Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 03 September 2026 |
KALBARONLINE.com - Titik panas (hotspot) masih bermunculan di Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi. Pemerintah setempat meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperkuat penanganan dan mendirikan posko karhutla.
Wakil Bupati Melawi Malin bersama Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI Brigjen TNI Lukman Arif dan Wakapolres Melawi Kompol Aang Permana menggelar rapat koordinasi, Jumat (3/9/2026).
Dalam forum tersebut, Camat Belimbing Vivi Sukiyanti membeberkan data terkini mengenai kemunculan titik panas di wilayahnya. Puluhan hotspot kembali terdeteksi dengan sebaran di sejumlah desa.
Desa Nusa Kenyikap menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 17 titik. Kemudian Desa Batu Nanta dan Sepantonak masing-masing enam titik, Desa Upit empat titik, serta Desa Laman Bukit tiga titik.
Menurut Vivi, medan menuju sejumlah titik api cukup berat. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan sarana pemadaman dan sumber air.
“Akses ke lokasi kebakaran tidak mudah. Kawasan Laman Bukit jadi yang paling sulit ditembus,” jelasnya.
Meski demikian, tim gabungan telah bergerak menyisir titik-titik api. TNI, Polri, perangkat desa, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama-sama melakukan pemadaman.
Wakil Bupati Melawi Malin menegaskan situasi karhutla saat ini sudah masuk tanggap bencana. Namun, peralatan pemadaman di lapangan masih sangat terbatas.
“Warga bahkan terpaksa menggunakan alat semprot pertanian untuk memadamkan api,” katanya.
Kondisi tersebut semakin berat karena anggaran pemerintah daerah dan desa ikut menipis akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD).
Menurut Malin, pemadaman saat ini diupayakan terhadap titik api yang masih dapat dijangkau melalui jalur darat. Selain itu, sosialisasi untuk menghentikan pembakaran lahan juga terus digencarkan.
“Kita sedang menghadapi bencana. Peralatan terbatas. Saya minta warga tunda dulu semua aktivitas bakar lahan, kebun, atau sampah,” tegas Malin.
Ia meminta pemerintah desa tidak berhenti mengedukasi masyarakat. Jika menemukan titik api baru, warga diminta segera melapor agar api dapat ditangani sebelum membesar.
Sementara itu, Brigjen TNI Lukman Arif menekankan pemadaman karhutla harus dilakukan secara terarah. Jalur api harus segera diblokade agar tidak merambat ke kawasan permukiman.
“Fokus utama putus jalur api. Jangan sampai warga kena ISPA akibat asap,” ujar Lukman.
Ia juga mengingatkan penanganan karhutla bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan relawan. Seluruh elemen masyarakat perlu bergerak, termasuk perusahaan swasta yang berada di sekitar wilayah terdampak.
“Perusahaan wajib membantu baik logistik, alat pemadam, maupun personel,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Melawi menyerahkan bantuan operasional untuk Posko Karhutla Kecamatan Belimbing.
Bantuan berupa beras, paket sembako, dan uang tunai diserahkan untuk mendukung kebutuhan petugas yang bertugas di lapangan.
KALBARONLINE.com - Titik panas (hotspot) masih bermunculan di Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi. Pemerintah setempat meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperkuat penanganan dan mendirikan posko karhutla.
Wakil Bupati Melawi Malin bersama Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI Brigjen TNI Lukman Arif dan Wakapolres Melawi Kompol Aang Permana menggelar rapat koordinasi, Jumat (3/9/2026).
Dalam forum tersebut, Camat Belimbing Vivi Sukiyanti membeberkan data terkini mengenai kemunculan titik panas di wilayahnya. Puluhan hotspot kembali terdeteksi dengan sebaran di sejumlah desa.
Desa Nusa Kenyikap menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 17 titik. Kemudian Desa Batu Nanta dan Sepantonak masing-masing enam titik, Desa Upit empat titik, serta Desa Laman Bukit tiga titik.
Menurut Vivi, medan menuju sejumlah titik api cukup berat. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan sarana pemadaman dan sumber air.
“Akses ke lokasi kebakaran tidak mudah. Kawasan Laman Bukit jadi yang paling sulit ditembus,” jelasnya.
Meski demikian, tim gabungan telah bergerak menyisir titik-titik api. TNI, Polri, perangkat desa, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama-sama melakukan pemadaman.
Wakil Bupati Melawi Malin menegaskan situasi karhutla saat ini sudah masuk tanggap bencana. Namun, peralatan pemadaman di lapangan masih sangat terbatas.
“Warga bahkan terpaksa menggunakan alat semprot pertanian untuk memadamkan api,” katanya.
Kondisi tersebut semakin berat karena anggaran pemerintah daerah dan desa ikut menipis akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD).
Menurut Malin, pemadaman saat ini diupayakan terhadap titik api yang masih dapat dijangkau melalui jalur darat. Selain itu, sosialisasi untuk menghentikan pembakaran lahan juga terus digencarkan.
“Kita sedang menghadapi bencana. Peralatan terbatas. Saya minta warga tunda dulu semua aktivitas bakar lahan, kebun, atau sampah,” tegas Malin.
Ia meminta pemerintah desa tidak berhenti mengedukasi masyarakat. Jika menemukan titik api baru, warga diminta segera melapor agar api dapat ditangani sebelum membesar.
Sementara itu, Brigjen TNI Lukman Arif menekankan pemadaman karhutla harus dilakukan secara terarah. Jalur api harus segera diblokade agar tidak merambat ke kawasan permukiman.
“Fokus utama putus jalur api. Jangan sampai warga kena ISPA akibat asap,” ujar Lukman.
Ia juga mengingatkan penanganan karhutla bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan relawan. Seluruh elemen masyarakat perlu bergerak, termasuk perusahaan swasta yang berada di sekitar wilayah terdampak.
“Perusahaan wajib membantu baik logistik, alat pemadam, maupun personel,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Melawi menyerahkan bantuan operasional untuk Posko Karhutla Kecamatan Belimbing.
Bantuan berupa beras, paket sembako, dan uang tunai diserahkan untuk mendukung kebutuhan petugas yang bertugas di lapangan.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini