Pontianak    

Tak Bisa Cuci dan Keringkan Pakaian, Pengusaha Laundry di Pontianak Keluhkan Pemadaman Listrik Berjam-jam

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 05 July 2026
Tak Bisa Cuci dan Keringkan Pakaian, Pengusaha Laundry di Pontianak Keluhkan Pemadaman Listrik Berjam-jam
Pemadaman listrik di Pontianak membuat usaha laundry tak bisa beroperasi. Pelaku usaha berharap pasokan listrik kembali normal (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam di sejumlah wilayah Kota Pontianak tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada operasional pelaku usaha. Salah satunya dirasakan pemilik Hivi Laundry di kawasan Jalan Perdana yang mengaku usahanya nyaris berhenti akibat pasokan listrik terputus.

Wiwin (41), pemilik Hivi Laundry, mengatakan seluruh proses operasional usahanya bergantung pada listrik, mulai dari mesin cuci hingga mesin pengering. Saat listrik padam, seluruh aktivitas pencucian praktis terhenti sehingga pekerjaan menumpuk dan pelayanan kepada pelanggan ikut terganggu.

"Semenjak pemadaman lampu ini kita terdampak sekali. Soalnya kita cuci pakai mesin listrik, pengering juga pakai listrik. Kalau sudah padam ya bingung mau ngapain, nggak bisa ngapa-ngapain, cuma pasrah aja nunggu listriknya nyala," kata Wiwin, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, Hivi Laundry beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Untuk mengantisipasi kemungkinan pemadaman listrik di Pontianak kembali terjadi, kini setiap pakaian yang diterima dari pelanggan langsung diproses tanpa menunggu antrean.

"Sekarang karena takut padam lampu, setiap ada pelanggan antar baju langsung kita cuci. Walaupun jasa yang dipilih dua atau tiga hari, kita khawatir baju pelanggan tidak tertangani kalau listrik kembali padam," ujarnya.

Wiwin mengungkapkan, pemadaman yang berlangsung hingga sekitar enam jam membuat usahanya tidak dapat beroperasi secara maksimal. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kerugian karena proses penyelesaian pesanan menjadi terlambat.

Ia berharap PLN dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik agar gangguan serupa tidak terus berulang, mengingat banyak pelaku usaha yang sangat bergantung pada listrik untuk menjalankan aktivitas bisnis.

"Harapan ke depan ya untuk PLN jangan seperti ini lagi. Apalagi ini kan bisa merugikan kami selaku pelaku usaha. Lebih memikirkan bagaimana kondisi pengusaha yang memakai jasa listrik ini. Walaupun padam lampu, jangan sampai berjam-jam. Kalau padam satu jam sudah biasa di sini, setengah jam juga tidak apa-apa. Ini tadi malam sampai enam jam," tutupnya.

Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memang dikeluhkan sejumlah pelaku usaha di Pontianak. Selain menghambat operasional, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko keterlambatan pelayanan kepada pelanggan dan berpotensi menambah beban biaya operasional. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Padam Listrik di Pontianak, Cafe 3 Senyawa Habiskan 18 Liter Bensin untuk Operasikan Genset
Sunday, 05 July 2026
Artikel Sebelumnya
Bandara Rahadi Oesman Tetap Beroperasi Normal di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir di Ketapang
Sunday, 05 July 2026

Berita terkait