Pontianak    

Jangan Asal Minum Obat Mual dan Muntah, Apoteker RSUD SSMA Pontianak Beri Penjelasan Ini

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 18 June 2026
Jangan Asal Minum Obat Mual dan Muntah, Apoteker RSUD SSMA Pontianak Beri Penjelasan Ini
Apoteker RSUD SSMA Pontianak mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan obat mual dan muntah (Foto: PKRS-Humas/rsudssma)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Mual dan muntah menjadi keluhan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan pencernaan, mabuk perjalanan, keracunan makanan, infeksi, hingga efek samping pengobatan tertentu.

Untuk membantu meredakan gejala tersebut, tersedia berbagai jenis obat mual dan muntah yang dapat digunakan sesuai penyebab dan kondisi pasien. Namun, penggunaan obat antiemetik tidak boleh dilakukan sembarangan.

Apoteker RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Bonita Dwi Anggraini, mengingatkan masyarakat agar memahami manfaat, cara penggunaan, serta risiko yang mungkin timbul sebelum mengonsumsi obat mual dan muntah.

"Masyarakat perlu memahami manfaat, cara penggunaan serta risiko yang mungkin timbul agar pengobatan berjalan aman dan efektif," jelasnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (17/6/2026).

Bonita menerangkan, obat mual dan muntah atau antiemetik bekerja dengan cara mengurangi rasa mual dan mencegah refleks muntah. Obat ini umum digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan, mual akibat gangguan lambung, hingga mual yang muncul setelah menjalani tindakan medis tertentu.

Meski demikian, setiap jenis obat memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Karena itu, pemilihan obat harus disesuaikan dengan penyebab keluhan yang dialami. Membaca aturan pakai serta mengikuti anjuran dokter menjadi langkah penting sebelum mengonsumsi obat.

Beberapa jenis obat mual dan muntah yang umum digunakan antara lain golongan antihistamin untuk mabuk perjalanan dan vertigo, serta golongan antagonis dopamin yang biasanya digunakan untuk mengatasi mual akibat gangguan pencernaan.

"Selain itu ada juga golongan antagonis reseptor serotonin untuk mual akibat kemoterapi, radioterapi atau pascaoperasi, golongan antikolinergik, golongan kortikosteroid, dan golongan antasida/obat lambung," lanjutnya.

Selain penggunaan obat yang tepat, Bonita juga mengimbau masyarakat yang mengalami mual dan muntah untuk menjaga asupan cairan guna mencegah dehidrasi. Ia menyarankan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun lebih sering, serta menghindari makanan berlemak dan berbau menyengat yang dapat memperparah gejala.

Di sisi lain, obat mual dan muntah juga dapat menimbulkan efek samping seperti kantuk, pusing, mulut kering, hingga gangguan konsentrasi. Oleh sebab itu, pengguna perlu berhati-hati saat berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi setelah mengonsumsi obat tertentu.

Bonita menegaskan, pemahaman yang baik mengenai penggunaan obat antiemetik sangat penting agar keluhan dapat ditangani secara efektif sekaligus meminimalkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.

"Dengan pemahaman yang baik dan penggunaan yang tepat, keluhan mual dan muntah dapat ditangani secara efektif sekaligus menghindari risiko yang tidak diinginkan," tutupnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Pemkot Pontianak Genjot Normalisasi Parit, Ekskavator Amfibi Diterjunkan Atasi Banjir
Thursday, 18 June 2026
Artikel Sebelumnya
Harumkan Nama Kayong Utara, Ayu Mega Melaju ke Putri Hijabfluencer Nasional 2026
Thursday, 18 June 2026

Berita terkait