Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 24 July 2026 |
KALBARONLINE.COM – Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Kota Pontianak memastikan ketersediaan stok pangan di Kota Pontianak masih dalam kondisi aman dengan distribusi yang berjalan lancar. Kepastian tersebut diperoleh setelah tim melakukan monitoring di sejumlah titik pada Jumat (24/07/2026).
Pemantauan dilakukan di Pasar Tradisional Kemuning, agen telur di Jalan Dr. Sutomo, gudang penyimpanan daging beku, hingga gudang penyimpanan ikan beku di Jalan Komyos Sudarso.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan monitoring rutin dilakukan sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi pasokan maupun harga bahan pokok.
"Hari ini kami bersama Tim Satgas Ketahanan Pangan melakukan monitoring ke sejumlah lokasi untuk melihat langsung kondisi ketersediaan pangan di Kota Pontianak. Selain mengecek stok, kami juga berdiskusi dengan para pelaku usaha mengenai berbagai faktor yang memengaruhi distribusi dan ketahanan pangan," ujarnya.
Menurut Amirullah, pemantauan tidak hanya berfokus pada ketersediaan stok, tetapi juga mencakup pemeriksaan standar alat ukur, perkembangan harga komoditas, hingga kelancaran distribusi. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan periode sebelumnya sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.
Selain itu, Satgas juga melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha dan memastikan proses penyimpanan maupun distribusi pangan telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Untuk pengawasan produk pangan olahan dan industri rumah tangga, Satgas melibatkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).
"Kami juga memastikan perlindungan konsumen berjalan dengan baik, mulai dari proses penyimpanan, distribusi, hingga produk yang dipasarkan kepada masyarakat," katanya.
Monitoring tersebut melibatkan berbagai instansi, antara lain Kodim 1207/Pontianak, Polresta Pontianak, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUMP), Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP), serta BBPOM.
Kolaborasi lintas instansi itu dilakukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di Kota Pontianak.
Berdasarkan hasil pemantauan, Amirullah menyebut belum ditemukan kendala yang berdampak signifikan terhadap stok maupun harga pangan. Distribusi berbagai komoditas juga masih berlangsung dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Kesimpulan sementara dari hasil monitoring, kondisi pangan di Kota Pontianak masih terkendali. Stok tersedia, distribusi relatif lancar, dan belum ada faktor yang secara signifikan memengaruhi kenaikan harga," jelasnya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Pontianak akan terus mengantisipasi berbagai faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan, termasuk memastikan kelancaran distribusi dari daerah pemasok, operasional gudang penyimpanan, serta akses transportasi tetap berjalan optimal demi menjaga pasokan pangan masyarakat. (*)
KALBARONLINE.COM – Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Kota Pontianak memastikan ketersediaan stok pangan di Kota Pontianak masih dalam kondisi aman dengan distribusi yang berjalan lancar. Kepastian tersebut diperoleh setelah tim melakukan monitoring di sejumlah titik pada Jumat (24/07/2026).
Pemantauan dilakukan di Pasar Tradisional Kemuning, agen telur di Jalan Dr. Sutomo, gudang penyimpanan daging beku, hingga gudang penyimpanan ikan beku di Jalan Komyos Sudarso.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan monitoring rutin dilakukan sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi pasokan maupun harga bahan pokok.
"Hari ini kami bersama Tim Satgas Ketahanan Pangan melakukan monitoring ke sejumlah lokasi untuk melihat langsung kondisi ketersediaan pangan di Kota Pontianak. Selain mengecek stok, kami juga berdiskusi dengan para pelaku usaha mengenai berbagai faktor yang memengaruhi distribusi dan ketahanan pangan," ujarnya.
Menurut Amirullah, pemantauan tidak hanya berfokus pada ketersediaan stok, tetapi juga mencakup pemeriksaan standar alat ukur, perkembangan harga komoditas, hingga kelancaran distribusi. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan periode sebelumnya sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.
Selain itu, Satgas juga melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha dan memastikan proses penyimpanan maupun distribusi pangan telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Untuk pengawasan produk pangan olahan dan industri rumah tangga, Satgas melibatkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).
"Kami juga memastikan perlindungan konsumen berjalan dengan baik, mulai dari proses penyimpanan, distribusi, hingga produk yang dipasarkan kepada masyarakat," katanya.
Monitoring tersebut melibatkan berbagai instansi, antara lain Kodim 1207/Pontianak, Polresta Pontianak, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUMP), Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP), serta BBPOM.
Kolaborasi lintas instansi itu dilakukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di Kota Pontianak.
Berdasarkan hasil pemantauan, Amirullah menyebut belum ditemukan kendala yang berdampak signifikan terhadap stok maupun harga pangan. Distribusi berbagai komoditas juga masih berlangsung dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Kesimpulan sementara dari hasil monitoring, kondisi pangan di Kota Pontianak masih terkendali. Stok tersedia, distribusi relatif lancar, dan belum ada faktor yang secara signifikan memengaruhi kenaikan harga," jelasnya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Pontianak akan terus mengantisipasi berbagai faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan, termasuk memastikan kelancaran distribusi dari daerah pemasok, operasional gudang penyimpanan, serta akses transportasi tetap berjalan optimal demi menjaga pasokan pangan masyarakat. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini