Pontianak    

Padam Listrik di Pontianak, Cafe 3 Senyawa Habiskan 18 Liter Bensin untuk Operasikan Genset

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 05 July 2026
Padam Listrik di Pontianak, Cafe 3 Senyawa Habiskan 18 Liter Bensin untuk Operasikan Genset
Pemadaman listrik di Pontianak membuat Cafe 3 Senyawa menghabiskan 18 liter bensin untuk genset demi melayani pelanggan (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam di sejumlah wilayah Kota Pontianak sejak Kamis (2/7/2026) tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memaksa pelaku usaha mengeluarkan biaya operasional tambahan.

Salah satunya dialami Cafe 3 Senyawa. Demi tetap melayani pelanggan selama pemadaman listrik di Pontianak, kafe tersebut harus menghabiskan sekitar 18 liter bensin untuk mengoperasikan genset dalam satu malam.

Meski biaya operasional meningkat, jumlah pengunjung justru mengalami lonjakan. Banyak warga datang untuk mengisi daya telepon genggam, memanfaatkan jaringan internet, bekerja, hingga sekadar bersantai di lokasi yang masih memiliki pasokan listrik.

Barista Cafe 3 Senyawa, Raffi Setiawan, mengaku dirinya bersama rekan kerja sempat kewalahan karena harus melayani membludaknya pelanggan sekaligus memastikan genset tetap beroperasi.

"Kemarin malam pas banget mati lampu juga di sini. Kami sempat kewalahan karena harus pakai genset dan bolak-balik beli bensin," kata Raffi, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, pemadaman listrik di berbagai wilayah membuat banyak warga mencari tempat yang masih memiliki aliran listrik.

"Karena mati lampu di berbagai tempat, orang-orang pada keluar cari tempat yang masih nyala listrik, terutama buat ngecas HP, hangout, sama cari WiFi. Jadi kemarin di sini ramai," ujarnya.

Raffi mengatakan, selama satu malam pihaknya menghabiskan sekitar 18 liter bensin agar genset tetap menyala hingga operasional berakhir.

"Kemarin 13 liter masih kurang, sampai closing akhirnya nambah lagi 5 liter. Mau nggak mau kami tetap melayani customer sampai selesai. Akhirnya pulang jam 12 malam, padahal biasanya jam 11 sudah tutup," ungkapnya.

Ia menilai kondisi tersebut menghadirkan dampak positif sekaligus tantangan bagi usaha yang dijalankannya. Di satu sisi, omzet meningkat karena jumlah pelanggan bertambah. Namun di sisi lain, biaya operasional ikut membengkak akibat penggunaan genset.

"Dengan kondisi pemadaman listrik ini ada plus minusnya. Posisinya jadi ramai, omzet naik, tapi pengeluaran juga jadi dobel. Dibilang untung, alhamdulillah," katanya.

Sebagai langkah antisipasi apabila pemadaman kembali terjadi, pihak kafe kini menyiapkan stok bahan bakar lebih banyak. Menurut Raffi, pemilik kafe telah menyediakan sekitar 33 liter bensin agar operasional genset tetap berjalan tanpa harus bolak-balik membeli bahan bakar.

"Malam ini owner saya sudah nyiapin 33 liter untuk mengantisipasi seperti kemarin. Jadi nggak perlu keluar masuk beli bensin saat kafe lagi ramai," ujarnya.

Raffi juga berharap PLN dapat memberikan informasi jadwal pemadaman lebih awal agar pelaku usaha memiliki waktu untuk melakukan persiapan.

"Kita harus stok bensin yang banyak. Terus juga informasi dari PLN harus datang lebih cepat, biar kita ada persiapan. Orang yang buka usaha kan nggak bisa dadakan," katanya.

Ia berharap gangguan kelistrikan di Pontianak segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat kembali berjalan normal.

"Semoga kayak gini cepat berlalu aja. Kasihan juga orang-orang yang di rumah, jadi susah mau ke mana-mana," tutupnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Warga Batang Lupar yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Meninggal di Sungai Batang Leboyan
Sunday, 05 July 2026
Artikel Sebelumnya
Tak Bisa Cuci dan Keringkan Pakaian, Pengusaha Laundry di Pontianak Keluhkan Pemadaman Listrik Berjam-jam
Sunday, 05 July 2026

Berita terkait