Pontianak    

RSUD SSMA Edukasi Cara Kendalikan Hipertensi, Jangan Andalkan Obat Saja

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 07 July 2026
RSUD SSMA Edukasi Cara Kendalikan Hipertensi, Jangan Andalkan Obat Saja
RSUD SSMA Pontianak mengedukasi masyarakat mengendalikan hipertensi melalui diet DASH, pola makan sehat, dan gaya hidup aktif (Foto: PKRS-Humas/RSUD SSMA)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Mengonsumsi obat antihipertensi memang menjadi bagian penting dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Namun, hasil pengobatan akan lebih optimal jika diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup yang baik.

Pesan itu disampaikan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengaturan pola makan untuk mengendalikan hipertensi, Selasa (7/7/2026).

Nutrisionis RSUD SSMA Kota Pontianak, Mutia Anisa Karomah, A.Md.Gz, menjelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.

Menurutnya, hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena pada sebagian penderita tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak orang merasa sehat sehingga mengabaikan pengobatan maupun perubahan gaya hidup.

Padahal, hipertensi yang tidak terkendali dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti gangguan otak, retinopati, penyakit jantung, hingga gangguan pembuluh darah.

Karena itu, pengaturan pola makan menjadi bagian penting dalam pengendalian hipertensi. Salah satu pola makan yang direkomendasikan adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

"Salah satu langkah utama adalah diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension yang menyarankan konsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolesterol dan lemak total, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur dengan jumlah porsi 4-5 porsi per hari, produk susu tanpa lemak atau rendah lemak, serta kacang-kacangan," jelasnya.

Anisa juga mengingatkan penderita hipertensi untuk membatasi konsumsi garam dapur, penyedap rasa, soda kue, kecap, terasi, petis, tauco, hingga saus tomat. Kebutuhan garam bagi orang dewasa sebaiknya tidak lebih dari 2.300 miligram natrium per hari atau setara satu sendok teh garam (5 gram).

Untuk menambah cita rasa makanan, masyarakat disarankan memanfaatkan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, daun salam, dan rempah lainnya yang rendah kandungan garam.

"Sayangnya, garam tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga tersembunyi dalam berbagai makanan olahan seperti mi instan, sosis, nugget, makanan kaleng, kerupuk, makanan cepat saji, aneka camilan, asinan sayur, keju, serta bumbu penyedap," tuturnya.

Selain itu, ia menganjurkan masyarakat memperbanyak konsumsi makanan yang kaya magnesium, kalium, dan kalsium, seperti daging, telur, kacang merah, pisang, brokoli, alpukat, dan bayam.

Tak kalah penting, menjaga berat badan ideal serta rutin beraktivitas fisik juga menjadi kunci mengendalikan tekanan darah. Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, atau berenang dapat dilakukan minimal 30 menit per hari sebanyak lima kali dalam seminggu atau disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

"Obat membantu mengendalikan tekanan darah, tetapi gaya hidup sehat menjaga hasilnya tetap stabil. Jadi, jangan hanya rutin minum obat. Mulailah mengatur pola makan, perbanyak sayur dan buah, batasi garam, tetap aktif bergerak, serta lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala," pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Satpol PP Pontianak Tertibkan Penggunaan LPG 3 Kg, 108 Tabung Ditemukan di Tiga Lokasi Usaha
Wednesday, 08 July 2026
Artikel Sebelumnya
Satpol PP Pontianak Tertibkan Penggunaan LPG 3 Kg, 108 Tabung Ditemukan di Tiga Lokasi Usaha
Wednesday, 08 July 2026

Berita terkait