Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 12 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong PT Mentari Pratama, anak perusahaan Musim Mas Group, menyalurkan 6.000 masker gratis kepada masyarakat di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Penyaluran masker dilakukan bersama unsur pemerintah kecamatan, Polsek Tumbang Titi, Koramil Tumbang Titi, Puskesmas Tumbang Titi, serta Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Tumbang Titi.
Senior Manager Humas PT Mentari Pratama, Syafrudin, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat akibat paparan asap.
“Kami menyadari dampak karhutla tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga kesehatan warga. Melalui 6.000 pcs masker ini, kami berharap masyarakat dapat terlindungi dari paparan asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil,” ujar Syafrudin.
Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, PT Mentari Pratama berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla melalui sinergi bersama pemerintah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan lembaga adat.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Tumbang Titi Madat, S.Pd., mengapresiasi kepedulian PT Mentari Pratama yang memberikan bantuan masker kepada masyarakat. Ia menilai masker sangat dibutuhkan ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
“Kami berterima kasih kepada PT Mentari Pratama. Bantuan ini bermanfaat bagi warga. Kami juga mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan tidak melakukan pembakaran lahan,” kata Madat.
Hal senada disampaikan Kapolsek Tumbang Titi Ipda Dadan Vandyana. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah setempat dalam menghadapi dampak karhutla.
“Ini bukti nyata kolaborasi perusahaan dengan pemerintah setempat dalam menghadapi dampak karhutla. Kami juga mengimbau seluruh warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berdampak buruk bagi kesehatan, lingkungan dan memiliki konsekuensi hukum,” ujar Dadan.
Dari sisi kesehatan, Kepala Puskesmas Tumbang Titi Natalia Lidia Wiwi, S.K.M., mengatakan penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel asap yang berisiko mengganggu saluran pernapasan.
“Masker bukan solusi tunggal, tetapi penting sebagai perlindungan awal. Jika warga mengalami batuk, sesak napas, atau mata perih, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DAD Kecamatan Tumbang Titi, Drs. Monri, turut mendukung langkah tersebut. Ia mengajak masyarakat adat ikut menjaga hutan dan lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
“Kami mengapresiasi bantuan ini. DAD juga mengajak seluruh warga adat untuk tidak membuka lahan dengan membakar dalam kondisi cuaca panas ekstrem seperti ini. Hutan adalah bagian dari kehidupan kita, harus dijaga bersama,” tutur Monri.
Penyaluran 6.000 masker tersebut berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat.
PT Mentari Pratama berharap bantuan tersebut dapat membantu mengurangi risiko paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla di Kecamatan Tumbang Titi. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong PT Mentari Pratama, anak perusahaan Musim Mas Group, menyalurkan 6.000 masker gratis kepada masyarakat di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Penyaluran masker dilakukan bersama unsur pemerintah kecamatan, Polsek Tumbang Titi, Koramil Tumbang Titi, Puskesmas Tumbang Titi, serta Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Tumbang Titi.
Senior Manager Humas PT Mentari Pratama, Syafrudin, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat akibat paparan asap.
“Kami menyadari dampak karhutla tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga kesehatan warga. Melalui 6.000 pcs masker ini, kami berharap masyarakat dapat terlindungi dari paparan asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil,” ujar Syafrudin.
Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, PT Mentari Pratama berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla melalui sinergi bersama pemerintah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan lembaga adat.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Tumbang Titi Madat, S.Pd., mengapresiasi kepedulian PT Mentari Pratama yang memberikan bantuan masker kepada masyarakat. Ia menilai masker sangat dibutuhkan ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
“Kami berterima kasih kepada PT Mentari Pratama. Bantuan ini bermanfaat bagi warga. Kami juga mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan tidak melakukan pembakaran lahan,” kata Madat.
Hal senada disampaikan Kapolsek Tumbang Titi Ipda Dadan Vandyana. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah setempat dalam menghadapi dampak karhutla.
“Ini bukti nyata kolaborasi perusahaan dengan pemerintah setempat dalam menghadapi dampak karhutla. Kami juga mengimbau seluruh warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berdampak buruk bagi kesehatan, lingkungan dan memiliki konsekuensi hukum,” ujar Dadan.
Dari sisi kesehatan, Kepala Puskesmas Tumbang Titi Natalia Lidia Wiwi, S.K.M., mengatakan penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel asap yang berisiko mengganggu saluran pernapasan.
“Masker bukan solusi tunggal, tetapi penting sebagai perlindungan awal. Jika warga mengalami batuk, sesak napas, atau mata perih, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DAD Kecamatan Tumbang Titi, Drs. Monri, turut mendukung langkah tersebut. Ia mengajak masyarakat adat ikut menjaga hutan dan lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
“Kami mengapresiasi bantuan ini. DAD juga mengajak seluruh warga adat untuk tidak membuka lahan dengan membakar dalam kondisi cuaca panas ekstrem seperti ini. Hutan adalah bagian dari kehidupan kita, harus dijaga bersama,” tutur Monri.
Penyaluran 6.000 masker tersebut berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat.
PT Mentari Pratama berharap bantuan tersebut dapat membantu mengurangi risiko paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla di Kecamatan Tumbang Titi. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini