Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 28 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU untuk mencari keuntungan pribadi.
Pemerintah Kota Pontianak bersama aparat penegak hukum terus melakukan pengawasan terhadap potensi penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM di tengah terganggunya pasokan.
Edi mengatakan, Pemkot Pontianak telah berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, serta instansi terkait untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi antrean BBM.
"Kita koordinasi dengan aparat penegak hukum, kepolisian, TNI, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama jangan mengambil keuntungan di saat-saat seperti ini. Yang kita jaga adalah kepentingan masyarakat agar suplai lancar dan masyarakat bisa beraktivitas secara maksimal karena BBM tidak terganggu," kata Edi, Senin (27/7/2026).
Menurut Edi, antrean BBM di sejumlah SPBU dipicu terganggunya distribusi akibat surutnya debit air Sungai Kapuas.
Kondisi tersebut membuat kapal pengangkut BBM menuju Depo Siantan mengalami hambatan karena harus menunggu kondisi air pasang agar dapat melintasi alur sungai.
"Surutnya air Sungai Kapuas berdampak terhadap sirkulasi kapal. Saat air surut, kapal pembawa BBM bisa kandas sehingga hanya bisa masuk saat air pasang, biasanya malam hari. Ini yang berdampak terhadap antrean BBM di SPBU Kota Pontianak," ujarnya.
Edi menjelaskan, Pertamina telah melakukan pengaturan distribusi BBM setelah kapal berhasil bersandar di Depo Siantan. Namun, Pemerintah Kota Pontianak masih terus memantau perkembangan antrean di lapangan.
"Saya pantau masih banyak antrean. Kita akan berkoordinasi lagi dengan Pertamina untuk mengetahui apakah masih ada kendala lain yang menyebabkan antrean BBM mengular seperti yang terjadi sebelum Lebaran," katanya.
Meski distribusi sempat mengalami gangguan, Edi memastikan stok BBM di Kalimantan Barat masih dalam kondisi aman.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena dapat memperpanjang antrean di SPBU.
"Untuk BBM tenang, jangan panic buying. Pertamina menjamin suplai. Yang terganggu hanya distribusinya karena kapal tidak bisa masuk setiap waktu akibat kondisi air sungai yang surut, termasuk di wilayah hulu," tutupnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU untuk mencari keuntungan pribadi.
Pemerintah Kota Pontianak bersama aparat penegak hukum terus melakukan pengawasan terhadap potensi penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM di tengah terganggunya pasokan.
Edi mengatakan, Pemkot Pontianak telah berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, serta instansi terkait untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi antrean BBM.
"Kita koordinasi dengan aparat penegak hukum, kepolisian, TNI, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama jangan mengambil keuntungan di saat-saat seperti ini. Yang kita jaga adalah kepentingan masyarakat agar suplai lancar dan masyarakat bisa beraktivitas secara maksimal karena BBM tidak terganggu," kata Edi, Senin (27/7/2026).
Menurut Edi, antrean BBM di sejumlah SPBU dipicu terganggunya distribusi akibat surutnya debit air Sungai Kapuas.
Kondisi tersebut membuat kapal pengangkut BBM menuju Depo Siantan mengalami hambatan karena harus menunggu kondisi air pasang agar dapat melintasi alur sungai.
"Surutnya air Sungai Kapuas berdampak terhadap sirkulasi kapal. Saat air surut, kapal pembawa BBM bisa kandas sehingga hanya bisa masuk saat air pasang, biasanya malam hari. Ini yang berdampak terhadap antrean BBM di SPBU Kota Pontianak," ujarnya.
Edi menjelaskan, Pertamina telah melakukan pengaturan distribusi BBM setelah kapal berhasil bersandar di Depo Siantan. Namun, Pemerintah Kota Pontianak masih terus memantau perkembangan antrean di lapangan.
"Saya pantau masih banyak antrean. Kita akan berkoordinasi lagi dengan Pertamina untuk mengetahui apakah masih ada kendala lain yang menyebabkan antrean BBM mengular seperti yang terjadi sebelum Lebaran," katanya.
Meski distribusi sempat mengalami gangguan, Edi memastikan stok BBM di Kalimantan Barat masih dalam kondisi aman.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena dapat memperpanjang antrean di SPBU.
"Untuk BBM tenang, jangan panic buying. Pertamina menjamin suplai. Yang terganggu hanya distribusinya karena kapal tidak bisa masuk setiap waktu akibat kondisi air sungai yang surut, termasuk di wilayah hulu," tutupnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini