Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 06 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Perum Bulog terus memperkuat upaya stabilisasi pangan nasional dengan mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras dan menggencarkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras di berbagai wilayah. Salah satu strategi utama yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP ke pasar rakyat.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Sabtu (6/6/2026).
Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai hampir 60 persen. Artinya, bantuan tersebut sudah diterima hampir 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total target 33,2 juta KPM di seluruh Indonesia.
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut dapat tersalurkan sebelum akhir Juni 2026.
Percepatan penyaluran bantuan pangan dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat, sekaligus membantu menekan potensi kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
Selain itu, Bulog juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP melalui berbagai saluran resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” tambahnya.
Menurut Ahmad Rizal, kombinasi antara program bantuan pangan dan distribusi beras SPHP menjadi langkah efektif untuk menjaga keseimbangan pasokan serta stabilitas harga di pasar.
Dengan stok beras nasional yang dinilai kuat dan didukung jaringan distribusi yang luas, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras.
Bulog juga memastikan cadangan beras pemerintah yang saat ini dikelola berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu guna mendukung berbagai kebijakan stabilisasi pangan nasional.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutup Ahmad Rizal Ramdhani. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Perum Bulog terus memperkuat upaya stabilisasi pangan nasional dengan mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras dan menggencarkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras di berbagai wilayah. Salah satu strategi utama yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP ke pasar rakyat.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Sabtu (6/6/2026).
Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai hampir 60 persen. Artinya, bantuan tersebut sudah diterima hampir 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total target 33,2 juta KPM di seluruh Indonesia.
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut dapat tersalurkan sebelum akhir Juni 2026.
Percepatan penyaluran bantuan pangan dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat, sekaligus membantu menekan potensi kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
Selain itu, Bulog juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP melalui berbagai saluran resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” tambahnya.
Menurut Ahmad Rizal, kombinasi antara program bantuan pangan dan distribusi beras SPHP menjadi langkah efektif untuk menjaga keseimbangan pasokan serta stabilitas harga di pasar.
Dengan stok beras nasional yang dinilai kuat dan didukung jaringan distribusi yang luas, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras.
Bulog juga memastikan cadangan beras pemerintah yang saat ini dikelola berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu guna mendukung berbagai kebijakan stabilisasi pangan nasional.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutup Ahmad Rizal Ramdhani. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini