Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 10 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Antrean warga yang membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU masih mengular di sepanjang jalan Putussibau maupun beberapa wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena di tengah antrean panjang, harga BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer maupun kios-kios kecil disebut telah mencapai di atas batas kewajaran.
Ketua LSM Peduli Kapuas Hulu, Syafii, mengatakan antrean BBM tidak hanya diikuti masyarakat yang membeli untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga warga yang membeli BBM untuk dijual kembali di kios maupun pom mini.
“Kalau dilihat stok suplai BBM Pertalite, solar, Pertamax dan Pertamina Dex dari Pertamina tidak ada kendala. Satu mobil tangki SPBU memiliki kapasitas isi itu ada yang 8.000 liter dan ada juga 16.000 liter, sedangkan setiap SPBU itu kan memiliki mobil tangki lima sampai enam buah bahkan lebih. Apakah ini belum dikatakan cukup untuk dijual ke masyarakat?” ujarnya kepada KalbarOnline.com, Kamis (10/9/2026).
Menurut Syafii, harga BBM di SPBU yang mengikuti standar Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah jauh lebih murah dibandingkan harga di tingkat pengecer.
Namun, harga Pertalite, solar, Pertamax hingga Pertamina Dex yang dijual di kios dan pom mini disebut telah melambung tinggi dan berada di luar batas kewajaran.
Syafii juga menyoroti kinerja Tim Satgas BBM yang dinilainya perlu lebih jeli dalam mengawasi operasional SPBU. Ia mengaku masih menemukan SPBU yang hanya mengoperasikan satu mesin nozel.
“Di satu sisi Tim Satgas BBM dinilai tidak jeli, di mana masih ditemukan di SPBU mesin nozel itu hanya berfungsi satu saja, tidak berfungsi secara maksimal yakni tiga mesin nozel, maka terjadinya antrean yang mengular sepanjang hari,” ungkap Syafii.
Ia mempertanyakan kondisi tersebut dan meminta Pertamina, pemerintah maupun aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan lebih lanjut apabila ditemukan dugaan pelanggaran.
“Pertanyaan adalah apakah situasi ini ada unsur kesengajaan, pembiaran atau ada unsur permainan yang harus segera dilakukan penindakan dari Pertamina serta aparat pemerintah maupun Aparat Penegak Hukum dan Tim Satgas BBM Kabupaten Kapuas Hulu wajib memberitahukan kepada pemilik SPBU, agar mesin nozel itu difungsikan semuanya, sehingga antrean panjang tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. (Haq)
KALBARONLINE.com – Antrean warga yang membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU masih mengular di sepanjang jalan Putussibau maupun beberapa wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena di tengah antrean panjang, harga BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer maupun kios-kios kecil disebut telah mencapai di atas batas kewajaran.
Ketua LSM Peduli Kapuas Hulu, Syafii, mengatakan antrean BBM tidak hanya diikuti masyarakat yang membeli untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga warga yang membeli BBM untuk dijual kembali di kios maupun pom mini.
“Kalau dilihat stok suplai BBM Pertalite, solar, Pertamax dan Pertamina Dex dari Pertamina tidak ada kendala. Satu mobil tangki SPBU memiliki kapasitas isi itu ada yang 8.000 liter dan ada juga 16.000 liter, sedangkan setiap SPBU itu kan memiliki mobil tangki lima sampai enam buah bahkan lebih. Apakah ini belum dikatakan cukup untuk dijual ke masyarakat?” ujarnya kepada KalbarOnline.com, Kamis (10/9/2026).
Menurut Syafii, harga BBM di SPBU yang mengikuti standar Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah jauh lebih murah dibandingkan harga di tingkat pengecer.
Namun, harga Pertalite, solar, Pertamax hingga Pertamina Dex yang dijual di kios dan pom mini disebut telah melambung tinggi dan berada di luar batas kewajaran.
Syafii juga menyoroti kinerja Tim Satgas BBM yang dinilainya perlu lebih jeli dalam mengawasi operasional SPBU. Ia mengaku masih menemukan SPBU yang hanya mengoperasikan satu mesin nozel.
“Di satu sisi Tim Satgas BBM dinilai tidak jeli, di mana masih ditemukan di SPBU mesin nozel itu hanya berfungsi satu saja, tidak berfungsi secara maksimal yakni tiga mesin nozel, maka terjadinya antrean yang mengular sepanjang hari,” ungkap Syafii.
Ia mempertanyakan kondisi tersebut dan meminta Pertamina, pemerintah maupun aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan lebih lanjut apabila ditemukan dugaan pelanggaran.
“Pertanyaan adalah apakah situasi ini ada unsur kesengajaan, pembiaran atau ada unsur permainan yang harus segera dilakukan penindakan dari Pertamina serta aparat pemerintah maupun Aparat Penegak Hukum dan Tim Satgas BBM Kabupaten Kapuas Hulu wajib memberitahukan kepada pemilik SPBU, agar mesin nozel itu difungsikan semuanya, sehingga antrean panjang tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini