Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 03 September 2026 |
KALBARONLINE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap perlu diwaspadai masyarakat karena dapat berdampak pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan rutin mencuci tangan serta menggunakan masker dengan cara yang benar.
Perawat Nova Harviana menyampaikan, menjaga kebersihan diri menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat selama terpapar kondisi udara yang kurang baik akibat karhutla.
“Cuci tangan merupakan kebiasaan sederhana, tetapi sangat penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh. Apalagi dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, masyarakat perlu lebih memperhatikan kebersihan diri,” ujarnya ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (3/9/2026).
Selain mencuci tangan, penggunaan masker juga perlu diperhatikan. Nova mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar menggunakan masker, tetapi memastikan masker terpasang dengan tepat sehingga dapat memberikan perlindungan yang lebih optimal.
“Masker harus menutup hidung, mulut, hingga dagu. Jangan digunakan hanya menutupi mulut atau diletakkan di bawah dagu karena pemakaiannya menjadi tidak efektif,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang tidak sehat. Kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapatkan perhatian lebih.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap berlangsung. Keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi pada mata, tenggorokan terasa perih, atau kondisi tubuh yang semakin memburuk sebaiknya tidak diabaikan.
“Kalau sudah mengalami keluhan seperti sesak napas atau batuk yang terus-menerus, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan dan jangan menunggu sampai kondisinya semakin berat,” imbuhnya.
Nova berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan selama periode karhutla. Menurutnya, langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker secara tepat, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga kondisi tubuh dapat menjadi bagian dari upaya melindungi kesehatan keluarga.
“Yang paling penting adalah masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan. Jangan menganggap remeh dampak asap karhutla karena kesehatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap perlu diwaspadai masyarakat karena dapat berdampak pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan rutin mencuci tangan serta menggunakan masker dengan cara yang benar.
Perawat Nova Harviana menyampaikan, menjaga kebersihan diri menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat selama terpapar kondisi udara yang kurang baik akibat karhutla.
“Cuci tangan merupakan kebiasaan sederhana, tetapi sangat penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh. Apalagi dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, masyarakat perlu lebih memperhatikan kebersihan diri,” ujarnya ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (3/9/2026).
Selain mencuci tangan, penggunaan masker juga perlu diperhatikan. Nova mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar menggunakan masker, tetapi memastikan masker terpasang dengan tepat sehingga dapat memberikan perlindungan yang lebih optimal.
“Masker harus menutup hidung, mulut, hingga dagu. Jangan digunakan hanya menutupi mulut atau diletakkan di bawah dagu karena pemakaiannya menjadi tidak efektif,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang tidak sehat. Kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapatkan perhatian lebih.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap berlangsung. Keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi pada mata, tenggorokan terasa perih, atau kondisi tubuh yang semakin memburuk sebaiknya tidak diabaikan.
“Kalau sudah mengalami keluhan seperti sesak napas atau batuk yang terus-menerus, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan dan jangan menunggu sampai kondisinya semakin berat,” imbuhnya.
Nova berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan selama periode karhutla. Menurutnya, langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan benar, memakai masker secara tepat, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga kondisi tubuh dapat menjadi bagian dari upaya melindungi kesehatan keluarga.
“Yang paling penting adalah masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan. Jangan menganggap remeh dampak asap karhutla karena kesehatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini