Pontianak    

Wawako Bahasan Dorong ASN Pontianak Berinovasi Lewat IGA demi Tingkatkan Pelayanan Publik

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 21 July 2026
Wawako Bahasan Dorong ASN Pontianak Berinovasi Lewat IGA demi Tingkatkan Pelayanan Publik
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah, Plt Kepala Bapperida Pontianak Yuli Trisna Ibrahim berfoto bersama perwakilan 73 inovasi unggulan Pemerintah Kota Pontianak tahun 2025, dalam Sosialisasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 dan Penyerahan Apresiasi Inovasi Unggulan Tahun 2025 di Gedung Konferensi Untan (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak memanfaatkan Innovative Government Award (IGA) sebagai momentum untuk memperkuat inovasi pelayanan publik.

Menurutnya, IGA memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh perangkat daerah untuk menunjukkan gagasan, kerja keras, dan prestasi. Setiap ASN pun memiliki peluang untuk berkontribusi melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semua punya kesempatan. Manfaatkan ini untuk berkarier, untuk membuat prestasi. Jadi ASN ini tergantung dirinya masing-masing,” ujarnya saat membuka Sosialisasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 dan Penyerahan Apresiasi Inovasi Unggulan Tahun 2025 di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Selasa (21/7/2026).

Bahasan menegaskan, penilaian inovasi tidak hanya didasarkan pada kelengkapan administrasi, tetapi juga harus didukung data dan fakta di lapangan.

“Semuanya pakai data. Data yang masuk harus dipastikan dengan fakta di lapangan,” katanya.

Ia berharap sosialisasi IGA mampu membangkitkan optimisme sekaligus semangat baru bagi ASN untuk terus berinovasi. Terlebih, masyarakat kini semakin kritis dan mudah menyampaikan laporan maupun keluhan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan pesan langsung kepada pemerintah.

Karena itu, menurut Bahasan, setiap laporan masyarakat harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan agar persoalan dapat dipahami secara utuh dan diselesaikan secara tepat.

“Kalau ada laporan, cek ke lapangan langsung. Kita harus hadir kepada masyarakat dan memberikan solusi,” jelasnya.

Bahasan juga kembali mengingatkan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang memudahkan masyarakat. Ia meminta ASN tidak mempersulit urusan warga apabila dapat diselesaikan dengan cara yang lebih sederhana.

“Saya selalu menekankan pelayanan publik yang terbaik, kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang kerap menjadi perhatian masyarakat, seperti kondisi jalan lingkungan, penerangan jalan umum, hingga berbagai layanan dasar lainnya yang harus ditangani secara cepat karena dampaknya langsung dirasakan warga.

Menurutnya, masyarakat telah memenuhi kewajiban membayar retribusi, termasuk untuk penerangan jalan umum. Oleh sebab itu, pemerintah harus segera mencari solusi apabila masih terdapat ruas jalan yang gelap.

Selain itu, Bahasan menekankan ASN harus memiliki pola pikir yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, menyejahterakan masyarakat tidak selalu berarti memberikan bantuan dalam bentuk uang, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang baik, menyelesaikan persoalan, serta menjalankan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Sebagai ASN, kita harus punya mindset bagaimana menyejahterakan masyarakat. Artinya hadir memberikan solusi dengan program-program yang ada di setiap perangkat daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bahasan juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam pelayanan publik, termasuk pada sistem penerimaan murid baru. Ia menegaskan praktik titip-menitip harus dihindari agar pelayanan berjalan adil, transparan, dan tidak menimbulkan tekanan bagi pemerintah maupun pihak sekolah.

“Komitmen semua, tidak ada yang namanya titip-menitip. Kalau tidak ada titip-menitip, semuanya aman,” ujarnya.

Ia menilai tantangan di sektor pendidikan harus dijawab melalui perbaikan sistem, pemetaan kebutuhan layanan, serta pembangunan maupun penguatan fasilitas sekolah di wilayah yang masih kekurangan.

Menutup sambutannya, Bahasan berharap inovasi yang memperoleh apresiasi tidak berhenti sebagai penghargaan semata, tetapi menjadi budaya kerja yang mampu menginspirasi seluruh perangkat daerah untuk terus melakukan perbaikan pelayanan.

“Jadikan ini kebiasaan. Kita bergerak bersama-sama, karena kita punya kemampuan dan kapasitas. Tinggal kemauan dan keyakinan kita,” pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Pemkab Melawi Ajukan Rancangan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp905,42 Miliar
Tuesday, 21 July 2026
Artikel Sebelumnya
Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Genset, Alat Tangkap, dan Beras untuk Nelayan
Tuesday, 21 July 2026

Berita terkait