Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 05 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak para bidan untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (5/7/2026).
Menurut Edi, profesi bidan memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
"Saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia. Semoga seluruh bidan senantiasa diberikan kesehatan, semangat, dan kesejahteraan dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Mari bersama-sama kita wujudkan ibu sehat, anak sehat menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Edi mengungkapkan, angka kelahiran di Kota Pontianak pada 2025 mencapai sekitar 11.667 jiwa. Menurutnya, tingginya angka kelahiran tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, dan balita.
"Angka kelahiran yang cukup tinggi menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab kita bersama. Karena itu, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, dan balita harus terus ditingkatkan," jelasnya.
Meski demikian, Edi mengingatkan masih adanya angka kematian ibu dan bayi yang menjadi perhatian pemerintah. Ia menilai persoalan tersebut harus terus ditekan melalui peningkatan mutu layanan kesehatan, pendampingan bagi ibu hamil, serta penguatan peran tenaga kesehatan, khususnya bidan.
Menurutnya, upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, organisasi profesi, hingga masyarakat.
"Pemerintah pusat telah menghadirkan berbagai program, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dengan sasaran ibu hamil dan kelompok rentan lainnya. Program ini akan efektif apabila didukung data yang akurat sehingga benar-benar tepat sasaran," sebutnya.
Edi juga menekankan pentingnya perhatian pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Menurutnya, periode tersebut menjadi fase krusial dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
"Kehamilan harus dipantau secara optimal agar ibu tetap sehat, proses persalinan berjalan baik, dan anak yang lahir tumbuh menjadi generasi yang sehat serta cerdas," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) IBI Kota Pontianak, Sri Mulyanti, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus meningkatkan kompetensi bidan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Menurutnya, bidan memiliki peran strategis karena mendampingi perempuan, bayi, keluarga, hingga masyarakat dalam berbagai fase kehidupan.
"Pengabdian seorang bidan tidak berhenti pada proses kelahiran semata. Bidan hadir mendampingi perempuan, bayi, keluarga, dan masyarakat dalam setiap fase kehidupan. Karena itu, bidan bukan hanya sebuah profesi, melainkan panggilan pengabdian dan kemanusiaan," terangnya.
Selama satu tahun masa kepengurusan, PC IBI Kota Pontianak telah menjalankan sejumlah program strategis. Program tersebut meliputi peningkatan kompetensi bidan melalui berbagai kegiatan ilmiah, mendukung program kesehatan ibu dan anak, pelaksanaan program jemput bola penerbitan akta kelahiran bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak, serta pembinaan dan standarisasi terhadap 34 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB).
"Serta pembinaan dan standarisasi terhadap 34 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB)," tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak para bidan untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (5/7/2026).
Menurut Edi, profesi bidan memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
"Saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia. Semoga seluruh bidan senantiasa diberikan kesehatan, semangat, dan kesejahteraan dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Mari bersama-sama kita wujudkan ibu sehat, anak sehat menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Edi mengungkapkan, angka kelahiran di Kota Pontianak pada 2025 mencapai sekitar 11.667 jiwa. Menurutnya, tingginya angka kelahiran tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, dan balita.
"Angka kelahiran yang cukup tinggi menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab kita bersama. Karena itu, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, dan balita harus terus ditingkatkan," jelasnya.
Meski demikian, Edi mengingatkan masih adanya angka kematian ibu dan bayi yang menjadi perhatian pemerintah. Ia menilai persoalan tersebut harus terus ditekan melalui peningkatan mutu layanan kesehatan, pendampingan bagi ibu hamil, serta penguatan peran tenaga kesehatan, khususnya bidan.
Menurutnya, upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, organisasi profesi, hingga masyarakat.
"Pemerintah pusat telah menghadirkan berbagai program, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dengan sasaran ibu hamil dan kelompok rentan lainnya. Program ini akan efektif apabila didukung data yang akurat sehingga benar-benar tepat sasaran," sebutnya.
Edi juga menekankan pentingnya perhatian pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Menurutnya, periode tersebut menjadi fase krusial dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
"Kehamilan harus dipantau secara optimal agar ibu tetap sehat, proses persalinan berjalan baik, dan anak yang lahir tumbuh menjadi generasi yang sehat serta cerdas," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) IBI Kota Pontianak, Sri Mulyanti, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus meningkatkan kompetensi bidan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Menurutnya, bidan memiliki peran strategis karena mendampingi perempuan, bayi, keluarga, hingga masyarakat dalam berbagai fase kehidupan.
"Pengabdian seorang bidan tidak berhenti pada proses kelahiran semata. Bidan hadir mendampingi perempuan, bayi, keluarga, dan masyarakat dalam setiap fase kehidupan. Karena itu, bidan bukan hanya sebuah profesi, melainkan panggilan pengabdian dan kemanusiaan," terangnya.
Selama satu tahun masa kepengurusan, PC IBI Kota Pontianak telah menjalankan sejumlah program strategis. Program tersebut meliputi peningkatan kompetensi bidan melalui berbagai kegiatan ilmiah, mendukung program kesehatan ibu dan anak, pelaksanaan program jemput bola penerbitan akta kelahiran bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak, serta pembinaan dan standarisasi terhadap 34 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB).
"Serta pembinaan dan standarisasi terhadap 34 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB)," tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini