Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 05 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam di sejumlah wilayah Kota Pontianak sejak Kamis (2/7/2026) tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memaksa pelaku usaha mengeluarkan biaya operasional tambahan.
Salah satunya dialami Cafe 3 Senyawa. Demi tetap melayani pelanggan selama pemadaman listrik di Pontianak, kafe tersebut harus menghabiskan sekitar 18 liter bensin untuk mengoperasikan genset dalam satu malam.
Meski biaya operasional meningkat, jumlah pengunjung justru mengalami lonjakan. Banyak warga datang untuk mengisi daya telepon genggam, memanfaatkan jaringan internet, bekerja, hingga sekadar bersantai di lokasi yang masih memiliki pasokan listrik.
Barista Cafe 3 Senyawa, Raffi Setiawan, mengaku dirinya bersama rekan kerja sempat kewalahan karena harus melayani membludaknya pelanggan sekaligus memastikan genset tetap beroperasi.
"Kemarin malam pas banget mati lampu juga di sini. Kami sempat kewalahan karena harus pakai genset dan bolak-balik beli bensin," kata Raffi, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, pemadaman listrik di berbagai wilayah membuat banyak warga mencari tempat yang masih memiliki aliran listrik.
"Karena mati lampu di berbagai tempat, orang-orang pada keluar cari tempat yang masih nyala listrik, terutama buat ngecas HP, hangout, sama cari WiFi. Jadi kemarin di sini ramai," ujarnya.
Raffi mengatakan, selama satu malam pihaknya menghabiskan sekitar 18 liter bensin agar genset tetap menyala hingga operasional berakhir.
"Kemarin 13 liter masih kurang, sampai closing akhirnya nambah lagi 5 liter. Mau nggak mau kami tetap melayani customer sampai selesai. Akhirnya pulang jam 12 malam, padahal biasanya jam 11 sudah tutup," ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut menghadirkan dampak positif sekaligus tantangan bagi usaha yang dijalankannya. Di satu sisi, omzet meningkat karena jumlah pelanggan bertambah. Namun di sisi lain, biaya operasional ikut membengkak akibat penggunaan genset.
"Dengan kondisi pemadaman listrik ini ada plus minusnya. Posisinya jadi ramai, omzet naik, tapi pengeluaran juga jadi dobel. Dibilang untung, alhamdulillah," katanya.
Sebagai langkah antisipasi apabila pemadaman kembali terjadi, pihak kafe kini menyiapkan stok bahan bakar lebih banyak. Menurut Raffi, pemilik kafe telah menyediakan sekitar 33 liter bensin agar operasional genset tetap berjalan tanpa harus bolak-balik membeli bahan bakar.
"Malam ini owner saya sudah nyiapin 33 liter untuk mengantisipasi seperti kemarin. Jadi nggak perlu keluar masuk beli bensin saat kafe lagi ramai," ujarnya.
Raffi juga berharap PLN dapat memberikan informasi jadwal pemadaman lebih awal agar pelaku usaha memiliki waktu untuk melakukan persiapan.
"Kita harus stok bensin yang banyak. Terus juga informasi dari PLN harus datang lebih cepat, biar kita ada persiapan. Orang yang buka usaha kan nggak bisa dadakan," katanya.
Ia berharap gangguan kelistrikan di Pontianak segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat kembali berjalan normal.
"Semoga kayak gini cepat berlalu aja. Kasihan juga orang-orang yang di rumah, jadi susah mau ke mana-mana," tutupnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam di sejumlah wilayah Kota Pontianak sejak Kamis (2/7/2026) tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memaksa pelaku usaha mengeluarkan biaya operasional tambahan.
Salah satunya dialami Cafe 3 Senyawa. Demi tetap melayani pelanggan selama pemadaman listrik di Pontianak, kafe tersebut harus menghabiskan sekitar 18 liter bensin untuk mengoperasikan genset dalam satu malam.
Meski biaya operasional meningkat, jumlah pengunjung justru mengalami lonjakan. Banyak warga datang untuk mengisi daya telepon genggam, memanfaatkan jaringan internet, bekerja, hingga sekadar bersantai di lokasi yang masih memiliki pasokan listrik.
Barista Cafe 3 Senyawa, Raffi Setiawan, mengaku dirinya bersama rekan kerja sempat kewalahan karena harus melayani membludaknya pelanggan sekaligus memastikan genset tetap beroperasi.
"Kemarin malam pas banget mati lampu juga di sini. Kami sempat kewalahan karena harus pakai genset dan bolak-balik beli bensin," kata Raffi, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, pemadaman listrik di berbagai wilayah membuat banyak warga mencari tempat yang masih memiliki aliran listrik.
"Karena mati lampu di berbagai tempat, orang-orang pada keluar cari tempat yang masih nyala listrik, terutama buat ngecas HP, hangout, sama cari WiFi. Jadi kemarin di sini ramai," ujarnya.
Raffi mengatakan, selama satu malam pihaknya menghabiskan sekitar 18 liter bensin agar genset tetap menyala hingga operasional berakhir.
"Kemarin 13 liter masih kurang, sampai closing akhirnya nambah lagi 5 liter. Mau nggak mau kami tetap melayani customer sampai selesai. Akhirnya pulang jam 12 malam, padahal biasanya jam 11 sudah tutup," ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut menghadirkan dampak positif sekaligus tantangan bagi usaha yang dijalankannya. Di satu sisi, omzet meningkat karena jumlah pelanggan bertambah. Namun di sisi lain, biaya operasional ikut membengkak akibat penggunaan genset.
"Dengan kondisi pemadaman listrik ini ada plus minusnya. Posisinya jadi ramai, omzet naik, tapi pengeluaran juga jadi dobel. Dibilang untung, alhamdulillah," katanya.
Sebagai langkah antisipasi apabila pemadaman kembali terjadi, pihak kafe kini menyiapkan stok bahan bakar lebih banyak. Menurut Raffi, pemilik kafe telah menyediakan sekitar 33 liter bensin agar operasional genset tetap berjalan tanpa harus bolak-balik membeli bahan bakar.
"Malam ini owner saya sudah nyiapin 33 liter untuk mengantisipasi seperti kemarin. Jadi nggak perlu keluar masuk beli bensin saat kafe lagi ramai," ujarnya.
Raffi juga berharap PLN dapat memberikan informasi jadwal pemadaman lebih awal agar pelaku usaha memiliki waktu untuk melakukan persiapan.
"Kita harus stok bensin yang banyak. Terus juga informasi dari PLN harus datang lebih cepat, biar kita ada persiapan. Orang yang buka usaha kan nggak bisa dadakan," katanya.
Ia berharap gangguan kelistrikan di Pontianak segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat kembali berjalan normal.
"Semoga kayak gini cepat berlalu aja. Kasihan juga orang-orang yang di rumah, jadi susah mau ke mana-mana," tutupnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini