Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 26 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai keberadaan rumah sakit dengan layanan spesialis, peralatan modern, dan tenaga medis berpengalaman semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Kota Pontianak.
Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat sekaligus kota jasa dan perdagangan, Pontianak memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan, tidak hanya bagi warga kota, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah, dengan banyaknya rumah sakit di Pontianak, apalagi yang memiliki layanan spesialis, peralatan yang canggih dan modern, serta didukung dokter-dokter spesialis yang berpengalaman, ini sangat membantu kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya saat menghadiri peresmian RS Mata Ayani, Sabtu (26/9/2026).
Edi berharap peningkatan fasilitas kesehatan di Pontianak dapat mengurangi ketergantungan masyarakat untuk berobat ke luar daerah maupun ke negara tetangga. Bahkan, ia berharap ke depan arus pelayanan kesehatan dapat berbalik dengan menjadikan Pontianak sebagai salah satu tujuan berobat.
“Kalau selama ini warga ke Kuching untuk berobat, ke depan kita berharap justru sebaliknya. Pontianak juga bisa menjadi tujuan pelayanan kesehatan,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai, tenaga medis kompeten, teknologi yang terus berkembang, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, pemilik RS Mata Ayani, Mohamad Subuh, mengatakan pengembangan rumah sakit tidak hanya ditujukan untuk menambah fasilitas pelayanan, tetapi juga memastikan seluruh kegiatan memenuhi ketentuan dan menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas.
Subuh menjelaskan, pembangunan RS Mata Ayani dimulai sejak 2023. Pada tahap pertama, bangunan yang diresmikan memiliki luas lantai kurang lebih 2.000 meter persegi.
Seiring perkembangan regulasi, rumah sakit yang memiliki kekuatan utama pada pelayanan mata juga menyiapkan layanan lain. Di antaranya penyakit dalam, THT, anestesi, radiologi, dan pelayanan penunjang lainnya.
“Pelayanan mata tetap menjadi kekuatan kami, tetapi sesuai perkembangan aturan, rumah sakit juga harus membuka dan menyiapkan pelayanan-pelayanan lain,” katanya.
Ia mengatakan visi RS Mata Ayani adalah memberikan pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Pontianak dan sekitarnya, dengan standar nasional.
Untuk mencapai hal tersebut, rumah sakit berupaya melengkapi fasilitas diagnostik, tindakan, dan layanan pendukung. Selain layanan kuratif, RS Mata Ayani juga akan memperkuat pendekatan promotif dan preventif.
Salah satunya melalui pemeriksaan dan penjaringan mata juling pada anak serta pemeriksaan kesehatan mata bagi peserta prolanis, terutama penderita diabetes dan hipertensi.
“Diabetes dan hipertensi juga memiliki pengaruh terhadap kesehatan mata. Karena itu, kita ingin pelayanan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan,” katanya.
Pihak rumah sakit juga merencanakan bakti sosial operasi katarak pada Desember 2026. Selain itu, fasilitas RS Mata Ayani diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai wahana pendidikan dokter, khususnya untuk menunjang pembelajaran bidang kesehatan mata.
Subuh berharap keberadaan RS Mata Ayani dapat menambah pilihan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjadikan Pontianak sebagai pusat pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat.
“Mudah-mudahan rumah sakit ini memberi manfaat semakin besar bagi masyarakat, baik untuk pelayanan, pencegahan, maupun pendidikan,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai keberadaan rumah sakit dengan layanan spesialis, peralatan modern, dan tenaga medis berpengalaman semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Kota Pontianak.
Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat sekaligus kota jasa dan perdagangan, Pontianak memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan, tidak hanya bagi warga kota, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah, dengan banyaknya rumah sakit di Pontianak, apalagi yang memiliki layanan spesialis, peralatan yang canggih dan modern, serta didukung dokter-dokter spesialis yang berpengalaman, ini sangat membantu kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya saat menghadiri peresmian RS Mata Ayani, Sabtu (26/9/2026).
Edi berharap peningkatan fasilitas kesehatan di Pontianak dapat mengurangi ketergantungan masyarakat untuk berobat ke luar daerah maupun ke negara tetangga. Bahkan, ia berharap ke depan arus pelayanan kesehatan dapat berbalik dengan menjadikan Pontianak sebagai salah satu tujuan berobat.
“Kalau selama ini warga ke Kuching untuk berobat, ke depan kita berharap justru sebaliknya. Pontianak juga bisa menjadi tujuan pelayanan kesehatan,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai, tenaga medis kompeten, teknologi yang terus berkembang, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, pemilik RS Mata Ayani, Mohamad Subuh, mengatakan pengembangan rumah sakit tidak hanya ditujukan untuk menambah fasilitas pelayanan, tetapi juga memastikan seluruh kegiatan memenuhi ketentuan dan menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas.
Subuh menjelaskan, pembangunan RS Mata Ayani dimulai sejak 2023. Pada tahap pertama, bangunan yang diresmikan memiliki luas lantai kurang lebih 2.000 meter persegi.
Seiring perkembangan regulasi, rumah sakit yang memiliki kekuatan utama pada pelayanan mata juga menyiapkan layanan lain. Di antaranya penyakit dalam, THT, anestesi, radiologi, dan pelayanan penunjang lainnya.
“Pelayanan mata tetap menjadi kekuatan kami, tetapi sesuai perkembangan aturan, rumah sakit juga harus membuka dan menyiapkan pelayanan-pelayanan lain,” katanya.
Ia mengatakan visi RS Mata Ayani adalah memberikan pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Pontianak dan sekitarnya, dengan standar nasional.
Untuk mencapai hal tersebut, rumah sakit berupaya melengkapi fasilitas diagnostik, tindakan, dan layanan pendukung. Selain layanan kuratif, RS Mata Ayani juga akan memperkuat pendekatan promotif dan preventif.
Salah satunya melalui pemeriksaan dan penjaringan mata juling pada anak serta pemeriksaan kesehatan mata bagi peserta prolanis, terutama penderita diabetes dan hipertensi.
“Diabetes dan hipertensi juga memiliki pengaruh terhadap kesehatan mata. Karena itu, kita ingin pelayanan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan,” katanya.
Pihak rumah sakit juga merencanakan bakti sosial operasi katarak pada Desember 2026. Selain itu, fasilitas RS Mata Ayani diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai wahana pendidikan dokter, khususnya untuk menunjang pembelajaran bidang kesehatan mata.
Subuh berharap keberadaan RS Mata Ayani dapat menambah pilihan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjadikan Pontianak sebagai pusat pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat.
“Mudah-mudahan rumah sakit ini memberi manfaat semakin besar bagi masyarakat, baik untuk pelayanan, pencegahan, maupun pendidikan,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini