Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 18 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Mual dan muntah menjadi keluhan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan pencernaan, mabuk perjalanan, keracunan makanan, infeksi, hingga efek samping pengobatan tertentu.
Untuk membantu meredakan gejala tersebut, tersedia berbagai jenis obat mual dan muntah yang dapat digunakan sesuai penyebab dan kondisi pasien. Namun, penggunaan obat antiemetik tidak boleh dilakukan sembarangan.
Apoteker RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Bonita Dwi Anggraini, mengingatkan masyarakat agar memahami manfaat, cara penggunaan, serta risiko yang mungkin timbul sebelum mengonsumsi obat mual dan muntah.
"Masyarakat perlu memahami manfaat, cara penggunaan serta risiko yang mungkin timbul agar pengobatan berjalan aman dan efektif," jelasnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (17/6/2026).
Bonita menerangkan, obat mual dan muntah atau antiemetik bekerja dengan cara mengurangi rasa mual dan mencegah refleks muntah. Obat ini umum digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan, mual akibat gangguan lambung, hingga mual yang muncul setelah menjalani tindakan medis tertentu.
Meski demikian, setiap jenis obat memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Karena itu, pemilihan obat harus disesuaikan dengan penyebab keluhan yang dialami. Membaca aturan pakai serta mengikuti anjuran dokter menjadi langkah penting sebelum mengonsumsi obat.
Beberapa jenis obat mual dan muntah yang umum digunakan antara lain golongan antihistamin untuk mabuk perjalanan dan vertigo, serta golongan antagonis dopamin yang biasanya digunakan untuk mengatasi mual akibat gangguan pencernaan.
"Selain itu ada juga golongan antagonis reseptor serotonin untuk mual akibat kemoterapi, radioterapi atau pascaoperasi, golongan antikolinergik, golongan kortikosteroid, dan golongan antasida/obat lambung," lanjutnya.
Selain penggunaan obat yang tepat, Bonita juga mengimbau masyarakat yang mengalami mual dan muntah untuk menjaga asupan cairan guna mencegah dehidrasi. Ia menyarankan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun lebih sering, serta menghindari makanan berlemak dan berbau menyengat yang dapat memperparah gejala.
Di sisi lain, obat mual dan muntah juga dapat menimbulkan efek samping seperti kantuk, pusing, mulut kering, hingga gangguan konsentrasi. Oleh sebab itu, pengguna perlu berhati-hati saat berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi setelah mengonsumsi obat tertentu.
Bonita menegaskan, pemahaman yang baik mengenai penggunaan obat antiemetik sangat penting agar keluhan dapat ditangani secara efektif sekaligus meminimalkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.
"Dengan pemahaman yang baik dan penggunaan yang tepat, keluhan mual dan muntah dapat ditangani secara efektif sekaligus menghindari risiko yang tidak diinginkan," tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Mual dan muntah menjadi keluhan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan pencernaan, mabuk perjalanan, keracunan makanan, infeksi, hingga efek samping pengobatan tertentu.
Untuk membantu meredakan gejala tersebut, tersedia berbagai jenis obat mual dan muntah yang dapat digunakan sesuai penyebab dan kondisi pasien. Namun, penggunaan obat antiemetik tidak boleh dilakukan sembarangan.
Apoteker RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Bonita Dwi Anggraini, mengingatkan masyarakat agar memahami manfaat, cara penggunaan, serta risiko yang mungkin timbul sebelum mengonsumsi obat mual dan muntah.
"Masyarakat perlu memahami manfaat, cara penggunaan serta risiko yang mungkin timbul agar pengobatan berjalan aman dan efektif," jelasnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (17/6/2026).
Bonita menerangkan, obat mual dan muntah atau antiemetik bekerja dengan cara mengurangi rasa mual dan mencegah refleks muntah. Obat ini umum digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan, mual akibat gangguan lambung, hingga mual yang muncul setelah menjalani tindakan medis tertentu.
Meski demikian, setiap jenis obat memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Karena itu, pemilihan obat harus disesuaikan dengan penyebab keluhan yang dialami. Membaca aturan pakai serta mengikuti anjuran dokter menjadi langkah penting sebelum mengonsumsi obat.
Beberapa jenis obat mual dan muntah yang umum digunakan antara lain golongan antihistamin untuk mabuk perjalanan dan vertigo, serta golongan antagonis dopamin yang biasanya digunakan untuk mengatasi mual akibat gangguan pencernaan.
"Selain itu ada juga golongan antagonis reseptor serotonin untuk mual akibat kemoterapi, radioterapi atau pascaoperasi, golongan antikolinergik, golongan kortikosteroid, dan golongan antasida/obat lambung," lanjutnya.
Selain penggunaan obat yang tepat, Bonita juga mengimbau masyarakat yang mengalami mual dan muntah untuk menjaga asupan cairan guna mencegah dehidrasi. Ia menyarankan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun lebih sering, serta menghindari makanan berlemak dan berbau menyengat yang dapat memperparah gejala.
Di sisi lain, obat mual dan muntah juga dapat menimbulkan efek samping seperti kantuk, pusing, mulut kering, hingga gangguan konsentrasi. Oleh sebab itu, pengguna perlu berhati-hati saat berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi setelah mengonsumsi obat tertentu.
Bonita menegaskan, pemahaman yang baik mengenai penggunaan obat antiemetik sangat penting agar keluhan dapat ditangani secara efektif sekaligus meminimalkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.
"Dengan pemahaman yang baik dan penggunaan yang tepat, keluhan mual dan muntah dapat ditangani secara efektif sekaligus menghindari risiko yang tidak diinginkan," tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini