Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 27 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pontianak dan sekitarnya dipicu keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) akibat surutnya debit air Sungai Kapuas.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal pengangkut BBM menuju Depo Siantan tidak dapat langsung melintas dan harus menunggu air pasang sebelum memasuki alur Sungai Kapuas. Akibatnya, pasokan BBM ke sejumlah SPBU sempat mengalami keterlambatan.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menjelaskan kapal pengangkut BBM sempat tertahan pada malam hari karena kondisi sungai yang tidak memungkinkan untuk dilalui.
"Antrean terjadi karena ada keterlambatan kapal masuk ke alur Sungai Kapuas tadi malam. Kapal harus menunggu air pasang terlebih dahulu. Namun, tadi pagi kapal sudah sandar di Depo Siantan dan BBM sudah mulai disalurkan," ujar Widhi.
Menurutnya, setelah kapal bersandar di Depo Siantan pada Senin pagi, distribusi BBM ke seluruh SPBU langsung dilakukan sehingga pasokan mulai kembali normal.
Meski demikian, Pertamina masih melakukan evaluasi terhadap penyebab antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Selain dipengaruhi faktor distribusi akibat surutnya Sungai Kapuas, antrean juga diduga dipicu meningkatnya konsumsi BBM subsidi.
"Stok BBM masih aman dan mencukupi. Kami pastikan penyaluran BBM akan berjalan dengan baik," kata Widhi.
Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Kalimantan Barat tetap dalam kondisi aman. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi berjalan lancar dan antrean di SPBU dapat segera terurai.
Dengan distribusi yang kembali normal sejak Senin pagi, Pertamina optimistis pasokan BBM ke seluruh SPBU di wilayah Pontianak dan sekitarnya akan kembali stabil. (Lid)
KALBARONLINE.com – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pontianak dan sekitarnya dipicu keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) akibat surutnya debit air Sungai Kapuas.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal pengangkut BBM menuju Depo Siantan tidak dapat langsung melintas dan harus menunggu air pasang sebelum memasuki alur Sungai Kapuas. Akibatnya, pasokan BBM ke sejumlah SPBU sempat mengalami keterlambatan.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menjelaskan kapal pengangkut BBM sempat tertahan pada malam hari karena kondisi sungai yang tidak memungkinkan untuk dilalui.
"Antrean terjadi karena ada keterlambatan kapal masuk ke alur Sungai Kapuas tadi malam. Kapal harus menunggu air pasang terlebih dahulu. Namun, tadi pagi kapal sudah sandar di Depo Siantan dan BBM sudah mulai disalurkan," ujar Widhi.
Menurutnya, setelah kapal bersandar di Depo Siantan pada Senin pagi, distribusi BBM ke seluruh SPBU langsung dilakukan sehingga pasokan mulai kembali normal.
Meski demikian, Pertamina masih melakukan evaluasi terhadap penyebab antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Selain dipengaruhi faktor distribusi akibat surutnya Sungai Kapuas, antrean juga diduga dipicu meningkatnya konsumsi BBM subsidi.
"Stok BBM masih aman dan mencukupi. Kami pastikan penyaluran BBM akan berjalan dengan baik," kata Widhi.
Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Kalimantan Barat tetap dalam kondisi aman. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi berjalan lancar dan antrean di SPBU dapat segera terurai.
Dengan distribusi yang kembali normal sejak Senin pagi, Pertamina optimistis pasokan BBM ke seluruh SPBU di wilayah Pontianak dan sekitarnya akan kembali stabil. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini