Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 07 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Bulog terus memperkuat upaya stabilisasi pangan di daerah melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras serta distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Minyakita di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika harga di pasaran.
Pimpinan Cabang Bulog Ketapang, Jarau Matu, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi gejolak harga beras. Salah satunya melalui percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar rakyat.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog secara nasional mencapai sekitar 5,3 juta ton. Sementara untuk Bulog Cabang Ketapang, stok beras yang tersedia saat ini berada di angka 1.000 ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” ujar Jarau, Minggu (7/6/2026).
Ia menjelaskan, hingga 6 Juni 2026 realisasi penyaluran bantuan pangan beras untuk wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara telah mencapai 658.420 kilogram.
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut dapat tersalurkan kepada masyarakat penerima manfaat hingga akhir Juni 2026.
Menurut Jarau, percepatan penyaluran bantuan pangan diyakini mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus membantu menekan potensi kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
Selain bantuan pangan, Bulog Ketapang juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP dan Minyakita melalui berbagai saluran resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga terjangkau. Karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan diperluas agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata,” tambahnya.
Pemerintah menilai kombinasi antara penyaluran bantuan pangan, distribusi beras SPHP, dan Minyakita menjadi langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di pasar.
Dengan dukungan stok yang memadai dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras nasional.
Bulog juga memastikan seluruh cadangan beras pemerintah yang saat ini dikelola berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutup Jarau. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Bulog terus memperkuat upaya stabilisasi pangan di daerah melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras serta distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Minyakita di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika harga di pasaran.
Pimpinan Cabang Bulog Ketapang, Jarau Matu, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi gejolak harga beras. Salah satunya melalui percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar rakyat.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog secara nasional mencapai sekitar 5,3 juta ton. Sementara untuk Bulog Cabang Ketapang, stok beras yang tersedia saat ini berada di angka 1.000 ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” ujar Jarau, Minggu (7/6/2026).
Ia menjelaskan, hingga 6 Juni 2026 realisasi penyaluran bantuan pangan beras untuk wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara telah mencapai 658.420 kilogram.
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut dapat tersalurkan kepada masyarakat penerima manfaat hingga akhir Juni 2026.
Menurut Jarau, percepatan penyaluran bantuan pangan diyakini mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus membantu menekan potensi kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
Selain bantuan pangan, Bulog Ketapang juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP dan Minyakita melalui berbagai saluran resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga terjangkau. Karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan diperluas agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata,” tambahnya.
Pemerintah menilai kombinasi antara penyaluran bantuan pangan, distribusi beras SPHP, dan Minyakita menjadi langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di pasar.
Dengan dukungan stok yang memadai dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras nasional.
Bulog juga memastikan seluruh cadangan beras pemerintah yang saat ini dikelola berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutup Jarau. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini