Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 21 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyalurkan bantuan berupa mesin genset, alat tangkap, dan beras kepada kelompok nelayan sebagai upaya mendukung aktivitas melaut sekaligus meringankan beban ekonomi mereka.
Tahun ini, sebanyak lima kelompok nelayan menerima bantuan mesin genset, tujuh kelompok memperoleh bantuan alat tangkap, dan 151 keluarga nelayan mendapatkan bantuan beras. Seluruh penerima tersebar di tiga kecamatan di Kota Pontianak.
Perwakilan Kelompok Nelayan Cahaya Pelangi, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Romadon, mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemkot Pontianak kepada para nelayan.
“Saya mewakili kawan-kawan dari kelompok nelayan Pontianak Timur, Kelurahan Banjar Serasan, mengucapkan banyak terima kasih. Kami senang dengan adanya bantuan ini,” ujarnya usai penyerahan bantuan di Kampung Nelayan Gang H. Sanusi, Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Selasa (21/7/2026).
Romadon mengaku senang dapat berdialog langsung dengan Wakil Wali Kota Pontianak, perangkat daerah terkait, camat, lurah, serta kelompok masyarakat lainnya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi nelayan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena kini nelayan telah memperoleh akses BBM bersubsidi melalui rekomendasi pelabuhan. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat membantu mengurangi biaya operasional melaut yang selama ini didominasi oleh kebutuhan bahan bakar.
Sebelumnya, para nelayan harus membeli BBM seharga sekitar Rp15 ribu per liter.
“Alhamdulillah sekarang kami sudah dapat BBM subsidi dengan harga normal. Itu yang paling kami harapkan, karena biaya paling besar bagi kami adalah BBM,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan Pemkot Pontianak akan terus hadir memberikan perhatian kepada nelayan kecil, khususnya yang memiliki kapal di bawah 10 gross tonnage (GT).
Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban nelayan sekaligus mendukung aktivitas melaut.
“Untuk meringankan beban mereka, pemerintah kota memberikan bantuan genset, ada lima genset. Kemudian ada bantuan pangan berupa beras cadangan pangan kepada warga nelayan di tiga kecamatan,” jelasnya.
Bahasan mengatakan setiap keluarga nelayan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram. Selain itu, bantuan alat tangkap juga diberikan kepada nelayan yang masih menggunakan sampan bermesin agar hasil tangkapan dapat meningkat.
Meski demikian, ia mengakui bantuan genset yang diberikan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nelayan. Karena itu, pemerintah akan terus mengupayakan penambahan bantuan secara bertahap.
“Insya Allah pemerintah kota akan mengikhtiarkan agar nelayan itu semuanya bisa mendapatkan bantuan,” katanya.
Bahasan menegaskan program bantuan kepada nelayan akan diupayakan menjadi agenda rutin sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kalau saya lihat, ini masih menuju ke arah lebih sejahtera, lebih mapan. Untuk menuju ke sana, pemerintah harus hadir,” ujarnya.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, mengatakan jumlah nelayan di Kota Pontianak memang tidak sebanyak daerah pesisir lainnya. Namun demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian kepada nelayan kecil yang masih aktif.
Ia menyebut pihaknya akan melakukan pendataan ulang terhadap kelompok nelayan aktif agar penyaluran bantuan dan program pemerintah lebih tepat sasaran.
Perhatian juga akan difokuskan kepada nelayan kecil yang masih menggunakan sampan bermesin untuk menangkap ikan di sekitar Sungai Kapuas. Ke depan, pemerintah akan mendorong peningkatan kapasitas mereka secara bertahap menuju penggunaan kapal di bawah 10 GT.
“Terutama kelompok nelayan kecil yang masih menggunakan sampan bermesin untuk melakukan penangkapan di sekitar Sungai Kapuas. Insya Allah nanti secara perlahan akan kita tingkatkan menuju kapal-kapal di bawah 10 GT,” ungkapnya.
Selain memberikan bantuan, Pemkot Pontianak juga akan memperkuat pendampingan bagi nelayan melalui koordinasi dengan penyuluh perikanan.
Irwan menjelaskan, sejak Januari 2026 penyuluh perikanan di Kota Pontianak telah berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena itu, pihaknya akan terus berkoordinasi agar pendampingan terhadap nelayan, khususnya nelayan tangkap, dapat berjalan optimal.
“Mulai Januari 2026, penyuluh perikanan di Kota Pontianak sudah diambil alih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nanti kita akan berkoordinasi dan meminta bantuan penyuluh untuk terus melakukan pendampingan terhadap nelayan, terutama nelayan tangkap,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyalurkan bantuan berupa mesin genset, alat tangkap, dan beras kepada kelompok nelayan sebagai upaya mendukung aktivitas melaut sekaligus meringankan beban ekonomi mereka.
Tahun ini, sebanyak lima kelompok nelayan menerima bantuan mesin genset, tujuh kelompok memperoleh bantuan alat tangkap, dan 151 keluarga nelayan mendapatkan bantuan beras. Seluruh penerima tersebar di tiga kecamatan di Kota Pontianak.
Perwakilan Kelompok Nelayan Cahaya Pelangi, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Romadon, mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemkot Pontianak kepada para nelayan.
“Saya mewakili kawan-kawan dari kelompok nelayan Pontianak Timur, Kelurahan Banjar Serasan, mengucapkan banyak terima kasih. Kami senang dengan adanya bantuan ini,” ujarnya usai penyerahan bantuan di Kampung Nelayan Gang H. Sanusi, Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Selasa (21/7/2026).
Romadon mengaku senang dapat berdialog langsung dengan Wakil Wali Kota Pontianak, perangkat daerah terkait, camat, lurah, serta kelompok masyarakat lainnya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi nelayan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena kini nelayan telah memperoleh akses BBM bersubsidi melalui rekomendasi pelabuhan. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat membantu mengurangi biaya operasional melaut yang selama ini didominasi oleh kebutuhan bahan bakar.
Sebelumnya, para nelayan harus membeli BBM seharga sekitar Rp15 ribu per liter.
“Alhamdulillah sekarang kami sudah dapat BBM subsidi dengan harga normal. Itu yang paling kami harapkan, karena biaya paling besar bagi kami adalah BBM,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan Pemkot Pontianak akan terus hadir memberikan perhatian kepada nelayan kecil, khususnya yang memiliki kapal di bawah 10 gross tonnage (GT).
Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban nelayan sekaligus mendukung aktivitas melaut.
“Untuk meringankan beban mereka, pemerintah kota memberikan bantuan genset, ada lima genset. Kemudian ada bantuan pangan berupa beras cadangan pangan kepada warga nelayan di tiga kecamatan,” jelasnya.
Bahasan mengatakan setiap keluarga nelayan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram. Selain itu, bantuan alat tangkap juga diberikan kepada nelayan yang masih menggunakan sampan bermesin agar hasil tangkapan dapat meningkat.
Meski demikian, ia mengakui bantuan genset yang diberikan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nelayan. Karena itu, pemerintah akan terus mengupayakan penambahan bantuan secara bertahap.
“Insya Allah pemerintah kota akan mengikhtiarkan agar nelayan itu semuanya bisa mendapatkan bantuan,” katanya.
Bahasan menegaskan program bantuan kepada nelayan akan diupayakan menjadi agenda rutin sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kalau saya lihat, ini masih menuju ke arah lebih sejahtera, lebih mapan. Untuk menuju ke sana, pemerintah harus hadir,” ujarnya.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, mengatakan jumlah nelayan di Kota Pontianak memang tidak sebanyak daerah pesisir lainnya. Namun demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian kepada nelayan kecil yang masih aktif.
Ia menyebut pihaknya akan melakukan pendataan ulang terhadap kelompok nelayan aktif agar penyaluran bantuan dan program pemerintah lebih tepat sasaran.
Perhatian juga akan difokuskan kepada nelayan kecil yang masih menggunakan sampan bermesin untuk menangkap ikan di sekitar Sungai Kapuas. Ke depan, pemerintah akan mendorong peningkatan kapasitas mereka secara bertahap menuju penggunaan kapal di bawah 10 GT.
“Terutama kelompok nelayan kecil yang masih menggunakan sampan bermesin untuk melakukan penangkapan di sekitar Sungai Kapuas. Insya Allah nanti secara perlahan akan kita tingkatkan menuju kapal-kapal di bawah 10 GT,” ungkapnya.
Selain memberikan bantuan, Pemkot Pontianak juga akan memperkuat pendampingan bagi nelayan melalui koordinasi dengan penyuluh perikanan.
Irwan menjelaskan, sejak Januari 2026 penyuluh perikanan di Kota Pontianak telah berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena itu, pihaknya akan terus berkoordinasi agar pendampingan terhadap nelayan, khususnya nelayan tangkap, dapat berjalan optimal.
“Mulai Januari 2026, penyuluh perikanan di Kota Pontianak sudah diambil alih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nanti kita akan berkoordinasi dan meminta bantuan penyuluh untuk terus melakukan pendampingan terhadap nelayan, terutama nelayan tangkap,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini