Pontianak    

Hari Fisioterapi Sedunia, RSUD SSMA Pontianak Ajak Warga Kenali Kebugaran dan Keseimbangan Tubuh

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 08 September 2026
Hari Fisioterapi Sedunia, RSUD SSMA Pontianak Ajak Warga Kenali Kebugaran dan Keseimbangan Tubuh
Hari Fisioterapi Sedunia 2026, RSUD SSMA Pontianak mengajak warga menjaga kebugaran dan keseimbangan tubuh sejak dini (Foto: PKRS-Humas/RSUDSSMA/2026)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Setiap langkah dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan. Semangat tersebut diusung RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak bersama tim fisioterapis dalam memperingati Hari Fisioterapi Sedunia 2026 melalui kegiatan skrining kebugaran dan keseimbangan bagi masyarakat, Selasa (8/9/2026).

Mengusung tema “Melangkah untuk Sehat”, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebugaran fisik sekaligus mengenali kondisi tubuh sejak dini, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan fungsional, keseimbangan, dan aktivitas fisik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemeriksaan menggunakan 6-Minute Walk Test (6MWT) dan Fukuda Stepping Test.

Fisioterapis RSUD SSMA, Deni Dwi Yulianti, menjelaskan kedua pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari skrining untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan fungsional, kebugaran, serta keseimbangan tubuh.

“Kedua pemeriksaan ini merupakan bagian dari skrining untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan fungsional, kebugaran, serta keseimbangan tubuh,” jelasnya saat memberikan penjelasan kepada peserta kegiatan.

Melalui 6-Minute Walk Test, peserta diminta berjalan selama enam menit untuk menilai kemampuan fungsional dan toleransi tubuh terhadap aktivitas fisik. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas fisik dan menjadi salah satu bagian dari evaluasi kondisi kebugaran.

Sementara itu, Fukuda Stepping Test digunakan untuk menilai keseimbangan dan orientasi tubuh ketika seseorang melakukan gerakan melangkah di tempat. Pemeriksaan ini dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai kecenderungan gangguan keseimbangan yang selanjutnya dapat dievaluasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan apabila diperlukan.

Menurut Deni, menjaga kesehatan tidak harus selalu dimulai dengan aktivitas fisik yang berat. Latihan fisik yang dilakukan secara teratur, aman, dan disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi kesehatan masing-masing individu dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat.

“Kita tidak harus menunggu sakit untuk mulai bergerak. Mengenali kemampuan tubuh dan menjaganya melalui aktivitas fisik yang sesuai merupakan bagian penting dalam mempertahankan kualitas hidup,” tambahnya.

Kegiatan skrining ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal peran fisioterapis. Fisioterapi tidak hanya berkaitan dengan pemulihan setelah cedera atau penyakit, tetapi juga berperan dalam menjaga kebugaran, meningkatkan kemampuan bergerak, mencegah keterbatasan fungsi, serta mendukung kualitas hidup.

“Melangkah untuk sehat bukan sekadar tentang seberapa jauh kita berjalan, tetapi tentang bagaimana setiap langkah menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup. Mari bergerak, melangkah, dan bersama-sama menjaga kesehatan serta mencegah risiko penyakit kardiovaskular dan stroke,” tutupnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Di Tengah Kabut Asap, 1.000 Paket Sembako dan 10 Ribu Liter Air Dibagikan ke Ojol Pontianak
Tuesday, 08 September 2026
Artikel Sebelumnya
Kabut Asap Pontianak Picu Keluhan Batuk dan Pilek, Apoteker Ingatkan Warga Tak Asal Minum Obat
Tuesday, 08 September 2026

Berita terkait