Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 18 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diduga berawal dari wilayah konsesi PT Jalin Vaneo (PT JV) dan merambat hingga ke kebun milik warga di area penggunaan lain (APL) di Kayong Utara.
Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena kebakaran berdampak pada lahan pertanian dan lingkungan perkebunan warga. Di tengah kepulan asap yang masih menyelimuti area sekitar, warga mempertanyakan langkah Pemerintah Daerah (Pemda) Kayong Utara dalam menangani dugaan kelalaian perusahaan.
Warga juga meminta pemerintah daerah memastikan adanya pertanggungjawaban apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya kelalaian yang menyebabkan kebakaran merambat ke lahan masyarakat.
“Bagaimana langkah Pemda Kayong Utara terhadap kelalaian kebakaran lahan yang merambat ke kebun warga yang disebabkan kelalaian oleh PT JV. Kami pertanyakan otoritas Pemda terhadap otoritas JV,” tegas Adi, salah seorang warga Kayong Utara, Jumat (18/9/2026).
Menurut warga, Pemda Kayong Utara bersama instansi terkait perlu segera turun ke lapangan untuk memastikan sumber dan penyebab kebakaran serta mengetahui dampak yang ditimbulkan terhadap lahan masyarakat.
Hingga saat ini, warga mendesak Pemda Kayong Utara dan instansi terkait melakukan investigasi di lapangan, mengambil langkah untuk menghentikan penyebaran api, serta menindaklanjuti dugaan kelalaian yang dikaitkan dengan PT Jalin Vaneo apabila ditemukan bukti dan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku. (Sans)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diduga berawal dari wilayah konsesi PT Jalin Vaneo (PT JV) dan merambat hingga ke kebun milik warga di area penggunaan lain (APL) di Kayong Utara.
Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena kebakaran berdampak pada lahan pertanian dan lingkungan perkebunan warga. Di tengah kepulan asap yang masih menyelimuti area sekitar, warga mempertanyakan langkah Pemerintah Daerah (Pemda) Kayong Utara dalam menangani dugaan kelalaian perusahaan.
Warga juga meminta pemerintah daerah memastikan adanya pertanggungjawaban apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya kelalaian yang menyebabkan kebakaran merambat ke lahan masyarakat.
“Bagaimana langkah Pemda Kayong Utara terhadap kelalaian kebakaran lahan yang merambat ke kebun warga yang disebabkan kelalaian oleh PT JV. Kami pertanyakan otoritas Pemda terhadap otoritas JV,” tegas Adi, salah seorang warga Kayong Utara, Jumat (18/9/2026).
Menurut warga, Pemda Kayong Utara bersama instansi terkait perlu segera turun ke lapangan untuk memastikan sumber dan penyebab kebakaran serta mengetahui dampak yang ditimbulkan terhadap lahan masyarakat.
Hingga saat ini, warga mendesak Pemda Kayong Utara dan instansi terkait melakukan investigasi di lapangan, mengambil langkah untuk menghentikan penyebaran api, serta menindaklanjuti dugaan kelalaian yang dikaitkan dengan PT Jalin Vaneo apabila ditemukan bukti dan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini