Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 21 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak memanfaatkan Innovative Government Award (IGA) sebagai momentum untuk memperkuat inovasi pelayanan publik.
Menurutnya, IGA memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh perangkat daerah untuk menunjukkan gagasan, kerja keras, dan prestasi. Setiap ASN pun memiliki peluang untuk berkontribusi melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semua punya kesempatan. Manfaatkan ini untuk berkarier, untuk membuat prestasi. Jadi ASN ini tergantung dirinya masing-masing,” ujarnya saat membuka Sosialisasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 dan Penyerahan Apresiasi Inovasi Unggulan Tahun 2025 di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Selasa (21/7/2026).
Bahasan menegaskan, penilaian inovasi tidak hanya didasarkan pada kelengkapan administrasi, tetapi juga harus didukung data dan fakta di lapangan.
“Semuanya pakai data. Data yang masuk harus dipastikan dengan fakta di lapangan,” katanya.
Ia berharap sosialisasi IGA mampu membangkitkan optimisme sekaligus semangat baru bagi ASN untuk terus berinovasi. Terlebih, masyarakat kini semakin kritis dan mudah menyampaikan laporan maupun keluhan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan pesan langsung kepada pemerintah.
Karena itu, menurut Bahasan, setiap laporan masyarakat harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan agar persoalan dapat dipahami secara utuh dan diselesaikan secara tepat.
“Kalau ada laporan, cek ke lapangan langsung. Kita harus hadir kepada masyarakat dan memberikan solusi,” jelasnya.
Bahasan juga kembali mengingatkan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang memudahkan masyarakat. Ia meminta ASN tidak mempersulit urusan warga apabila dapat diselesaikan dengan cara yang lebih sederhana.
“Saya selalu menekankan pelayanan publik yang terbaik, kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang kerap menjadi perhatian masyarakat, seperti kondisi jalan lingkungan, penerangan jalan umum, hingga berbagai layanan dasar lainnya yang harus ditangani secara cepat karena dampaknya langsung dirasakan warga.
Menurutnya, masyarakat telah memenuhi kewajiban membayar retribusi, termasuk untuk penerangan jalan umum. Oleh sebab itu, pemerintah harus segera mencari solusi apabila masih terdapat ruas jalan yang gelap.
Selain itu, Bahasan menekankan ASN harus memiliki pola pikir yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, menyejahterakan masyarakat tidak selalu berarti memberikan bantuan dalam bentuk uang, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang baik, menyelesaikan persoalan, serta menjalankan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Sebagai ASN, kita harus punya mindset bagaimana menyejahterakan masyarakat. Artinya hadir memberikan solusi dengan program-program yang ada di setiap perangkat daerah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahasan juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam pelayanan publik, termasuk pada sistem penerimaan murid baru. Ia menegaskan praktik titip-menitip harus dihindari agar pelayanan berjalan adil, transparan, dan tidak menimbulkan tekanan bagi pemerintah maupun pihak sekolah.
“Komitmen semua, tidak ada yang namanya titip-menitip. Kalau tidak ada titip-menitip, semuanya aman,” ujarnya.
Ia menilai tantangan di sektor pendidikan harus dijawab melalui perbaikan sistem, pemetaan kebutuhan layanan, serta pembangunan maupun penguatan fasilitas sekolah di wilayah yang masih kekurangan.
Menutup sambutannya, Bahasan berharap inovasi yang memperoleh apresiasi tidak berhenti sebagai penghargaan semata, tetapi menjadi budaya kerja yang mampu menginspirasi seluruh perangkat daerah untuk terus melakukan perbaikan pelayanan.
“Jadikan ini kebiasaan. Kita bergerak bersama-sama, karena kita punya kemampuan dan kapasitas. Tinggal kemauan dan keyakinan kita,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak memanfaatkan Innovative Government Award (IGA) sebagai momentum untuk memperkuat inovasi pelayanan publik.
Menurutnya, IGA memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh perangkat daerah untuk menunjukkan gagasan, kerja keras, dan prestasi. Setiap ASN pun memiliki peluang untuk berkontribusi melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semua punya kesempatan. Manfaatkan ini untuk berkarier, untuk membuat prestasi. Jadi ASN ini tergantung dirinya masing-masing,” ujarnya saat membuka Sosialisasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 dan Penyerahan Apresiasi Inovasi Unggulan Tahun 2025 di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Selasa (21/7/2026).
Bahasan menegaskan, penilaian inovasi tidak hanya didasarkan pada kelengkapan administrasi, tetapi juga harus didukung data dan fakta di lapangan.
“Semuanya pakai data. Data yang masuk harus dipastikan dengan fakta di lapangan,” katanya.
Ia berharap sosialisasi IGA mampu membangkitkan optimisme sekaligus semangat baru bagi ASN untuk terus berinovasi. Terlebih, masyarakat kini semakin kritis dan mudah menyampaikan laporan maupun keluhan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan pesan langsung kepada pemerintah.
Karena itu, menurut Bahasan, setiap laporan masyarakat harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan agar persoalan dapat dipahami secara utuh dan diselesaikan secara tepat.
“Kalau ada laporan, cek ke lapangan langsung. Kita harus hadir kepada masyarakat dan memberikan solusi,” jelasnya.
Bahasan juga kembali mengingatkan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang memudahkan masyarakat. Ia meminta ASN tidak mempersulit urusan warga apabila dapat diselesaikan dengan cara yang lebih sederhana.
“Saya selalu menekankan pelayanan publik yang terbaik, kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang kerap menjadi perhatian masyarakat, seperti kondisi jalan lingkungan, penerangan jalan umum, hingga berbagai layanan dasar lainnya yang harus ditangani secara cepat karena dampaknya langsung dirasakan warga.
Menurutnya, masyarakat telah memenuhi kewajiban membayar retribusi, termasuk untuk penerangan jalan umum. Oleh sebab itu, pemerintah harus segera mencari solusi apabila masih terdapat ruas jalan yang gelap.
Selain itu, Bahasan menekankan ASN harus memiliki pola pikir yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, menyejahterakan masyarakat tidak selalu berarti memberikan bantuan dalam bentuk uang, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang baik, menyelesaikan persoalan, serta menjalankan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Sebagai ASN, kita harus punya mindset bagaimana menyejahterakan masyarakat. Artinya hadir memberikan solusi dengan program-program yang ada di setiap perangkat daerah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahasan juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam pelayanan publik, termasuk pada sistem penerimaan murid baru. Ia menegaskan praktik titip-menitip harus dihindari agar pelayanan berjalan adil, transparan, dan tidak menimbulkan tekanan bagi pemerintah maupun pihak sekolah.
“Komitmen semua, tidak ada yang namanya titip-menitip. Kalau tidak ada titip-menitip, semuanya aman,” ujarnya.
Ia menilai tantangan di sektor pendidikan harus dijawab melalui perbaikan sistem, pemetaan kebutuhan layanan, serta pembangunan maupun penguatan fasilitas sekolah di wilayah yang masih kekurangan.
Menutup sambutannya, Bahasan berharap inovasi yang memperoleh apresiasi tidak berhenti sebagai penghargaan semata, tetapi menjadi budaya kerja yang mampu menginspirasi seluruh perangkat daerah untuk terus melakukan perbaikan pelayanan.
“Jadikan ini kebiasaan. Kita bergerak bersama-sama, karena kita punya kemampuan dan kapasitas. Tinggal kemauan dan keyakinan kita,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini