Pontianak    

Jangan Salah Minum Obat Asam Urat, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Jelaskan Aturan Pakainya

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 24 June 2026
Jangan Salah Minum Obat Asam Urat, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Jelaskan Aturan Pakainya
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Penyakit asam urat masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dijumpai di masyarakat. Namun, masih banyak yang menganggap asam urat hanya menyerang orang lanjut usia. Faktanya, kondisi ini bisa dialami siapa saja, terutama mereka yang memiliki faktor risiko tertentu.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak memberikan edukasi kepada pengunjung rawat jalan terkait penyakit asam urat, mulai dari gejala, penyebab, hingga penggunaan obat asam urat yang tepat, Rabu (24/6/2026).

Apoteker Putri Raraswati, S.Farm menjelaskan bahwa kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini sering membuat masyarakat keliru dalam mengonsumsi obat.

Menurutnya, asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat dan membentuk kristal yang menumpuk di persendian. Penumpukan kristal tersebut dapat memicu peradangan yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan gangguan pergerakan sendi.

“Sendi yang paling sering terkena adalah jempol kaki, namun dapat juga menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, maupun jari tangan,” ujar Putri.

Ia menjelaskan, gejala asam urat umumnya berupa nyeri sendi yang muncul secara tiba-tiba, terutama pada malam atau dini hari. Selain itu, sendi yang terkena biasanya terasa panas, bengkak, kemerahan, dan sulit digerakkan.

Peningkatan kadar asam urat dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan, obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi minuman beralkohol, gangguan fungsi ginjal, faktor keturunan, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.

Selain itu, beberapa penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit ginjal juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami asam urat.

"Dalam penatalaksanaannya, terdapat dua kelompok obat yang umum digunakan," jelas Putri saat memberikan edukasi.

Kelompok pertama adalah obat untuk meredakan nyeri dan peradangan saat serangan asam urat akut, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), kolkisin, atau kortikosteroid yang digunakan sesuai anjuran dokter.

Sedangkan kelompok kedua adalah obat penurun kadar asam urat dalam darah, seperti allopurinol atau febuxostat. Obat ini digunakan untuk mencegah kekambuhan serta mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Selain pengobatan medis, Putri juga membagikan sejumlah cara alami yang dapat membantu mengendalikan kadar asam urat. Di antaranya memperbanyak konsumsi air putih, mengompres sendi yang meradang dengan es, serta membatasi makanan tinggi purin.

Beberapa makanan yang perlu dibatasi antara lain jeroan, daging merah, serta seafood tertentu seperti sarden, kerang, dan udang. Masyarakat juga dianjurkan mengurangi konsumsi minuman tinggi gula, terutama yang mengandung fruktosa.

Menurutnya, asam urat dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, memperbanyak minum air putih, membatasi makanan tinggi purin, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Dengan pemahaman yang baik mengenai penyakit asam urat dan penggunaan obat yang tepat, diharapkan masyarakat dapat mencegah kekambuhan serta meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Edi Kamtono Perjuangkan Perumnas IV dan Star Borneo 7 Masuk Wilayah Kota Pontianak
Wednesday, 24 June 2026
Artikel Sebelumnya
Babinsa Putussibau Utara Hadiri Pembukaan Kemah Pemuda GGKMI Kapuas Hulu, Dukung Pembinaan Generasi Muda
Wednesday, 24 June 2026

Berita terkait