Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 03 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Warga di kawasan Parit Banjar, Kabupaten Kubu Raya, mengeluhkan pemadaman listrik yang berlangsung hingga hampir tujuh jam pada Jumat (3/7/2026). Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga menyebabkan jaringan telepon seluler dan internet tidak dapat digunakan.
Salah seorang warga Jalan Parit Banjar, Puput, mengatakan aliran listrik di wilayahnya padam sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga melewati pukul 19.00 WIB, listrik belum juga kembali menyala.
Puput mengaku sempat mengetahui adanya informasi jadwal pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kota Pontianak. Namun, menurutnya, durasi pemadaman di kawasan tempat tinggalnya jauh lebih lama.
"Kalau di Pontianak ada informasi jadwal pemadamannya. Tapi di sini listrik padam sampai lebih dari lima jam, bahkan hampir tujuh jam belum juga menyala," katanya.
Menurut Puput, dampak pemadaman tidak hanya membuat rumah menjadi gelap, tetapi juga melumpuhkan jaringan seluler dan internet sehingga warga kesulitan berkomunikasi.
"Rasanya seperti terisolasi. Keluar rumah gelap, sinyal tidak ada, internet juga hilang. Bayangkan saja, hampir tujuh jam mati lampu tanpa sinyal dan internet, tentu sangat menyulitkan," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada anaknya yang masih balita. Cuaca panas membuat kipas angin maupun pendingin ruangan tidak dapat digunakan sehingga anaknya kesulitan beristirahat.
"Anak saya jadi tidak bisa tidur siang karena kepanasan," ucapnya.
Puput berharap pasokan listrik di wilayah Parit Banjar segera kembali normal dan pemadaman berkepanjangan tidak kembali terulang. Menurutnya, gangguan listrik dalam waktu lama sangat memengaruhi aktivitas masyarakat, pekerjaan, hingga komunikasi sehari-hari.
"Semoga kondisi seperti ini tidak terus terjadi. Kami berharap listrik bisa kembali normal agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," tutupnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Warga di kawasan Parit Banjar, Kabupaten Kubu Raya, mengeluhkan pemadaman listrik yang berlangsung hingga hampir tujuh jam pada Jumat (3/7/2026). Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga menyebabkan jaringan telepon seluler dan internet tidak dapat digunakan.
Salah seorang warga Jalan Parit Banjar, Puput, mengatakan aliran listrik di wilayahnya padam sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga melewati pukul 19.00 WIB, listrik belum juga kembali menyala.
Puput mengaku sempat mengetahui adanya informasi jadwal pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kota Pontianak. Namun, menurutnya, durasi pemadaman di kawasan tempat tinggalnya jauh lebih lama.
"Kalau di Pontianak ada informasi jadwal pemadamannya. Tapi di sini listrik padam sampai lebih dari lima jam, bahkan hampir tujuh jam belum juga menyala," katanya.
Menurut Puput, dampak pemadaman tidak hanya membuat rumah menjadi gelap, tetapi juga melumpuhkan jaringan seluler dan internet sehingga warga kesulitan berkomunikasi.
"Rasanya seperti terisolasi. Keluar rumah gelap, sinyal tidak ada, internet juga hilang. Bayangkan saja, hampir tujuh jam mati lampu tanpa sinyal dan internet, tentu sangat menyulitkan," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada anaknya yang masih balita. Cuaca panas membuat kipas angin maupun pendingin ruangan tidak dapat digunakan sehingga anaknya kesulitan beristirahat.
"Anak saya jadi tidak bisa tidur siang karena kepanasan," ucapnya.
Puput berharap pasokan listrik di wilayah Parit Banjar segera kembali normal dan pemadaman berkepanjangan tidak kembali terulang. Menurutnya, gangguan listrik dalam waktu lama sangat memengaruhi aktivitas masyarakat, pekerjaan, hingga komunikasi sehari-hari.
"Semoga kondisi seperti ini tidak terus terjadi. Kami berharap listrik bisa kembali normal agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," tutupnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini