Pontianak    

Kabut Asap Pontianak Picu Keluhan Batuk dan Pilek, Apoteker Ingatkan Warga Tak Asal Minum Obat

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 02 September 2026
Kabut Asap Pontianak Picu Keluhan Batuk dan Pilek, Apoteker Ingatkan Warga Tak Asal Minum Obat
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pontianak mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan batuk, pilek, dan iritasi tenggorokan.

Kondisi tersebut mendorong sebagian masyarakat mengonsumsi obat secara mandiri. Menanggapi hal itu, Apoteker Abdurrachman mengimbau masyarakat agar tidak asal memilih obat dan tetap memperhatikan petunjuk penggunaan yang tepat.

"Batuk pilek sendiri adalah kondisi umum yang terjadi ketika saluran pernapasan bagian atas mengalami infeksi atau iritasi. Biasanya ditandai dengan batuk (kering atau berdahak), hidung tersumbat atau berair (pilek), bersin-bersin, kadang disertai demam ringan, sakit kepala, atau tenggorokan gatal," sambungnya ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, pemilihan obat untuk mengatasi gejala batuk dan pilek perlu disesuaikan dengan kondisi yang dialami.

Untuk batuk kering yang ditandai dengan rasa gatal di tenggorokan tanpa produksi lendir, obat jenis antitusif dapat digunakan dengan bekerja menekan refleks batuk sehingga frekuensi batuk berkurang dan tenggorokan dapat beristirahat dari iritasi.

"Sedangkan untuk batuk berdahak, jika dada terasa berat dan ada penumpukan lendir kental, gunakan obat ekspektoran untuk merangsang pengeluaran dahak, atau mukolitik untuk memutus ikatan dahak agar menjadi encer dan mudah dikeluarkan," jelasnya.

Menurutnya, hidung tersumbat dapat diringankan menggunakan obat dekongestan sesuai dosis yang dianjurkan dan tanpa penggunaan berlebihan.

Sementara itu, gejala batuk yang disertai bersin-bersin dan hidung berair akibat alergi dan iritasi asap dapat diringankan dengan antihistamin untuk membantu meredakan reaksi alergi.

Abdurrachman juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap antibiotik sebagai solusi untuk semua batuk dan pilek. Menurutnya, sebagian besar batuk pilek disebabkan oleh virus, bukan bakteri.

Artinya, penggunaan antibiotik tidak akan memberikan manfaat untuk kondisi yang disebabkan virus. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga dapat menimbulkan efek samping dan memicu resistensi antibiotik.

Ia menambahkan, cuaca panas, udara kering, dan debu yang beterbangan menjadi kondisi yang saat ini dirasakan masyarakat. Batuk dan pilek, menurutnya, tidak sebaiknya dianggap sebagai keluhan biasa karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan mencukupi kebutuhan nutrisi, cairan, istirahat, dan menerapkan pola hidup sehat.

“Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, apalagi saat tingkat polutan sangat tinggi dianjurkan gunakan masker berfiltrasi tinggi (seperti N95 atau KN95) saat beraktivitas di luar ruangan. Bila diperlukan tambahkan penyaring dan pembersih udara seperti air purifier untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah,” tutupnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Hari Fisioterapi Sedunia, RSUD SSMA Pontianak Ajak Warga Kenali Kebugaran dan Keseimbangan Tubuh
Tuesday, 08 September 2026
Artikel Sebelumnya
Kabut Asap Karhutla, Perawat Ingatkan Warga Jaga Kebersihan dan Pakai Masker dengan Benar
Tuesday, 08 September 2026

Berita terkait