Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 15 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap tidak menimbulkan gejala sehingga dikenal sebagai silent killer atau "pembunuh diam-diam". Tak sedikit penderita baru mengetahui dirinya mengidap hipertensi setelah mengalami komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan.
Apoteker Ike Fitria Ningrum, S.Farm., mengatakan salah satu cara mengendalikan hipertensi adalah dengan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Namun, ia mengingatkan penggunaan obat hipertensi tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
"Sebelum minum obat hipertensi, pahami terlebih dahulu informasi penting agar pengobatan menjadi aman dan efektif. Informasi yang benar akan membantu pasien menggunakan obat secara tepat, menghindari efek yang tidak diinginkan, dan memberikan hasil yang optimal," jelas Ike saat memberikan edukasi, Rabu (15/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat memastikan kondisi obat hipertensi masih layak digunakan. Kemasan harus dalam kondisi utuh, tidak sobek, bocor, atau rusak. Untuk obat berbentuk tablet, pastikan tidak retak, hancur, berubah warna, maupun berjamur. Sementara obat berbentuk kapsul tidak boleh lengket atau terbuka.
Selain itu, Ike mengingatkan agar selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum mengonsumsi obat, terutama obat yang telah lama disimpan di rumah. Menurutnya, obat yang telah kedaluwarsa berpotensi tidak lagi bekerja secara optimal bahkan dapat membahayakan kesehatan.
Ia juga menegaskan agar pasien tidak menggunakan obat hipertensi milik orang lain, meskipun memiliki keluhan yang serupa. Sebab, setiap pasien memiliki kondisi kesehatan, tingkat tekanan darah, usia, penyakit penyerta, serta kebutuhan terapi yang berbeda.
"Perhatikan juga efek samping yang mungkin muncul, karena setiap obat kemungkinan menimbulkan efek samping, meskipun tidak semua orang akan mengalaminya," ujarnya.
Ike menyarankan penderita hipertensi untuk selalu mengonsumsi obat sesuai dosis, waktu, dan aturan yang diberikan dokter. Pasien juga tidak dianjurkan menambah, mengurangi dosis, ataupun menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter, meski tekanan darah sudah membaik.
Selain cara konsumsi, penyimpanan obat juga perlu diperhatikan. Menurut Ike, sebagian besar obat hipertensi sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, di tempat yang kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.
Agar pengobatan memberikan hasil yang maksimal, Ike juga mengajak penderita hipertensi menerapkan pola hidup sehat. Mulai dari mengurangi konsumsi garam, memperbanyak sayur dan buah, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, hingga rutin memeriksa tekanan darah. (*)
KALBARONLINE.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap tidak menimbulkan gejala sehingga dikenal sebagai silent killer atau "pembunuh diam-diam". Tak sedikit penderita baru mengetahui dirinya mengidap hipertensi setelah mengalami komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan.
Apoteker Ike Fitria Ningrum, S.Farm., mengatakan salah satu cara mengendalikan hipertensi adalah dengan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Namun, ia mengingatkan penggunaan obat hipertensi tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
"Sebelum minum obat hipertensi, pahami terlebih dahulu informasi penting agar pengobatan menjadi aman dan efektif. Informasi yang benar akan membantu pasien menggunakan obat secara tepat, menghindari efek yang tidak diinginkan, dan memberikan hasil yang optimal," jelas Ike saat memberikan edukasi, Rabu (15/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat memastikan kondisi obat hipertensi masih layak digunakan. Kemasan harus dalam kondisi utuh, tidak sobek, bocor, atau rusak. Untuk obat berbentuk tablet, pastikan tidak retak, hancur, berubah warna, maupun berjamur. Sementara obat berbentuk kapsul tidak boleh lengket atau terbuka.
Selain itu, Ike mengingatkan agar selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum mengonsumsi obat, terutama obat yang telah lama disimpan di rumah. Menurutnya, obat yang telah kedaluwarsa berpotensi tidak lagi bekerja secara optimal bahkan dapat membahayakan kesehatan.
Ia juga menegaskan agar pasien tidak menggunakan obat hipertensi milik orang lain, meskipun memiliki keluhan yang serupa. Sebab, setiap pasien memiliki kondisi kesehatan, tingkat tekanan darah, usia, penyakit penyerta, serta kebutuhan terapi yang berbeda.
"Perhatikan juga efek samping yang mungkin muncul, karena setiap obat kemungkinan menimbulkan efek samping, meskipun tidak semua orang akan mengalaminya," ujarnya.
Ike menyarankan penderita hipertensi untuk selalu mengonsumsi obat sesuai dosis, waktu, dan aturan yang diberikan dokter. Pasien juga tidak dianjurkan menambah, mengurangi dosis, ataupun menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter, meski tekanan darah sudah membaik.
Selain cara konsumsi, penyimpanan obat juga perlu diperhatikan. Menurut Ike, sebagian besar obat hipertensi sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, di tempat yang kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.
Agar pengobatan memberikan hasil yang maksimal, Ike juga mengajak penderita hipertensi menerapkan pola hidup sehat. Mulai dari mengurangi konsumsi garam, memperbanyak sayur dan buah, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, hingga rutin memeriksa tekanan darah. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini