Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 24 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa aktivitas masyarakat di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) tetap berjalan normal meski kedua provinsi masih terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Suharyanto mengatakan, asap karhutla memang masih mengganggu akses keluar-masuk kedua provinsi, terutama penerbangan. Namun, menurutnya, aktivitas harian masyarakat seperti lalu lintas, perdagangan, hingga kegiatan di rumah makan tetap berjalan.
“Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu,” kata Suharyanto, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/9/2026).
Meski aktivitas masyarakat disebut tetap berjalan, Suharyanto tidak memungkiri asap tebal akibat karhutla masih menyelimuti Kalbar dan Kalteng.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi belum maksimalnya pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kedua provinsi.
“Meskipun tinggal 209,78 hektar di seluruh Sumatera dan Kalimantan yang sekarang terbakar, ini kelihatannya sudah sangat sedikit, tetapi karena OMC, terutama di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, sehingga mengakibatkan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini asapnya cukup tebal, Bapak Presiden,” ujar Suharyanto.
Menurut Suharyanto, asap tebal tersebut membuat penerbangan tidak dapat dilakukan, baik untuk mendukung pelaksanaan OMC maupun penerbangan komersial.
Ia memperkirakan penanganan karhutla dapat berakhir paling cepat pada pertengahan Oktober 2026 dan paling lambat pada minggu ketiga November 2026.
“Kami akan terus melaksanakan kegiatan dengan maksimal. Kami yakinkan ini akan berakhir ketika paling cepat pertengahan Oktober 2026 dan paling lambat minggu ketiga November 2026,” kata dia.
KALBARONLINE.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa aktivitas masyarakat di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) tetap berjalan normal meski kedua provinsi masih terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Suharyanto mengatakan, asap karhutla memang masih mengganggu akses keluar-masuk kedua provinsi, terutama penerbangan. Namun, menurutnya, aktivitas harian masyarakat seperti lalu lintas, perdagangan, hingga kegiatan di rumah makan tetap berjalan.
“Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu,” kata Suharyanto, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/9/2026).
Meski aktivitas masyarakat disebut tetap berjalan, Suharyanto tidak memungkiri asap tebal akibat karhutla masih menyelimuti Kalbar dan Kalteng.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi belum maksimalnya pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kedua provinsi.
“Meskipun tinggal 209,78 hektar di seluruh Sumatera dan Kalimantan yang sekarang terbakar, ini kelihatannya sudah sangat sedikit, tetapi karena OMC, terutama di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, sehingga mengakibatkan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini asapnya cukup tebal, Bapak Presiden,” ujar Suharyanto.
Menurut Suharyanto, asap tebal tersebut membuat penerbangan tidak dapat dilakukan, baik untuk mendukung pelaksanaan OMC maupun penerbangan komersial.
Ia memperkirakan penanganan karhutla dapat berakhir paling cepat pada pertengahan Oktober 2026 dan paling lambat pada minggu ketiga November 2026.
“Kami akan terus melaksanakan kegiatan dengan maksimal. Kami yakinkan ini akan berakhir ketika paling cepat pertengahan Oktober 2026 dan paling lambat minggu ketiga November 2026,” kata dia.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini