Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 24 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Edi saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) DMI Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (24/07/2026).
Menurutnya, meski kepengurusan DMI telah terbentuk hingga tingkat kecamatan dan aktif menggelar berbagai kegiatan, fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat masih perlu terus diperkuat.
"Harapan kita, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga tempat pembinaan umat, ekonomi, dan lain sebagainya. Ini memang masih belum optimal kita rasakan," ujarnya.
Edi yang juga menjabat Wali Kota Pontianak menyebut, saat ini Kota Pontianak memiliki 347 masjid dan hampir 600 musala. Jumlah tersebut dinilai menjadi potensi besar apabila dikelola melalui program yang kreatif, inovatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Potensi ekonomi di masjid itu sebenarnya sangat besar. Kalau ini kita koordinir dan kembangkan, bisa menjadi kekuatan umat Islam, terutama dalam pemberdayaan ekonomi," katanya.
Ia menilai, apabila setiap masjid mampu menghimpun dan mengelola dana secara produktif, maka akan tercipta kekuatan ekonomi umat yang signifikan. Karena itu, DMI diharapkan dapat membangun kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah dan berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Selain pemberdayaan ekonomi, Edi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan masjid, termasuk peningkatan kapasitas imam, takmir, pengurus masjid, serta pengelolaan kegiatan keagamaan.
"Program ke depan yang bisa kita implementasikan adalah meningkatkan kualitas pelayanan masjid kepada masyarakat, termasuk kualitas imam dan takmir," jelasnya.
Ia juga menyoroti masih adanya persoalan administrasi terkait sertifikasi lahan masjid dan tanah wakaf yang perlu segera diselesaikan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Pontianak setiap tahun mengalokasikan dana hibah sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk mendukung pembangunan maupun rehabilitasi masjid. Selain itu, pemerintah juga mulai memberikan perhatian terhadap pembangunan fisik madrasah tradisional sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia.
"Kita sekarang juga fokus menangani madrasah-madrasah secara fisik, karena madrasah sangat penting untuk SDM masyarakat," katanya.
Melalui Musda DMI 2026, Edi berharap seluruh peserta dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masjid di wilayah masing-masing sehingga dapat dirumuskan menjadi program kerja yang lebih implementatif.
"Dalam musyawarah ini semua berkesempatan menyampaikan hal-hal untuk kemajuan ke depan, termasuk masalah yang dihadapi di masing-masing kecamatan dan masjid," ujarnya.
Ia juga berharap kepengurusan DMI Kota Pontianak ke depan mampu menjadi contoh bagi DMI di kabupaten/kota lain melalui program-program yang inovatif dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan umat.
"DMI Kota harus berusaha membuat program yang implementatif, kreatif, dan memberi dampak positif, terutama bagi perekonomian umat dan jamaah," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Edi saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) DMI Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (24/07/2026).
Menurutnya, meski kepengurusan DMI telah terbentuk hingga tingkat kecamatan dan aktif menggelar berbagai kegiatan, fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat masih perlu terus diperkuat.
"Harapan kita, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga tempat pembinaan umat, ekonomi, dan lain sebagainya. Ini memang masih belum optimal kita rasakan," ujarnya.
Edi yang juga menjabat Wali Kota Pontianak menyebut, saat ini Kota Pontianak memiliki 347 masjid dan hampir 600 musala. Jumlah tersebut dinilai menjadi potensi besar apabila dikelola melalui program yang kreatif, inovatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Potensi ekonomi di masjid itu sebenarnya sangat besar. Kalau ini kita koordinir dan kembangkan, bisa menjadi kekuatan umat Islam, terutama dalam pemberdayaan ekonomi," katanya.
Ia menilai, apabila setiap masjid mampu menghimpun dan mengelola dana secara produktif, maka akan tercipta kekuatan ekonomi umat yang signifikan. Karena itu, DMI diharapkan dapat membangun kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah dan berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Selain pemberdayaan ekonomi, Edi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan masjid, termasuk peningkatan kapasitas imam, takmir, pengurus masjid, serta pengelolaan kegiatan keagamaan.
"Program ke depan yang bisa kita implementasikan adalah meningkatkan kualitas pelayanan masjid kepada masyarakat, termasuk kualitas imam dan takmir," jelasnya.
Ia juga menyoroti masih adanya persoalan administrasi terkait sertifikasi lahan masjid dan tanah wakaf yang perlu segera diselesaikan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Pontianak setiap tahun mengalokasikan dana hibah sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk mendukung pembangunan maupun rehabilitasi masjid. Selain itu, pemerintah juga mulai memberikan perhatian terhadap pembangunan fisik madrasah tradisional sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia.
"Kita sekarang juga fokus menangani madrasah-madrasah secara fisik, karena madrasah sangat penting untuk SDM masyarakat," katanya.
Melalui Musda DMI 2026, Edi berharap seluruh peserta dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masjid di wilayah masing-masing sehingga dapat dirumuskan menjadi program kerja yang lebih implementatif.
"Dalam musyawarah ini semua berkesempatan menyampaikan hal-hal untuk kemajuan ke depan, termasuk masalah yang dihadapi di masing-masing kecamatan dan masjid," ujarnya.
Ia juga berharap kepengurusan DMI Kota Pontianak ke depan mampu menjadi contoh bagi DMI di kabupaten/kota lain melalui program-program yang inovatif dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan umat.
"DMI Kota harus berusaha membuat program yang implementatif, kreatif, dan memberi dampak positif, terutama bagi perekonomian umat dan jamaah," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini