Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 22 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, dr. Eva Nurfarihah, Sp.THT-KL, M.Kes, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih rumah sakit dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025. Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi MAKELAR (Metode Asuhan Keperawatan) yang dikembangkan untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menjamin keselamatan pasien.
"Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena inovasi kami pada tahun 2025 memperoleh penghargaan dalam Innovative Government Award. Tentu kami sangat berbahagia karena inovasi yang telah dikembangkan mendapat pengakuan dan penghargaan dari Pemerintah Kota Pontianak," ujar dr. Eva saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, inovasi MAKELAR dikembangkan oleh bidang keperawatan RSUD SSMA sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang lebih berkualitas dan berkesinambungan bagi pasien.
Menurut dr. Eva, sebelum inovasi tersebut diterapkan, setiap pasien memang telah memiliki dokter penanggung jawab. Namun, pada pelayanan keperawatan, pergantian jadwal kerja (shift) berpotensi menimbulkan kendala dalam kesinambungan penyampaian informasi mengenai kondisi pasien.
"Pergantian shift merupakan bagian dari sistem pelayanan keperawatan. Namun, dalam proses tersebut selalu ada potensi informasi penting mengenai kondisi pasien tidak tersampaikan secara utuh. Hal ini tentu dapat memengaruhi kesinambungan pelayanan apabila tidak dikelola dengan baik," jelasnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, RSUD SSMA kemudian menghadirkan sistem Perawat Penanggung Jawab Asuhan Pasien (PPJA) melalui inovasi MAKELAR. Dalam sistem ini, setiap pasien memiliki satu perawat penanggung jawab yang mendampingi sejak masuk hingga pulang dari rumah sakit.
"Meskipun perawat tersebut sedang tidak bertugas, setiap pergantian shift akan dilakukan pelaporan secara berkesinambungan oleh perawat pelaksana kepada PPJA. Dengan demikian, seluruh informasi terkait kondisi pasien tetap terjaga, tidak ada informasi yang terlewat, sehingga mutu pelayanan dan keselamatan pasien dapat dipertahankan secara optimal," katanya.
Lebih lanjut, dr. Eva menegaskan budaya inovasi telah menjadi bagian dari pengembangan pelayanan di RSUD SSMA. Manajemen rumah sakit memberikan ruang seluas-luasnya kepada seluruh pegawai untuk menyampaikan gagasan maupun menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia mengatakan, banyak inovasi lahir dari evaluasi terhadap berbagai keluhan maupun masukan yang diterima, baik dari tenaga kesehatan, manajemen, maupun masyarakat sebagai pengguna layanan.
"Setiap keluhan atau permasalahan kami jadikan sebagai bahan evaluasi. Dari situ kami mencari solusi melalui inovasi agar masalah yang sama tidak kembali terjadi. MAKELAR merupakan salah satu contoh inovasi yang lahir dari upaya mengatasi potensi terputusnya komunikasi dalam pelayanan pasien," ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, dr. Eva berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan RSUD SSMA untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Saya mengajak seluruh insan Alkadrie untuk tidak takut mengajukan inovasi. Sekecil apa pun inovasi yang dihasilkan akan memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Kami juga berharap Pemerintah Kota Pontianak terus melanjutkan program penghargaan seperti ini karena mampu menumbuhkan semangat bagi kami untuk terus berinovasi. Harapan yang sama juga kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Republik Indonesia agar budaya inovasi di sektor pelayanan publik terus berkembang," tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, dr. Eva Nurfarihah, Sp.THT-KL, M.Kes, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih rumah sakit dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025. Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi MAKELAR (Metode Asuhan Keperawatan) yang dikembangkan untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menjamin keselamatan pasien.
"Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena inovasi kami pada tahun 2025 memperoleh penghargaan dalam Innovative Government Award. Tentu kami sangat berbahagia karena inovasi yang telah dikembangkan mendapat pengakuan dan penghargaan dari Pemerintah Kota Pontianak," ujar dr. Eva saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, inovasi MAKELAR dikembangkan oleh bidang keperawatan RSUD SSMA sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang lebih berkualitas dan berkesinambungan bagi pasien.
Menurut dr. Eva, sebelum inovasi tersebut diterapkan, setiap pasien memang telah memiliki dokter penanggung jawab. Namun, pada pelayanan keperawatan, pergantian jadwal kerja (shift) berpotensi menimbulkan kendala dalam kesinambungan penyampaian informasi mengenai kondisi pasien.
"Pergantian shift merupakan bagian dari sistem pelayanan keperawatan. Namun, dalam proses tersebut selalu ada potensi informasi penting mengenai kondisi pasien tidak tersampaikan secara utuh. Hal ini tentu dapat memengaruhi kesinambungan pelayanan apabila tidak dikelola dengan baik," jelasnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, RSUD SSMA kemudian menghadirkan sistem Perawat Penanggung Jawab Asuhan Pasien (PPJA) melalui inovasi MAKELAR. Dalam sistem ini, setiap pasien memiliki satu perawat penanggung jawab yang mendampingi sejak masuk hingga pulang dari rumah sakit.
"Meskipun perawat tersebut sedang tidak bertugas, setiap pergantian shift akan dilakukan pelaporan secara berkesinambungan oleh perawat pelaksana kepada PPJA. Dengan demikian, seluruh informasi terkait kondisi pasien tetap terjaga, tidak ada informasi yang terlewat, sehingga mutu pelayanan dan keselamatan pasien dapat dipertahankan secara optimal," katanya.
Lebih lanjut, dr. Eva menegaskan budaya inovasi telah menjadi bagian dari pengembangan pelayanan di RSUD SSMA. Manajemen rumah sakit memberikan ruang seluas-luasnya kepada seluruh pegawai untuk menyampaikan gagasan maupun menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia mengatakan, banyak inovasi lahir dari evaluasi terhadap berbagai keluhan maupun masukan yang diterima, baik dari tenaga kesehatan, manajemen, maupun masyarakat sebagai pengguna layanan.
"Setiap keluhan atau permasalahan kami jadikan sebagai bahan evaluasi. Dari situ kami mencari solusi melalui inovasi agar masalah yang sama tidak kembali terjadi. MAKELAR merupakan salah satu contoh inovasi yang lahir dari upaya mengatasi potensi terputusnya komunikasi dalam pelayanan pasien," ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, dr. Eva berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan RSUD SSMA untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Saya mengajak seluruh insan Alkadrie untuk tidak takut mengajukan inovasi. Sekecil apa pun inovasi yang dihasilkan akan memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Kami juga berharap Pemerintah Kota Pontianak terus melanjutkan program penghargaan seperti ini karena mampu menumbuhkan semangat bagi kami untuk terus berinovasi. Harapan yang sama juga kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Republik Indonesia agar budaya inovasi di sektor pelayanan publik terus berkembang," tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini