Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 04 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak 78 tim akan bersaing dalam Kejuaraan Bola Basket Wali Kota Cup II 2026 di GOR Perbasi Pontianak.
Peserta terbagi dalam sejumlah kategori, mulai dari kelompok usia 40 tahun, senior putra, hingga tingkat SMP dan SMA untuk kategori putra maupun putri.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap kejuaraan tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus memperkuat posisi Pontianak sebagai kota olahraga dan sport tourism.
“Sudah tepat satu tahun sejak penyelenggaraan sebelumnya. Saya berharap kejuaraan ini menjadi ajang tetap untuk melahirkan atlet-atlet basket yang nantinya bisa berprestasi, tidak hanya di tingkat kota dan provinsi, tetapi juga nasional,” ujar Edi saat membuka Kejuaraan Bola Basket Wali Kota Cup II di GOR Perbasi Pontianak, Minggu (4/10/2026) malam.
Edi menekankan pentingnya sportivitas dalam setiap pertandingan. Menurutnya, kompetisi harus menjadi ruang pembinaan sekaligus membangun mental atlet sejak usia dini.
Selain prestasi, Edi menilai kegiatan olahraga juga dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian, pariwisata, kesehatan, hingga kebahagiaan masyarakat.
“Kita ingin menjadikan Pontianak sebagai kota olahraga, sport city, sekaligus mendorong sport tourism. Karena kegiatan olahraga seperti ini bisa memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi, pariwisata, kesehatan, dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Edi, Pemkot Pontianak terus membangun dan memperbaiki berbagai fasilitas olahraga agar dapat dimanfaatkan untuk pembinaan atlet maupun penyelenggaraan event.
Ia juga berharap kejuaraan basket dapat kembali menggairahkan minat masyarakat terhadap olahraga tersebut, termasuk mengajak para penggemar dan mantan pemain untuk ikut meramaikan ekosistem basket di Pontianak.
“Semoga dari turnamen ini lahir atlet-atlet yang bisa membawa nama Pontianak dan Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Ketua panitia kejuaraan, Yandi, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih sederhana dibandingkan tahun sebelumnya. Panitia tidak menghadirkan pemain luar negeri maupun atlet internasional dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap yang sempat terjadi di Pontianak.
Meski demikian, kejuaraan ini tetap menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang persatuan bagi seluruh pencinta olahraga basket di Kota Pontianak.
“Kita ingin acara ini menjadi acara persatuan bagi semua pencinta olahraga basket, khususnya di Kota Pontianak,” ujarnya.
Yandi menilai basket merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Pontianak, baik pada level nasional maupun internasional.
Menurutnya, kompetisi yang rutin dan kompetitif dapat menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Melalui pertandingan, atlet muda dapat terbiasa menghadapi tekanan sekaligus meningkatkan kemampuan teknis dan mental.
“Ajang seperti ini memberi pengalaman bertanding. Dari sini mereka bisa belajar, mengevaluasi diri, dan meningkatkan kualitas permainan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pontianak, sponsor, Perbasi, KONI, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang membantu penyelenggaraan Wali Kota Cup II.
Dukungan tersebut dinilai penting agar pembinaan olahraga tidak hanya mengandalkan pemerintah maupun organisasi olahraga, tetapi juga melibatkan dunia usaha dan masyarakat. (*)
KALBARONLINE.com – Sebanyak 78 tim akan bersaing dalam Kejuaraan Bola Basket Wali Kota Cup II 2026 di GOR Perbasi Pontianak.
Peserta terbagi dalam sejumlah kategori, mulai dari kelompok usia 40 tahun, senior putra, hingga tingkat SMP dan SMA untuk kategori putra maupun putri.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap kejuaraan tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus memperkuat posisi Pontianak sebagai kota olahraga dan sport tourism.
“Sudah tepat satu tahun sejak penyelenggaraan sebelumnya. Saya berharap kejuaraan ini menjadi ajang tetap untuk melahirkan atlet-atlet basket yang nantinya bisa berprestasi, tidak hanya di tingkat kota dan provinsi, tetapi juga nasional,” ujar Edi saat membuka Kejuaraan Bola Basket Wali Kota Cup II di GOR Perbasi Pontianak, Minggu (4/10/2026) malam.
Edi menekankan pentingnya sportivitas dalam setiap pertandingan. Menurutnya, kompetisi harus menjadi ruang pembinaan sekaligus membangun mental atlet sejak usia dini.
Selain prestasi, Edi menilai kegiatan olahraga juga dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian, pariwisata, kesehatan, hingga kebahagiaan masyarakat.
“Kita ingin menjadikan Pontianak sebagai kota olahraga, sport city, sekaligus mendorong sport tourism. Karena kegiatan olahraga seperti ini bisa memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi, pariwisata, kesehatan, dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Edi, Pemkot Pontianak terus membangun dan memperbaiki berbagai fasilitas olahraga agar dapat dimanfaatkan untuk pembinaan atlet maupun penyelenggaraan event.
Ia juga berharap kejuaraan basket dapat kembali menggairahkan minat masyarakat terhadap olahraga tersebut, termasuk mengajak para penggemar dan mantan pemain untuk ikut meramaikan ekosistem basket di Pontianak.
“Semoga dari turnamen ini lahir atlet-atlet yang bisa membawa nama Pontianak dan Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Ketua panitia kejuaraan, Yandi, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih sederhana dibandingkan tahun sebelumnya. Panitia tidak menghadirkan pemain luar negeri maupun atlet internasional dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap yang sempat terjadi di Pontianak.
Meski demikian, kejuaraan ini tetap menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang persatuan bagi seluruh pencinta olahraga basket di Kota Pontianak.
“Kita ingin acara ini menjadi acara persatuan bagi semua pencinta olahraga basket, khususnya di Kota Pontianak,” ujarnya.
Yandi menilai basket merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Pontianak, baik pada level nasional maupun internasional.
Menurutnya, kompetisi yang rutin dan kompetitif dapat menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Melalui pertandingan, atlet muda dapat terbiasa menghadapi tekanan sekaligus meningkatkan kemampuan teknis dan mental.
“Ajang seperti ini memberi pengalaman bertanding. Dari sini mereka bisa belajar, mengevaluasi diri, dan meningkatkan kualitas permainan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pontianak, sponsor, Perbasi, KONI, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang membantu penyelenggaraan Wali Kota Cup II.
Dukungan tersebut dinilai penting agar pembinaan olahraga tidak hanya mengandalkan pemerintah maupun organisasi olahraga, tetapi juga melibatkan dunia usaha dan masyarakat. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini