Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 07 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Mengonsumsi obat antihipertensi memang menjadi bagian penting dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Namun, hasil pengobatan akan lebih optimal jika diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup yang baik.
Pesan itu disampaikan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengaturan pola makan untuk mengendalikan hipertensi, Selasa (7/7/2026).
Nutrisionis RSUD SSMA Kota Pontianak, Mutia Anisa Karomah, A.Md.Gz, menjelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.
Menurutnya, hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena pada sebagian penderita tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak orang merasa sehat sehingga mengabaikan pengobatan maupun perubahan gaya hidup.
Padahal, hipertensi yang tidak terkendali dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti gangguan otak, retinopati, penyakit jantung, hingga gangguan pembuluh darah.
Karena itu, pengaturan pola makan menjadi bagian penting dalam pengendalian hipertensi. Salah satu pola makan yang direkomendasikan adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
"Salah satu langkah utama adalah diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension yang menyarankan konsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolesterol dan lemak total, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur dengan jumlah porsi 4-5 porsi per hari, produk susu tanpa lemak atau rendah lemak, serta kacang-kacangan," jelasnya.
Anisa juga mengingatkan penderita hipertensi untuk membatasi konsumsi garam dapur, penyedap rasa, soda kue, kecap, terasi, petis, tauco, hingga saus tomat. Kebutuhan garam bagi orang dewasa sebaiknya tidak lebih dari 2.300 miligram natrium per hari atau setara satu sendok teh garam (5 gram).
Untuk menambah cita rasa makanan, masyarakat disarankan memanfaatkan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, daun salam, dan rempah lainnya yang rendah kandungan garam.
"Sayangnya, garam tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga tersembunyi dalam berbagai makanan olahan seperti mi instan, sosis, nugget, makanan kaleng, kerupuk, makanan cepat saji, aneka camilan, asinan sayur, keju, serta bumbu penyedap," tuturnya.
Selain itu, ia menganjurkan masyarakat memperbanyak konsumsi makanan yang kaya magnesium, kalium, dan kalsium, seperti daging, telur, kacang merah, pisang, brokoli, alpukat, dan bayam.
Tak kalah penting, menjaga berat badan ideal serta rutin beraktivitas fisik juga menjadi kunci mengendalikan tekanan darah. Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, atau berenang dapat dilakukan minimal 30 menit per hari sebanyak lima kali dalam seminggu atau disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
"Obat membantu mengendalikan tekanan darah, tetapi gaya hidup sehat menjaga hasilnya tetap stabil. Jadi, jangan hanya rutin minum obat. Mulailah mengatur pola makan, perbanyak sayur dan buah, batasi garam, tetap aktif bergerak, serta lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Mengonsumsi obat antihipertensi memang menjadi bagian penting dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Namun, hasil pengobatan akan lebih optimal jika diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup yang baik.
Pesan itu disampaikan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengaturan pola makan untuk mengendalikan hipertensi, Selasa (7/7/2026).
Nutrisionis RSUD SSMA Kota Pontianak, Mutia Anisa Karomah, A.Md.Gz, menjelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.
Menurutnya, hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena pada sebagian penderita tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak orang merasa sehat sehingga mengabaikan pengobatan maupun perubahan gaya hidup.
Padahal, hipertensi yang tidak terkendali dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti gangguan otak, retinopati, penyakit jantung, hingga gangguan pembuluh darah.
Karena itu, pengaturan pola makan menjadi bagian penting dalam pengendalian hipertensi. Salah satu pola makan yang direkomendasikan adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
"Salah satu langkah utama adalah diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension yang menyarankan konsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolesterol dan lemak total, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur dengan jumlah porsi 4-5 porsi per hari, produk susu tanpa lemak atau rendah lemak, serta kacang-kacangan," jelasnya.
Anisa juga mengingatkan penderita hipertensi untuk membatasi konsumsi garam dapur, penyedap rasa, soda kue, kecap, terasi, petis, tauco, hingga saus tomat. Kebutuhan garam bagi orang dewasa sebaiknya tidak lebih dari 2.300 miligram natrium per hari atau setara satu sendok teh garam (5 gram).
Untuk menambah cita rasa makanan, masyarakat disarankan memanfaatkan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, daun salam, dan rempah lainnya yang rendah kandungan garam.
"Sayangnya, garam tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga tersembunyi dalam berbagai makanan olahan seperti mi instan, sosis, nugget, makanan kaleng, kerupuk, makanan cepat saji, aneka camilan, asinan sayur, keju, serta bumbu penyedap," tuturnya.
Selain itu, ia menganjurkan masyarakat memperbanyak konsumsi makanan yang kaya magnesium, kalium, dan kalsium, seperti daging, telur, kacang merah, pisang, brokoli, alpukat, dan bayam.
Tak kalah penting, menjaga berat badan ideal serta rutin beraktivitas fisik juga menjadi kunci mengendalikan tekanan darah. Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, atau berenang dapat dilakukan minimal 30 menit per hari sebanyak lima kali dalam seminggu atau disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
"Obat membantu mengendalikan tekanan darah, tetapi gaya hidup sehat menjaga hasilnya tetap stabil. Jadi, jangan hanya rutin minum obat. Mulailah mengatur pola makan, perbanyak sayur dan buah, batasi garam, tetap aktif bergerak, serta lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini