Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 02 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang mengalami pemadaman listrik selama berjam-jam pada Kamis (2/7/2026). Kondisi tersebut memicu keluhan warga karena aktivitas sehari-hari hingga kegiatan usaha terganggu, sementara pemadaman disebut terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Salah seorang warga Kecamatan Delta Pawan, Yoga (26), mengaku kesal lantaran listrik padam hampir lima jam sejak pagi. Menurutnya, pekerjaannya sangat bergantung pada pasokan listrik sehingga aktivitas menjadi terhambat.
"Dari pagi listrik mati hampir lima jam. Aktivitas kerja saya jadi terganggu karena semua peralatan bergantung pada listrik," katanya.
Yoga menilai pemadaman tanpa adanya informasi terlebih dahulu sangat merugikan masyarakat, terutama pekerja dan pelaku usaha yang mengandalkan listrik dalam aktivitas sehari-hari.
"Kalau ada pemberitahuan mungkin kami bisa bersiap. Tapi ini tidak ada informasi sama sekali, jadi kami benar-benar dirugikan," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Joko (56), warga Desa Sukabangun yang bekerja sebagai pembuat mebel. Ia mengatakan proses produksinya ikut terhenti karena sejumlah peralatan hanya dapat dioperasikan menggunakan listrik.
"Pekerjaan saya jadi terhambat karena beberapa alat produksi harus menggunakan listrik. Kalau mati berjam-jam seperti ini, tentu sangat mengganggu," ungkapnya.
Dampak pemadaman juga dirasakan pelaku usaha. Sutia (35), pemilik usaha laundry di Muara Pawan, mengaku seluruh operasional usahanya berhenti karena bergantung pada aliran listrik.
"Sangat terganggu. Kita mau cuci pakaian tidak bisa sehingga hari ini operasional usaha terhenti," katanya.
Ia berharap pihak PLN dapat memberikan pemberitahuan terlebih dahulu apabila akan melakukan pemadaman agar masyarakat memiliki waktu untuk melakukan persiapan.
"Bahkan untuk mandi saja kami harus menggunakan air galon karena air tidak mengalir akibat mesin pompa tidak bisa hidup," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ketapang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pemadaman listrik tersebut. Warga juga mengaku tidak menerima informasi sebelumnya mengenai adanya gangguan pasokan listrik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas PLN terlihat melakukan pemasangan kabel pada tiang listrik baru di sejumlah titik di Kota Ketapang. Namun, belum dapat dipastikan apakah pekerjaan tersebut berkaitan dengan pemadaman yang terjadi karena masih menunggu penjelasan resmi dari pihak PLN. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang mengalami pemadaman listrik selama berjam-jam pada Kamis (2/7/2026). Kondisi tersebut memicu keluhan warga karena aktivitas sehari-hari hingga kegiatan usaha terganggu, sementara pemadaman disebut terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Salah seorang warga Kecamatan Delta Pawan, Yoga (26), mengaku kesal lantaran listrik padam hampir lima jam sejak pagi. Menurutnya, pekerjaannya sangat bergantung pada pasokan listrik sehingga aktivitas menjadi terhambat.
"Dari pagi listrik mati hampir lima jam. Aktivitas kerja saya jadi terganggu karena semua peralatan bergantung pada listrik," katanya.
Yoga menilai pemadaman tanpa adanya informasi terlebih dahulu sangat merugikan masyarakat, terutama pekerja dan pelaku usaha yang mengandalkan listrik dalam aktivitas sehari-hari.
"Kalau ada pemberitahuan mungkin kami bisa bersiap. Tapi ini tidak ada informasi sama sekali, jadi kami benar-benar dirugikan," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Joko (56), warga Desa Sukabangun yang bekerja sebagai pembuat mebel. Ia mengatakan proses produksinya ikut terhenti karena sejumlah peralatan hanya dapat dioperasikan menggunakan listrik.
"Pekerjaan saya jadi terhambat karena beberapa alat produksi harus menggunakan listrik. Kalau mati berjam-jam seperti ini, tentu sangat mengganggu," ungkapnya.
Dampak pemadaman juga dirasakan pelaku usaha. Sutia (35), pemilik usaha laundry di Muara Pawan, mengaku seluruh operasional usahanya berhenti karena bergantung pada aliran listrik.
"Sangat terganggu. Kita mau cuci pakaian tidak bisa sehingga hari ini operasional usaha terhenti," katanya.
Ia berharap pihak PLN dapat memberikan pemberitahuan terlebih dahulu apabila akan melakukan pemadaman agar masyarakat memiliki waktu untuk melakukan persiapan.
"Bahkan untuk mandi saja kami harus menggunakan air galon karena air tidak mengalir akibat mesin pompa tidak bisa hidup," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ketapang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pemadaman listrik tersebut. Warga juga mengaku tidak menerima informasi sebelumnya mengenai adanya gangguan pasokan listrik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas PLN terlihat melakukan pemasangan kabel pada tiang listrik baru di sejumlah titik di Kota Ketapang. Namun, belum dapat dipastikan apakah pekerjaan tersebut berkaitan dengan pemadaman yang terjadi karena masih menunggu penjelasan resmi dari pihak PLN. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini