Ketapang    

Antrean BBM Mengular di Ketapang, Warga Rela Tunggu Berjam-jam demi Pertalite

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 21 July 2026
Antrean BBM Mengular di Ketapang, Warga Rela Tunggu Berjam-jam demi Pertalite
Antrean panjang BBM terjadi di Ketapang. Warga rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan Pertalite yang mulai langka (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Ketapang hingga beberapa kecamatan dalam beberapa hari terakhir. Warga berbondong-bondong mengisi bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite, yang mulai sulit diperoleh.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga ke badan jalan. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya permintaan BBM di tengah terbatasnya pasokan, sehingga hampir seluruh SPBU dipadati warga sejak pagi, Selasa (21/7/2026).

Kelangkaan juga dirasakan di tingkat pengecer. BBM jenis Pertalite dilaporkan mulai sulit ditemukan. Kalaupun tersedia, harganya jauh lebih mahal. Warga menyebut hanya BBM jenis Pertamax yang dijual di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter di kios-kios eceran dengan stok yang terbatas.

Salah seorang warga, Fais (23), mengaku harus mengantre hampir dua jam untuk mendapatkan Pertalite di salah satu SPBU di Kota Ketapang. Meski harus menunggu lama, ia tetap bertahan karena BBM tersebut dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

"Saya antre hampir dua jam baru bisa isi. Kalau tidak antre, tidak dapat sama sekali. Mau beli eceran juga mahal sekali," keluh Fais.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar distribusi BBM kembali normal sehingga masyarakat tidak terus mengalami kesulitan.

"Kami minta pemerintah cepat mengatasi ini. Jangan sampai kondisi seperti ini terus berlanjut karena sangat menyulitkan masyarakat kecil," tambahnya.

Sementara itu, seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengatakan lonjakan antrean terjadi akibat meningkatnya pembelian masyarakat dalam waktu bersamaan, sementara pasokan BBM yang diterima masih terbatas.

"Permintaan memang meningkat tajam beberapa hari ini, sedangkan pasokan terbatas. Itu yang membuat antrean jadi panjang," ujarnya.

Hingga kini, masyarakat berharap pihak terkait segera menemukan solusi agar distribusi BBM kembali lancar dan aktivitas warga tidak terganggu. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Kelangkaan BBM di Ketapang, Bupati Minta Pertamina Tambah Kuota dan Percepat Distribusi
Tuesday, 21 July 2026
Artikel Sebelumnya
Kelangkaan BBM di Ketapang, Bupati Minta Pertamina Tambah Kuota dan Percepat Distribusi
Tuesday, 21 July 2026

Berita terkait