Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 21 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Ketapang hingga beberapa kecamatan dalam beberapa hari terakhir. Warga berbondong-bondong mengisi bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite, yang mulai sulit diperoleh.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga ke badan jalan. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya permintaan BBM di tengah terbatasnya pasokan, sehingga hampir seluruh SPBU dipadati warga sejak pagi, Selasa (21/7/2026).
Kelangkaan juga dirasakan di tingkat pengecer. BBM jenis Pertalite dilaporkan mulai sulit ditemukan. Kalaupun tersedia, harganya jauh lebih mahal. Warga menyebut hanya BBM jenis Pertamax yang dijual di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter di kios-kios eceran dengan stok yang terbatas.
Salah seorang warga, Fais (23), mengaku harus mengantre hampir dua jam untuk mendapatkan Pertalite di salah satu SPBU di Kota Ketapang. Meski harus menunggu lama, ia tetap bertahan karena BBM tersebut dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Saya antre hampir dua jam baru bisa isi. Kalau tidak antre, tidak dapat sama sekali. Mau beli eceran juga mahal sekali," keluh Fais.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar distribusi BBM kembali normal sehingga masyarakat tidak terus mengalami kesulitan.
"Kami minta pemerintah cepat mengatasi ini. Jangan sampai kondisi seperti ini terus berlanjut karena sangat menyulitkan masyarakat kecil," tambahnya.
Sementara itu, seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengatakan lonjakan antrean terjadi akibat meningkatnya pembelian masyarakat dalam waktu bersamaan, sementara pasokan BBM yang diterima masih terbatas.
"Permintaan memang meningkat tajam beberapa hari ini, sedangkan pasokan terbatas. Itu yang membuat antrean jadi panjang," ujarnya.
Hingga kini, masyarakat berharap pihak terkait segera menemukan solusi agar distribusi BBM kembali lancar dan aktivitas warga tidak terganggu. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Ketapang hingga beberapa kecamatan dalam beberapa hari terakhir. Warga berbondong-bondong mengisi bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite, yang mulai sulit diperoleh.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga ke badan jalan. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya permintaan BBM di tengah terbatasnya pasokan, sehingga hampir seluruh SPBU dipadati warga sejak pagi, Selasa (21/7/2026).
Kelangkaan juga dirasakan di tingkat pengecer. BBM jenis Pertalite dilaporkan mulai sulit ditemukan. Kalaupun tersedia, harganya jauh lebih mahal. Warga menyebut hanya BBM jenis Pertamax yang dijual di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter di kios-kios eceran dengan stok yang terbatas.
Salah seorang warga, Fais (23), mengaku harus mengantre hampir dua jam untuk mendapatkan Pertalite di salah satu SPBU di Kota Ketapang. Meski harus menunggu lama, ia tetap bertahan karena BBM tersebut dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Saya antre hampir dua jam baru bisa isi. Kalau tidak antre, tidak dapat sama sekali. Mau beli eceran juga mahal sekali," keluh Fais.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar distribusi BBM kembali normal sehingga masyarakat tidak terus mengalami kesulitan.
"Kami minta pemerintah cepat mengatasi ini. Jangan sampai kondisi seperti ini terus berlanjut karena sangat menyulitkan masyarakat kecil," tambahnya.
Sementara itu, seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengatakan lonjakan antrean terjadi akibat meningkatnya pembelian masyarakat dalam waktu bersamaan, sementara pasokan BBM yang diterima masih terbatas.
"Permintaan memang meningkat tajam beberapa hari ini, sedangkan pasokan terbatas. Itu yang membuat antrean jadi panjang," ujarnya.
Hingga kini, masyarakat berharap pihak terkait segera menemukan solusi agar distribusi BBM kembali lancar dan aktivitas warga tidak terganggu. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini