengan air bersih, gunakan antiseptik yang sesuai, lalu tutup luka dengan balutan bersih,” katanya.
Ketua PMI Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji, mengatakan kesehatan dan keselamatan relawan perlu mendapat perhatian di tengah upaya penanganan karhutla.
Menurutnya, relawan gabungan bersama PMI selama ini tidak hanya terlibat dalam penanganan kebakaran, tetapi juga membantu masyarakat melalui layanan medis, dukungan logistik hingga penyediaan air bersih.
“Keselamatan serta kesehatan petugas dan relawan juga perlu menjadi perhatian. Kemanusiaan tidak pernah bisa berdiri sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan pengalaman relawan selama bertugas di lapangan akan menjadi masukan dalam pengembangan edukasi kesiapsiagaan kesehatan dan pertolongan pertama.
“Relawan hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan. Kita juga perlu memperhatikan kesehatan mereka,” katanya.
Selain pemeriksaan terhadap relawan, kegiatan serupa dijadwalkan dilanjutkan pada Jumat (2/10) terhadap sekitar 50 warga di lokasi distribusi air bersih.
Tim juga dijadwalkan meninjau lokasi karhutla atau lahan gambut sesuai arahan keselamatan PMI serta mengunjungi instalasi pengolahan air bersih Air Penawar 81 (AP81) di Kubu Raya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini