Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 22 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan meminta PT Pertamina mengambil langkah tegas dalam membenahi distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi. Menurutnya, kelancaran distribusi kedua komoditas tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi di Kota Pontianak.
Hal itu disampaikan Bahasan usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Semester II di Aula Keriang Bandong Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (22/7/2026).
Bahasan mengatakan Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak, masih menghadapi tantangan karena sebagian kebutuhan pokok dan komoditas strategis masih didatangkan dari luar daerah. Kondisi tersebut membuat pasokan menjadi rentan terganggu apabila terjadi hambatan distribusi.
"Ketika pasokan dari luar Kalimantan Barat mengalami hambatan, pedagang juga kesulitan karena margin keuntungan yang sangat tipis. Hal ini tentu berdampak pada stabilitas harga di masyarakat," ujarnya.
Ia menilai ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor utama dalam pengendalian inflasi. Karena itu, Pertamina diminta lebih serius membenahi distribusi BBM agar pasokan barang dan jasa tetap berjalan lancar.
Menurutnya, antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Pontianak masih menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat.
"Yang terpenting adalah ketersediaan pasokan tetap aman. Jika distribusi tertata dengan baik, maka inflasi juga lebih mudah dikendalikan," katanya.
Selain BBM, Bahasan juga menyoroti distribusi elpiji tabung 3 kilogram. Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Pontianak telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Pontianak Nomor 25 Tahun 2026 yang melarang pelaku usaha laundry menggunakan elpiji bersubsidi.
Menurutnya, terdapat sekitar 6.022 usaha laundry di Kota Pontianak yang seharusnya menggunakan elpiji nonsubsidi.
"Elpiji tiga kilogram diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk usaha yang seharusnya menggunakan elpiji nonsubsidi," tegasnya.
Bahasan mengungkapkan masih ditemukan praktik penjualan elpiji bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET). Oleh sebab itu, ia meminta Pertamina bertindak tegas terhadap agen maupun pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan memperoleh elpiji bersubsidi akibat ulah oknum yang mencari keuntungan," ujarnya.
Ia juga meminta Pertamina membuka saluran pengaduan yang lebih responsif bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan distribusi kerap baru ditangani setelah muncul antrean panjang atau menjadi sorotan publik.
Selain itu, Bahasan menyinggung antrean kendaraan pengangkut barang yang masih terjadi di sejumlah ruas jalan, khususnya di kawasan Pontianak Utara. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan dan perlu segera mendapat perhatian.
"Jangan sampai persoalan distribusi barang dan antrean kendaraan ini membahayakan masyarakat. Semua pihak harus bersama-sama menjaga kondisi tetap kondusif agar inflasi dapat dikendalikan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan meminta PT Pertamina mengambil langkah tegas dalam membenahi distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi. Menurutnya, kelancaran distribusi kedua komoditas tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi di Kota Pontianak.
Hal itu disampaikan Bahasan usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Semester II di Aula Keriang Bandong Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (22/7/2026).
Bahasan mengatakan Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak, masih menghadapi tantangan karena sebagian kebutuhan pokok dan komoditas strategis masih didatangkan dari luar daerah. Kondisi tersebut membuat pasokan menjadi rentan terganggu apabila terjadi hambatan distribusi.
"Ketika pasokan dari luar Kalimantan Barat mengalami hambatan, pedagang juga kesulitan karena margin keuntungan yang sangat tipis. Hal ini tentu berdampak pada stabilitas harga di masyarakat," ujarnya.
Ia menilai ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor utama dalam pengendalian inflasi. Karena itu, Pertamina diminta lebih serius membenahi distribusi BBM agar pasokan barang dan jasa tetap berjalan lancar.
Menurutnya, antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Pontianak masih menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat.
"Yang terpenting adalah ketersediaan pasokan tetap aman. Jika distribusi tertata dengan baik, maka inflasi juga lebih mudah dikendalikan," katanya.
Selain BBM, Bahasan juga menyoroti distribusi elpiji tabung 3 kilogram. Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Pontianak telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Pontianak Nomor 25 Tahun 2026 yang melarang pelaku usaha laundry menggunakan elpiji bersubsidi.
Menurutnya, terdapat sekitar 6.022 usaha laundry di Kota Pontianak yang seharusnya menggunakan elpiji nonsubsidi.
"Elpiji tiga kilogram diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk usaha yang seharusnya menggunakan elpiji nonsubsidi," tegasnya.
Bahasan mengungkapkan masih ditemukan praktik penjualan elpiji bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET). Oleh sebab itu, ia meminta Pertamina bertindak tegas terhadap agen maupun pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan memperoleh elpiji bersubsidi akibat ulah oknum yang mencari keuntungan," ujarnya.
Ia juga meminta Pertamina membuka saluran pengaduan yang lebih responsif bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan distribusi kerap baru ditangani setelah muncul antrean panjang atau menjadi sorotan publik.
Selain itu, Bahasan menyinggung antrean kendaraan pengangkut barang yang masih terjadi di sejumlah ruas jalan, khususnya di kawasan Pontianak Utara. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan dan perlu segera mendapat perhatian.
"Jangan sampai persoalan distribusi barang dan antrean kendaraan ini membahayakan masyarakat. Semua pihak harus bersama-sama menjaga kondisi tetap kondusif agar inflasi dapat dikendalikan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini