Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 04 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan meminta jembatan atau gertak yang menghubungkan akses menuju Gang Karya Tani 3 segera diperbaiki. Jembatan tersebut menjadi salah satu persoalan infrastruktur yang ditemukan saat kegiatan gotong royong di kawasan Jalan Pelabuhan Rakyat, Gang Karya Tani 3 dan Gang Usaha Bersama 1, Minggu (4/10/2026).
Dari hasil peninjauan langsung, kondisi jembatan dinilai perlu segera ditangani agar akses warga tetap aman dan lancar. Bahasan meminta Dinas PUPR melalui bidang Sumber Daya Air (SDA) menindaklanjutinya menggunakan dana perawatan rutin.
“Ini sudah kita lihat langsung kondisinya. Saya minta Dinas PUPR melalui bidang SDA untuk segera menindaklanjuti dengan dana perawatan rutin,” ujarnya.
Bahasan mengatakan, perbaikan diharapkan tidak perlu menunggu penganggaran tahun berikutnya. Menurutnya, akses tersebut cukup penting karena digunakan warga untuk berbagai keperluan sehari-hari, termasuk dalam kondisi darurat.
“Kalau ambulans mau masuk membawa orang sakit, akses ini harus bisa dilalui. Begitu juga kalau ada kondisi darurat seperti kebakaran,” katanya.
Selain jembatan, Bahasan menyoroti kondisi saluran primer di sekitar kawasan tersebut. Ia meminta pengerukan dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan.
Menurut Bahasan, kegiatan gotong royong seharusnya tidak berhenti pada pembersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan tindak lanjut terhadap persoalan yang ditemukan di lapangan.
“Gotong royong ini jangan hanya menjadi seremoni. Minimal ada persoalan yang bisa langsung kita tindak lanjuti dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” katanya.
Ia menilai kehadiran pemerintah secara langsung di lapangan penting untuk menangkap kebutuhan masyarakat yang terkadang belum tersampaikan melalui jalur formal.
Bahasan juga meminta camat, lurah, dan perangkat daerah terkait terus memantau proses penanganan agar persoalan yang ditemukan saat gotong royong benar-benar ditindaklanjuti.
“Kalau ada yang masih belum tertangani, sampaikan dan laporkan. Kita ingin setiap kegiatan seperti ini punya hasil konkret,” ujarnya.
Bahasan berharap semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga, terutama dalam merawat lingkungan dan menyelesaikan persoalan infrastruktur di tingkat lingkungan.
“Kalau kita kompak, persoalan-persoalan seperti ini bisa lebih cepat kita selesaikan bersama,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan meminta jembatan atau gertak yang menghubungkan akses menuju Gang Karya Tani 3 segera diperbaiki. Jembatan tersebut menjadi salah satu persoalan infrastruktur yang ditemukan saat kegiatan gotong royong di kawasan Jalan Pelabuhan Rakyat, Gang Karya Tani 3 dan Gang Usaha Bersama 1, Minggu (4/10/2026).
Dari hasil peninjauan langsung, kondisi jembatan dinilai perlu segera ditangani agar akses warga tetap aman dan lancar. Bahasan meminta Dinas PUPR melalui bidang Sumber Daya Air (SDA) menindaklanjutinya menggunakan dana perawatan rutin.
“Ini sudah kita lihat langsung kondisinya. Saya minta Dinas PUPR melalui bidang SDA untuk segera menindaklanjuti dengan dana perawatan rutin,” ujarnya.
Bahasan mengatakan, perbaikan diharapkan tidak perlu menunggu penganggaran tahun berikutnya. Menurutnya, akses tersebut cukup penting karena digunakan warga untuk berbagai keperluan sehari-hari, termasuk dalam kondisi darurat.
“Kalau ambulans mau masuk membawa orang sakit, akses ini harus bisa dilalui. Begitu juga kalau ada kondisi darurat seperti kebakaran,” katanya.
Selain jembatan, Bahasan menyoroti kondisi saluran primer di sekitar kawasan tersebut. Ia meminta pengerukan dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan.
Menurut Bahasan, kegiatan gotong royong seharusnya tidak berhenti pada pembersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan tindak lanjut terhadap persoalan yang ditemukan di lapangan.
“Gotong royong ini jangan hanya menjadi seremoni. Minimal ada persoalan yang bisa langsung kita tindak lanjuti dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” katanya.
Ia menilai kehadiran pemerintah secara langsung di lapangan penting untuk menangkap kebutuhan masyarakat yang terkadang belum tersampaikan melalui jalur formal.
Bahasan juga meminta camat, lurah, dan perangkat daerah terkait terus memantau proses penanganan agar persoalan yang ditemukan saat gotong royong benar-benar ditindaklanjuti.
“Kalau ada yang masih belum tertangani, sampaikan dan laporkan. Kita ingin setiap kegiatan seperti ini punya hasil konkret,” ujarnya.
Bahasan berharap semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga, terutama dalam merawat lingkungan dan menyelesaikan persoalan infrastruktur di tingkat lingkungan.
“Kalau kita kompak, persoalan-persoalan seperti ini bisa lebih cepat kita selesaikan bersama,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini